DIALOG PARLEMEN: Fokus Pembangunan Jateng 2020

Screenshot 20191012 202114

Urip Sihabudin dan Prasetyo Ari Wibowo. (foto azam hanif)

SURAKARTA – Dalam lanjutan acara ‘Dialog Parlemen’, Sekretaris DPRD (Sekwan) Jateng Urip Sihabudin membuka sesi IV dengan tema ‘Pembangunan Jateng 2020’. Pada kesempatan itu, Kepala Bappeda Jateng Prasetyo Ari Wibowo selaku pembicara memaparkan soal kemiskinan di Jateng.

Prasetyo Ari Wibowo. (foto azam hanif)

Dikatakan, kemiskinan masih menjadi target penurunan pada 2020 mendatang. Hal itu seiring dengan target pertumbuhan ekonomi di Jateng, yang ditetapkan pemerintah pusat, yakni sebesar 7%.

“Tidak hanya ekonomi, infrastruktur tetap digenjot pada tahun anggaran mendatang,” kata Prasetyo, Sabtu (12/10/2019), di Hotel Sunan Kota Surakarta.

Menyinggung pertumbuhan ekonomi, Pengamat Ekonomi Unika Soegijpranata Semarang Andreas Lako menilai kecenderungannya saat ini di Provinsi Jateng sudah cukup baik. Hal itu bisa dilihat dari tren menurun angka kemiskinan di Jateng.

“Dapat dilihat pula, tingkat kesenjangan antardaerah di Jateng yang sudah menurun. Dengan begitu, faktor kemiskinan ada penurunan dan ekonomi bertumbuh,” kata Andreas, sembari menambahkan bahwa penyerapan tenaga kerja di Provinsi Jateng cukup tinggi sehingga memicu kecenderungan penurunan kemiskinan. 

Ismail Amir. (foto azam hanif)

Soal pembangunan Jateng 2020, Konsultan Perencanaan dan Anggaran Daerah Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Ismail Amir mengatakan ada 4 prioritas yang dicanangkan. Diantaranya percepatan pengurangan kemiskinan dan pengangguran; peningkatam kualitas hidup dan kapasitas SDM; peningkatan kapasitas dan daya saing ekonomi rakyat dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan hidup dan resiko beaancana; dan pemantapan tata kelola pemerintahan dan kondusivitas wilayah serta perbaikan kapasitas fiskal daerah.

“Oleh karena itu, substansi kebijakan keuangan pada 2020 tentu harus berdasar pada pembangunan daerah yang sesuai dengan visi dan misi Jateng,” jelas Ismail.

Seperti diketahui, ‘Dialog Parlemen’ yang digelar sejak Jumat (11/10/2019) itu dihadiri Pimpinan DPRD Jateng. Selama dialog berlangsung, sebagian besar Anggota Dewan tampak antusias memperhatikan setiap materi yang dipaparkan dari akademisi dan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) seputar APBD Jateng 2020. (ariel/priyanto)

Berita Terkait

  • Komisi A Inginkan Batang Masuk Zona Hijau

    BATANG – Komisi A berharap Batang bisa ikuti daerah lain untuk masuk ke zona hijau Covid-19. Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi A Moh Saleh saat memimpin rombongan DPRD menyambangi Kantor Sekretariat Kabupaten Batang, Selasa (30/6/2020).

  • Perajin Batik Lurik Klaten Butuh Alat Tenun

    KLATEN – Pemerintah perlu mengembangkan batik lurik yang menjadi salah satu warisan budaya nasional. Hal itu mencuat dalam kunjungan kerja Komisi B DPRD Jateng ke salah satu perajin batik lurik di Dukuh Barengan, Desa Jambakan, Kecamatan Bayat, Klaten, Senin (22/4/2019).

  • CJIBF Upaya Jateng Gaet Investor

    JAKARTA – Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto bersama seluruh wakil ketua menghadiri pembukaan Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2019 yang diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara, Jakarta (5/11/2019).

  • Pembaruan DTKS untuk Penyaluran Bansos Tepat Sasaran

    BANJARNEGARA – Validasi data terepadu kesejahteraan sosial (DTKS) mutlak dilakukan supaya program dari pemerintah perihal pengentasan masyarakat dari kemiskinan bisa tepat sasaran. Meski DTKS sudah dilaksanakan dan miliaran rupiah sudah dikucurkan melalui pelbagai program tetap saja kemiskinan di Jateng masih di atas 10,7 persen.

  • Keluar Masuk Ternak Perlu Pengawasan Ketat

    SRAGEN – Akses jalan tol, selain mempermudah percepatan arus transportasi, ternyata membawa dampak buruk terhadap pengawasan lalu lintas ternak keluar masuk ke Provinsi Jateng. Pasalnya, sekarang sudah sangat jarang truk pengangkut ternak yang mendatangi Pos Lalu Lintas Ternak (PLLT) untuk proses screening atau penyaringan secara ketat agar kualitas ternak tetap terjaga dan terhindar dari penyakit menular.