Potensial, Industri Garam di Pati

1000080688

KINERJA PERUSAHAAN. Komisi C DPRD Provinsi Jateng menyambangi pabrik garam milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). (foto evi rahmawati)

PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.

Namun, laba bersih perusahaan tercatat mengalami penurunan signifikan menjadi sekitar Rp 3,39 miliar dibandingkan pada 2024 yang mencapai Rp 10,54 miliar. Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Bambang Hariyanto menyampaikan peningkatan pendapatan itu perlu diikuti dengan peningkatan kualitas laba agar kinerja perusahaan semakin sehat dan berkelanjutan.

Revenue boleh naik tapi apabila laba justru turun lebih dari 60 persen, maka perusahaan belum dapat dikatakan semakin sehat. Yang tumbuh baru omzetnya, belum tentu nilai ekonominya,” ujar Bambang.

1001043214

Komisi C juga mencermati tingginya kontribusi anak perusahaan PT Sarana Patra Jateng (SPJ) terhadap pendapatan PT SPJT. Menurut dia perusahaan induk perlu terus memperkuat unit bisnis inti sehingga mampu menciptakan nilai tambah melalui pengembangan usaha dan sinergi antarbisnis.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap Unit Garam, Kabupaten Pati. Komisi C menilai potensi garam yang dimiliki Kabupaten Pati sangat besar dan perlu dioptimalkan melalui pengembangan industri hilir agar memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap kinerja perusahaan maupun peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kabupaten Pati memiliki potensi garam yang sangat besar. Sangat disayangkan apabila SPJT hanya menjadi pedagang garam, bukan pelaku utama industrialisasi garam yang mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan, daerah, dan kesejahteraan petani garam,” tegas Bambang.

1001043217

Senada, Anggota Komisi C, Catur Agus Saptono, mendorong PT SPJT menjadikan Unit Garam sebagai Strategic Business Unit (SBU) yang memiliki target kinerja yang terukur. Mulai dari laba, investasi hingga tingkat pengembalian investasi. 

“Selain itu, perusahaan juga didorong mengembangkan hilirisasi garam melalui produk bernilai tambah seperti garam industri, garam farmasi, garam pangan, dan garam untuk kebutuhan industri kimia,” terang Catur.

Selain meninjau proses pembangunan pabrik, Komisi C juga berdiskusi mengenai kesiapan produksi, pemasaran, dan keberlanjutan penyerapan garam rakyat. Saat ini, PT SPJT telah memperoleh surat minat dari 21 perusahaan yang siap menyerap hasil produksi garam industri, dengan total kebutuhan melebihi kapasitas produksi bulanan pabrik. Pabrik garam industri tersebut dapat segera beroperasi secara optimal sehingga mampu menjadi motor penggerak hilirisasi garam di Jateng dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petambak serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Berdasarkan paparan manajemen PT SPJT, pabrik garam industri tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi 25.000 ton per tahun dengan bahan baku yang berasal dari petambak garam di Kabupaten Pati, Rembang, Jepara, dan Demak. Hingga Juni 2026, PT SPJT telah menyerap 3.336 ton garam rakyat melalui koperasi produsen sebagai bagian dari penguatan kemitraan dengan petambak lokal (rafdan/red.)

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Program ‘Revola Jateng Optimis’

    BANJARNEGARA – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Setya Ari Nugroho mendukung Program Revolusi Lahan atau ‘Revola Jateng Optimis,’ yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Menurut dia program yang bertujuan menghidupkan sejumlah lahan tidur yang sudah bertahun-tahun menjadi kembali produktif merupakan langkah tepat guna mendorong pertumbuhan ekonomi di masyarakat

  • Dipantau, Revitalisasi Jembatan Dengkeng Klaten

    KLATEN – Perbaikan Jembatan Dengkeng di Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten penting untuk menjaga konektivitas dan kelancaran mobilitas masyarakat di jalur Karangwuni hingga batas Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Infrastruktur yang menjadi penghubung antarwilayah tersebut kini mulai direvitalisasi dengan pembangunan jembatan baru

  • Komisi E Pantau Kualitas Belajar Mengajar di SMA 1 Kedungwuni

    KAJEN – Komisi E DPRD Provinsi Jateng menyoroti kualitas proses belajar mengajar sekaligus memastikan lingkungan sekolah tetap aman bagi peserta didik. Hal itu menjadi fokus Komisi E ke SMA Negeri 1 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Senin (10/8/2026), untuk menggali masukan, data, dan informasi pendidikan di wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII

  • Penyelenggaraan Jalan Provinsi Jateng Perlu Regulasi Lebih Tegas

    SUKOHARJO – Tingginya mobilitas masyarakat, meningkatnya beban angkutan logistik, dan kebutuhan menjaga kualitas ribuan kilometer jalan provinsi menjadi alasan Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong lahirnya regulasi baru tentang penyelenggaraan jalan. Aturan itu dinilai penting untuk memastikan pengelolaan jalan lebih terarah, berkelanjutan, sekaligus memperjelas kewenangan antarinstansi