Keluar Masuk Ternak Perlu Pengawasan Ketat

20190326044251 IMG

Sri Marnyuni. (foto setyo herlambang)

SRAGEN – Akses jalan tol, selain mempermudah percepatan arus transportasi, ternyata membawa dampak buruk terhadap pengawasan lalu lintas ternak keluar masuk ke Provinsi Jateng. Pasalnya, sekarang sudah sangat jarang truk pengangkut ternak yang mendatangi Pos Lalu Lintas Ternak (PLLT) untuk proses screening atau penyaringan secara ketat agar kualitas ternak tetap terjaga dan terhindar dari penyakit menular.

Untuk itu, Komisi B DPRD Provinsi Jateng memantau langsung kondisi PLLT Banaran Kabupaten Sragen, Selasa (9/3/2021), dalam rangka peningkatan kualitas SDM dan fasilitas memadai. Saat Komisi B berdiskusi dengan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Jateng Lalu Muhammad Syafriadi, dikatakan bahwa PLLT mempunyai tugas utama sebagai barrier penyakit hewan ternak menular yang akan masuk di Jateng.

Selain itu, Lalu Muhammad juga mengatakan PLLT tersebut bisa menjadi tolok ukur komoditas penyuplai ternak, baik dari luar maupun dalam provinsi, karena potensi ternaknya bisa menjadi pendapatan unggulan. Saat ini, lanjut dia, kendala yang dihadapi PLLT Sragen adalah banyaknya truk pengangkut ternak langsung beralih menggunakan jalan tol.

“PLLT adalah garda barrier terdepan kami untuk menangkal dan mengurangi dampak penyakit hewan ternak menular sehingga konsumen tetap merasa aman. Namun, adanya jalan tol di titik Sragen membuat para pengemudi truk ternak beralih lewat sana sehingga pengawasan secara langsung sangat minim dan tidak ada. Kami juga sangat kekurangan tenaga SDM profesional seperti dokter hewan dan tenaga IT untuk memaksimalkan kinerja balai agar lebih maksimal. Karena, potensi pendapatan ternak sangat menjanjikan, apabila semua steril dan komoditasnya terdata dengan baik,” paparnya.

Melihat kondisi itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jateng Sri Maryuni mengakui peran PLLT sangat penting untuk menghambat penyakit hewan ternak menular dan penghitung komoditas ternak. Karena, ia menilai, bila ada ternak ditemukan membawa penyakit menular dan lolos dikonsumsi masyarakat, maka akan menjadi permasalahan serius.

Terlebih, tingkat konsumsi hewan ternak itu sangat tinggi. Disisi lain, kata dia, PLLT membantu pemerintah untuk memantau daerah mana saja sebagai konsumen dan penyuplai ternak di Jateng.

“Jika melihat lebih dalam, kinerja PLLT di bawah disnakkeswan sangat krusial karena disini adalah titik pengawas langsung hewan ternak yang akan keluar masuk dan steril laik konsumsi oleh masyarakat. Maka, diperlukan ada penambahan PLLT di rest area pintu masuk tol di titik perbatasan Jateng sebagai pengawasan perketatan proses screening hewan ternak,” terang Legislator PAN itu. (setyo/ariel)

Berita Terkait

  • Puncak Peringatan Hari Santri Nasional Jateng Dipusatkan di Demak

    DEMAK โ€“ Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar apel peringatan Hari Santri Nasional ke 9 tingkat provinsi dipusatkan di Alun-alun Kabupaten Demak, Minggu (22/10/2023). Penjabat (Pj) Gubernur Nana Sudjana bertindak sebagai inspektur apel. Sementara undangan dari jajaran Pimpinan DPRD diwakilkan anggota Komisi C Iqbal Bayu Krisna

  • PRIME TOPIC: Menuju Pemerataan Kualitas Pendidikan

    SEMARANG โ€“ Persoalan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) menjadi topik hangat dalam acara ‘Dialog bersama Parlemen Jateng’ dengan tema ‘Menuju Pemerataan Kualitas Pendidikan’ di Hotel Noormans, Kota Semarang, Senin (24/6/2019). Dalam dialog itu, Anggota Komisi E DPRD Jateng Muh Zen mengatakan kondisi pelaksanaan sistem zonasi saat ini cukup menemui kendala karena masih lemahnya sosialisasi kepada masyarakat.

  • Komisi B Temui Pedagang Pasar Weleri

    GEDUNG BERLIAN โ€“ Komisi B DPRD Prov. Jateng menerima perwakilan pedagang yang tergabung dalam Aliansi Pedagang Pasar Weleri Kab. Kendal, Senin (28/3/2022). Dalam audiensi tersebut, mereka diterima Sekretaris Komisi B Muhammad Ngainirrichadl dan anggota David Ishaq Aryadi serta didampingi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah di ruang rapat komisi.

  • Sumanto Minta Kesejahteraan Petani Ditingkatkan

    JAKARTA – Ketahanan pangan lewat produksi pertanian menjadi sorotan utama kalangan dewan Provinsi Jateng, terlebih masih banyaknya produksi pertanian dalam negeri kurang mendapat perhatian dan diperparah dengan kondisi kesejahteraan petani cukup memprihatinkan.