Hadapi Kekeringan, Stok Air Bendungan Masih Aman

IMG 20260712 WA0051

SOAL KEKERINGAN. Nur Saadah dalam kegiatan Prime Topic di Kabupaten Jepara, baru-baru ini. (foto ashar alhadi)

JEPARA – DPRD Provinsi Jateng meminta pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Nur Saadah menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menjamin kebutuhan air masyarakat, termasuk memastikan distribusi bantuan air bersih dilakukan tanpa membebani warga terdampak.

“Kami berharap masyarakat yang mengalami kesulitan air tidak sampai dikenakan biaya dalam distribusi air bersih,” ujarnya dalam kegiatan Prime Topic di Kabupaten Jepara, baru-baru ini.

Ia juga mendorong penguatan edukasi konservasi air melalui pembangunan sumur resapan, biopori, dan berbagai upaya pemanenan air hujan. Namun, menurut dia, penerapan program tersebut harus disesuaikan dengan karakteristik wilayah.

1001039732

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jateng Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan wilayah yang kerap mengalami kekeringan antara lain Kabupaten Grobogan, Jepara, Demak, Kudus, Pati, hingga Wonogiri. Bahkan, beberapa daerah yang memiliki waduk pun masih berpotensi mengalami kekurangan air saat kemarau panjang.

“Daerah seperti Guntur dan Karangawen di Demak hampir setiap tahun menghadapi persoalan kekeringan. Karena itu, komunikasi masyarakat dengan pemerintah menjadi hal yang sangat penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” katanya.

Menurut Bergas puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus. Namun, kondisi pada tahun ini diprediksi tidak seekstrem tahun-tahun sebelumnya karena masih adanya pengaruh cuaca yang menyebabkan hujan terjadi di sejumlah wilayah.

1001039742

Ia mencontohkan Desa Sidorekso Kabupaten Kudus, yang pada 2019 dan 2023 sempat mengalami kekeringan cukup parah hingga memerlukan distribusi air bersih. Namun, pada 2024, desa tersebut mulai mampu mendistribusikan air secara mandiri bagi masyarakat sekitar.

Bergas menegaskan BPBD siap menyalurkan bantuan air bersih secara gratis bagi masyarakat yang terdampak kekeringan. “Masyarakat dapat melapor melalui kepala desa untuk menghubungi BPBD. Yang kami butuhkan adalah data yang valid mengenai kondisi kekeringan sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran,” katanya.

Dari sisi infrastruktur sumber daya air, Ketua Pokja Operasi & Pemeliharaan Balai PSDA Jratun Seluna Dinas PUPR Provinsi Jateng Syam Sahida Ali Mustofa menyebut kondisi cadangan air di bendungan hingga saat ini masih relatif aman. Ia menjelaskan, dari 12 bendungan besar di Jateng, hanya satu bendungan yang kondisi tampungannya berada di bawah rata-rata, sementara sisanya masih dalam kategori aman.

Selain bendungan, Provinsi Jateng juga memiliki infrastruktur penyangga berupa sekitar 38 waduk yang dikelola pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Di tingkat daerah, terdapat sekitar 172 embung yang dikelola pemerintah provinsi dan tersebar di 35 kabupaten/ kota.

Terkait sektor pertanian, Syam mengingatkan pentingnya penyesuaian pola tanam dengan ketersediaan air. Menurut dia kebutuhan air irigasi untuk musim tanam pertama dan kedua masih dapat dipenuhi, namun pada musim tanam ketiga yang berlangsung pada Juni hingga Agustus, petani diminta tidak memaksakan penanaman padi dengan luasan yang sama.

“Permintaan air harus seimbang dengan ketersediaan air di bendung. Untuk musim kemarau, pola tanam perlu disesuaikan agar tidak terjadi kekurangan air bagi lahan pertanian,” tandasnya. (ashar/red.)

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Program ‘Revola Jateng Optimis’

    BANJARNEGARA – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Setya Ari Nugroho mendukung Program Revolusi Lahan atau ‘Revola Jateng Optimis,’ yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Menurut dia program yang bertujuan menghidupkan sejumlah lahan tidur yang sudah bertahun-tahun menjadi kembali produktif merupakan langkah tepat guna mendorong pertumbuhan ekonomi di masyarakat

  • Dipantau, Revitalisasi Jembatan Dengkeng Klaten

    KLATEN – Perbaikan Jembatan Dengkeng di Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten penting untuk menjaga konektivitas dan kelancaran mobilitas masyarakat di jalur Karangwuni hingga batas Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Infrastruktur yang menjadi penghubung antarwilayah tersebut kini mulai direvitalisasi dengan pembangunan jembatan baru

  • Komisi E Pantau Kualitas Belajar Mengajar di SMA 1 Kedungwuni

    KAJEN – Komisi E DPRD Provinsi Jateng menyoroti kualitas proses belajar mengajar sekaligus memastikan lingkungan sekolah tetap aman bagi peserta didik. Hal itu menjadi fokus Komisi E ke SMA Negeri 1 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Senin (10/8/2026), untuk menggali masukan, data, dan informasi pendidikan di wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII

  • Penyelenggaraan Jalan Provinsi Jateng Perlu Regulasi Lebih Tegas

    SUKOHARJO – Tingginya mobilitas masyarakat, meningkatnya beban angkutan logistik, dan kebutuhan menjaga kualitas ribuan kilometer jalan provinsi menjadi alasan Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong lahirnya regulasi baru tentang penyelenggaraan jalan. Aturan itu dinilai penting untuk memastikan pengelolaan jalan lebih terarah, berkelanjutan, sekaligus memperjelas kewenangan antarinstansi