Pembaruan DTKS untuk Penyaluran Bansos Tepat Sasaran

WhatsApp Image 2023 10 10 at 15.15.22

KUNJUNGAN KERJA : Jajaran Komisi E berkunjung ke Dinas Sosial Banjarnegara terkait data penerima bansos.(foto: ervan ramayudha)

BANJARNEGARA – Validasi data terepadu kesejahteraan sosial (DTKS) mutlak dilakukan supaya program dari pemerintah perihal pengentasan masyarakat dari kemiskinan bisa tepat sasaran. Meski DTKS sudah dilaksanakan dan miliaran rupiah sudah dikucurkan melalui pelbagai program tetap saja kemiskinan di Jateng masih di atas 10,7 persen.

Sekretaris Komisi E Sri Ruwiyati memaparkan hal itu saat memimpin kunjungan kerja ke Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Banjarnegara, Selasa (10/10/2023). Pada kesempatan itu, Komisi E diterima Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Banjarnegara Tulus Sugiharto beserta Jajarannya di Ruang Rapat. Turut hadir Ketua KomisiE  Abdul Hamid.

Sri Ruwiyati menyampaikan, sampai sekarang ini penduduk miskin di Provinsi Jawa Tengah masih cukup tinggi kurang lebih di atas 10,77%. Persoalan di lapangan kerap kali ada sejumlah masyarakat yang merasa tertinggal dari proses pendataan.

β€œKita paham situasi lapangan itu tidak semudah diteorikan ketika usulan DTKS harus segera dilaksanakan dan akhirnya akan berkaitan dengan penerimaan bansos yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat,” kata dia.

DPRD dan Pemerintah Provinsi berharap ada perbaharuan terhadap DTKS atau pembenahan dari data yang ada. Berdasarkan dari hasil survei yang dilakukan di lapangan banyak kasus yang ditemukan permasalahan ketidaksamaan data di lapangan soal penerimaan bansos bagi warga yang semestinya mendapatkan bantuan tetapi tidak mendapatkan bantuan sosial dari Pemerintah. Dalam kesempatan yang sama Tulus Sugiharto memaparkan, saat ini jumlah penduduk di Banjarnegara kurang lebih 1.054.804 Jiwa dan 352.705 KK. Data tersebut diambil dari (Sumber Dindukcapil semester I Tahun 2023 ). Untuk jumlah DTKS yang tercatat kurang lebih ada 555.004 jiwa dan 199.050 KK. Sementara dan untuk jumlah penerima bantuan iuran jaminan Kesehatan (PBI JK) APBN aktif ada kurang lebih sekitar 494,864 jiwa. Jumlah Penerima program bantuan BPNT berjumlah 85.581 KPM disalurkan lewat Himbara dan untuk PKH 46.023 KPM disalurkan juga lewat Himbara (Peride salur bulan Juli-September 2023).(ervan/priyanto)

Berita Terkait

  • PRIME TOPIC: Sambut Ramadan, Stok & Harga Sembako Perlu Dipantau

    SURAKARTA – Menjelang Ramadan, DPRD Provinsi Jateng mendorong asosiasi produksi pangan, pedagang dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga harga komoditas kebutuhan agar tidak melonjak. Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jateng Sri Marnyuni, saat menjadi pembicara utama dalam ‘Dialog bersama Parlemen-Prime Topic’ dengan tema ‘Bagaimana Ketersediaan & Keterjangkauan Harga Sembako’ di Kota Surakarta, Rabu (7/4/2021).

