RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

0L7A0585

BAHAS RAPERDA. DPRD Provinsi Jateng menggelar rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), yang dihadiri Gubernur Ahmad Luthfi. (foto setyo herlambang)

GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran. 

“Untuk itu, dibutuhkan perlindungan sosial yang berkelanjutan bagi tenaga kerja tersebut, mengingat selama ini masih rentan,” katanya.

1001023201

Dilanjut dengan tanggapan dari Gubernur Ahmad Luthfi. Mendengar mengenai usulan raperda diatas, ia mengaku sangat mendukung adanya aturan tersebut. Pasalnya, selama ini kondisi pekerja informal sangat rentan karena tidak memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan.

Ia juga mengakui selama ini Jateng tidak memiliki data pekerja informal. Karena, dengan adanya data, maka nantinya bisa masuk dalam DTJateng.

1001023199

“Perlindungan terhadap pekerja informal itu sangat penting sehingga dibutuhkan aturan agar pekerja informal mendapatkan perlindungan yang pasti,” kata gubernur.

Dilanjut dengan tanggapan dari Komisi E, yang dibacakan Muh. Rizqi Iskandar Muda. Dikatakan, raperda tersebut memuat peran pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait dalam upaya memberikan perlindungan bagi pekerja informal.

“Ini merupakan tanggung jawab kita bersama dalam rangka mewujudkan kesejahteraan bagi pekerja informal,” katanya.

1001023204

SOAL APBD

Selain raperda, Ahmad Luthfi juga memberikan tanggapannya terhadap Pemadangan Umum Fraksi atas Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025. Dalam penyampaiannya, dipaparkan sejumlah urusan yang ditangani pemerintah provinsi selama Tahun Anggaran 2025. 

Saat dirinya menyinggung soal jalan rusak, ia mengakui banyak kriitkan yang diterimanya dari berbagai kalangan. Namun, ia tetap meminta dinas-dinas terkait untuk segera melakukan penanganan.

“Saya tidak apa-apa dikritik. Kalau nggak siap dikritik, nggak usah jadi gubernur,” tegasnya, disambut tepuk tangan para Anggota Dewan yang hadir.

Usai penyampaian gubernur, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sarif Abdillah menyadari setiap pemimpin harus mampu menangani setiap kritikan dari masyarakat. “Memang, pemimpin itu dituntut untuk fast respon atas persoalan-persoalan yang ada,” kata Sarif. (ariel/red.)

1001023200

Info Lainnya

  • Anak Muda Perlu Ikut Berperan dalam Pembangunan Daerah

    GEDUNG BERLIAN – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomika & Bisnis Unnes berbondong-bondong mendatangi Gedung Berlian, Selasa (22/9/2026). Kedatangan mereka bukan untuk berunjuk rasa tapi ingin menimba ilmu mengenai lembaga legislatif

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 14 September 2026 – 20 September 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 14 September 2026 – 20 September 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Pemantauan…

  • Resmi Dilantik, Kaukus Perempuan Parlemen Jateng 2025–2030

    GEDUNG BERLIAN — Pengurus Kaukus Perempuan Parlemen Daerah Provinsi Jateng Masa Jabatan 2024–2029 resmi dilantik, Rabu (16/9/2026), bertempat di Lobby Kantor DPRD Provinsi Jateng, Jalan Pahlawan No. 7 Kota Semarang. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Presidium Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPP RI) Badikenita BR. Sitepu yang disaksikan oleh Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 7 September 2026 – 13 September 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 7 September 2026 – 13 September 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Cakupan Media Tipe mainstream…