Tahun Ajaran Baru, Protkes Ketat Mutlak Dijalankan

Screenshot 20210709

Muh. Zen. (foto priyanto)

SEMARANG – Komisi E DPRD Provinsi Jateng menilai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah tetap perlu dijalankan. Penegasan itu disampaikan Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jateng Muh. Zen, saat dihubungi reporter dprd.jatengprov.go.id, Jumat (9/7/2021).

Menurut dia PTM tetap perlu diterapkan seiring dengan dijalankannya vaksin untuk usia sekolah. Karena, ia khawatir muncul dampak nyata yakni kehilangan generasi akibat terlalu jauh dari pendidikan di sekolah.

Ia menyadari kasus Covid-19 kini semakin memuncak tapi penyebarannya lebih banyak di luar sekolah. Setiap sekolah sekarang, sebagian besar, sudah mempersiapkan protokol kesehatan (protkes) yang ketat.

“Jika ada anak-anak tidak sekolah tatap muka tapi malah terpapar covid, itu karena mereka dibiarkan keluyuran dan kelayapan, sepedaan, main game bareng-bareng, wisata bareng, dan main bola. Percuma PTM itu ditunda kalau anak-anak masih dibiarkan kelayapan, malah nggak terkontrol,” tegas Legislator PKB itu.

Dijelaskannya, PTM itu jelas menggunakan sistem protkes ketat, terukur, dan terjadwal. Bahkan, PTM dapat menjamin anak dibawah pengawasan sekolah dan pendampingan keluarga, masyarakat, dan lingkungan.

Untuk itu, ia berharap PTM tetap dijalankan khusus sekolah yang sudah mempersiapkan protkes ketat. Ia menilai, dengan pengetatan protkes tersebut, akan menambah edukasi bagi peserta didik atas pentingnya menjaga kesehatan diri, sesama, dan lingkungan.

“Semisal, PTM di sekolah itu bisa dibuat sistem shift atau dibagi dua kelompok dalam satu kelas sehingga pembelajarannya bergantian,” katanya.

Secara kelembagaan, pihaknya belum mendiskusikan hal tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi Jateng. Namun, Komisi E kerap melakukan monitoring ke Cabang Dinas Pendidikan yang ada di provinsi ini untuk memantau kesiapan PTM di sekolah.

“Saya berharap pada tahun ajaran baru ini PTM tetap dijalankan. Dengan catatan, khusus untuk sekolah yang sudah mempersiapkan protkes dengan baik,” tandasnya. (ariel/priyanto)

Info Lainnya

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.

  • Pilkades Serentak 2026, Komisi A Pantau Kesiapan Sukoharjo

    SUKOHARJO – Menghadapi Pilkades Serentak 2026, Komisi A DPRD Provinsi Jateng memonitor kesiapan beberapa kabupaten, salah satunya Sukoharjo. Saat berdiskusi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa (DPMD) Kabupaten Sukoharjo di Mal Pelayanan Publik (MPP), Senin (13/7/2026), Komisi A menyoroti aspek administrasi, tahapan pelaksanaan, hingga pembiayaannya.

  • Hadapi Kekeringan, Stok Air Bendungan Masih Aman

    JEPARA – DPRD Provinsi Jateng meminta pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Nur Saadah menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menjamin kebutuhan air masyarakat, termasuk memastikan distribusi bantuan air bersih dilakukan tanpa membebani warga terdampak.

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.