  • Pasar Ekspor Kayu Lapis Temanggung Lesu

    LIHAT PABRIK. Ketua DPRD Jateng Dr Rukma Setyabudi meninjau pabrik kayu lapis PT Central Java Wood Industry di Temanggung. (FOTO: Rahmat YW) TEMANGGUNG – Ketua DPRD Jawa Tengah Dr Rukma Setyabudi MM berkunjung ke perusahaan kayu lapis PT Central Java…

  • Baik, Kesejahteraan Pekerja di Pabrik Mesin Kota Tegal

    PANTAU PABRIK. Komisi E DPRD Jateng saat memantau persoalan ketenagakerjaan di pabrik PT Barata Indonesia, Kamis (16/5/2019), di Kota Tegal. (foto priskilla candra cahyaningtyas)

    TEGAL – Komisi E DPRD Jateng melakukan kunjungan kerja ke pabrik mesin industri hilir PT Barata Indonesia di Kota Tegal, Kamis (16/5/2019). untuk memantau persoalan ketenagakerjaan. Saat bertemu dengan Riyadi Eri Satoto selaku Manajer Pabrik PT Barata Indonesia bersama jajarannya, Sekretaris Komisi E DPRD Jateng Abdul Hamid mengatakan kesejahteraan dan keselamatan kerja sangat penting diperhatikan di setiap pabrik.

    Untuk itu, Dewan berharap pihak manajemen pabrik/ perusahaan harus mampu mengutamakan hal tersebut. Karena, untuk menciptakan masyarakat Jateng yang sejahtera adil dan makmur, hal itu dimulai dari pabrik-pabrik yang ada, mengingat pekerja paling banyak berada di pabrik.

    “Kami sebagai Dewan ingin memantau secara keseluruhan terkait nasib pekerja. Hak yang didapat apakah sudah terpenuhi secara finansial misalnya,” kata Politikus PKB itu.

    Anggota Komisi E lainnya, Rif’an, juga mengingatkan proses pemeliharaan pekerja lembur harus diperhitungan dan dihargai karena kondisi itu sudah menguras waktu pekerja diluar jam yang semestinya mereka bekerja. Menurut dia hal tersebut cukup manusiawi untuk dipertimbangkan dan dilakukan karena saat perusahaan memberikan hak secara benar maka pekerja akan memenuhi kewajibannya dengan baik.

    “Mari membicarakan terkait hak tenaga kerja saat lembur. Itu akan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkannya,” ujar Legislator dari Fraksi Golkar itu.

    Menanggapi Dewan itu, Eri mengatakan selama ini sudah ada tunjangan kesehatan bagi pekerja. Untuk pembayaran tunjangan itu, kata dia, rinciannya yakni sebesar 4% dari perusahaan dan 1% dari gaji karyawan yang dipotong setiap bulan. Tidak hanya tunjangan kesehatan, lanjut dia, terdapat pula Jaminan kecelakaan (0,89% dari perusahaan), Jaminan Kematian (0,3% dari perusahaan), Jaminan Hari Tua (3,7 dari Perusahaan dan 2% dari pekerja), dan Jaminan Pensiun (2% dari perusahaan dan 1% dari karyawan).

    “Hal itu selalu diperhatikan perusahaan karena berdampak dengan produksi suksesnya pabrik sehingga kami harus seimbang dengan pemberian gaji dan tunjangannya. Kami bisa ditegur apabila tidak sesuai dengan prosedur pemerintah yang ada,” kata Eri. (tyas/ariel)

  • SOSIALISASI NON-PERDA: Saatnya Berdayakan BUMDES

    UNGARAN – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sudah sepatutnya dikembangkan. Harapan dari pengembangan usaha itu bisa mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat desa. Pembahasan ini menguat dalam dialog Sosialisasi Non-Perda dengan tema “Optimalisasi Bantuan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat” di Balai Desa Kaliwungu, Kabupaten Semarang. Jumat (2/9/2022).

  • Pembayaran Pajak Perlu Semakin Dipermudah

    SALATIGA – Untuk terus meningkatkan perolehan pendapatan dari pajak kendaraan bermotor (PKB), DPRD mendorong setiap Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) berkreasi dan inovatif dalam upaya memudahkan pembayaran pajak. Demikian disampaikan Ketua DPRD Provinsi Jateng Bambang Kusriyanto, saat live talkshow di Radio Elisa 103.9 FM Kota Salatiga dengan tema ‘Sosialisasi Kepatuhan Kendaraan bersama DPRD Provinsi Jateng’, Jumat (12/3/2021).