Kembali ke Almamater, Sekwan Jateng Ajak Siswa SMKN 4 Gali Potensi Diri

IMG 20260713 WA0117

Agung Haryadi. (foto erpan)

SEMARANG – Langkah Agung Hariyadi memasuki halaman SMKN 4 Semarang, Senin (13/7/2026), seolah membawa dirinya kembali ke puluhan tahun silam. Di sekolah yang dulu masih bernama STM 4 itu, Sekretaris DPRD (Sekwan) Provinsi Jateng tersebut pernah menimba ilmu dan menghabiskan masa putih abu-abunya.

Kini, ia berdiri di podium yang sama, bukan lagi sebagai siswa, melainkan sebagai inspektur upacara pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Di hadapan ratusan siswa baru, Agung mengajak para pelajar untuk mengenali dan mengembangkan potensi diri sejak dini. Menurut dia setiap siswa memiliki kemampuan yang bisa menjadi bekal untuk menjalani kehidupan di masyarakat.

“Gali potensi diri. Berpikir positif. Jangan takut apalagi diliputi ketakutan. Itu kunci untuk bisa mengembangkan diri,” ujarnya.

Ia menegaskan siswa SMK harus berani mencoba hal-hal baru, menjaga motivasi, dan konsisten mengasah kemampuan yang dimiliki. Dengan begitu, potensi yang ada tidak hanya menjadi bakat terpendam tapi juga dapat berkembang menjadi keahlian yang bermanfaat di masa depan.

Selain memberikan motivasi, Agung juga mengingatkan agar pelaksanaan MPLS tidak keluar dari tujuan pendidikan. Menurut dia kegiatan pengenalan lingkungan sekolah tidak boleh menjadi ajang perpeloncoan maupun memberikan tekanan kepada siswa baru.

1001042144

“MPLS bukan ruang untuk tindakan kekerasan, perundungan, penghinaan, ataupun penggunaan atribut yang tidak mendidik. MPLS harus dilaksanakan secara ramah, bermakna, menggembirakan, dan memuliakan setiap murid,” tegasnya.

Ia menekankan tidak boleh ada kekerasan fisik maupun verbal, pungutan biaya, maupun kegiatan yang tidak relevan dengan pendidikan. Pelibatan siswa senior seperti OSIS dan MPK pun hanya sebatas pendamping dan tetap berada di bawah pengawasan guru.

Bagi Agung, momen menjadi inspektur upacara di SMKN 4 memiliki makna yang sangat pribadi. Sebab, sekolah yang berada di Jalan Tri Lomba Juang, Kota Semarang, itu merupakan almamaternya.

1001042142

“Saya dulu siswa di sini, jurusan bangunan gedung. Saat masih memakai seragam putih abu-abu, saya juga sama seperti kalian saat pertama masuk sekolah. Sekolah ini membawa kenangan tersendiri bagi saya,” katanya.

Usai upacara, Agung menyempatkan diri berkeliling dari kelas ke kelas. Sesekali ia berhenti, memandang sudut-sudut sekolah yang masih menyimpan jejak memorinya.

Pria yang lulus pada 1980 itu bahkan masih mengingat ruang kelas tempat dirinya ditempa selama 3 tahun sebagai siswa STM 4. Kunjungan singkat itu pun menjadi perjalanan nostalgia yang menghidupkan kembali kenangan masa muda, sekaligus pengingat bahwa setiap perjalanan besar selalu bermula dari bangku sekolah. (bowo/red.)

1001042155

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Program ‘Revola Jateng Optimis’

    BANJARNEGARA – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Setya Ari Nugroho mendukung Program Revolusi Lahan atau ‘Revola Jateng Optimis,’ yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Menurut dia program yang bertujuan menghidupkan sejumlah lahan tidur yang sudah bertahun-tahun menjadi kembali produktif merupakan langkah tepat guna mendorong pertumbuhan ekonomi di masyarakat

  • Dipantau, Revitalisasi Jembatan Dengkeng Klaten

    KLATEN – Perbaikan Jembatan Dengkeng di Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten penting untuk menjaga konektivitas dan kelancaran mobilitas masyarakat di jalur Karangwuni hingga batas Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Infrastruktur yang menjadi penghubung antarwilayah tersebut kini mulai direvitalisasi dengan pembangunan jembatan baru

  • Komisi E Pantau Kualitas Belajar Mengajar di SMA 1 Kedungwuni

    KAJEN – Komisi E DPRD Provinsi Jateng menyoroti kualitas proses belajar mengajar sekaligus memastikan lingkungan sekolah tetap aman bagi peserta didik. Hal itu menjadi fokus Komisi E ke SMA Negeri 1 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Senin (10/8/2026), untuk menggali masukan, data, dan informasi pendidikan di wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII

  • Penyelenggaraan Jalan Provinsi Jateng Perlu Regulasi Lebih Tegas

    SUKOHARJO – Tingginya mobilitas masyarakat, meningkatnya beban angkutan logistik, dan kebutuhan menjaga kualitas ribuan kilometer jalan provinsi menjadi alasan Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong lahirnya regulasi baru tentang penyelenggaraan jalan. Aturan itu dinilai penting untuk memastikan pengelolaan jalan lebih terarah, berkelanjutan, sekaligus memperjelas kewenangan antarinstansi