PRIME TOPIC: Pemilu 2019, Jateng Adem Tentrem

WhatsApp Image 2019 04 02 at 2.16.54 PM (1)

TOPIK PEMILU. Rukma Setyabudi (tengah) saat membahas penyelenggaraan Pemilu 2019 dalam acara Prime Topic di Hotel Gets, Kota Semarang, Selasa (2/4/2019). (foto rahmat yasir widayat)

SEMARANG – Menghadapi pemilu pada 17 April 2019, Ketua DPRD Jateng Dr Rukma Setyabudi memastikan iklim masyarakat Jateng tetap ‘adem tentrem’. Demikian disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam acara ‘Dialog bersama Parlemen’ yang disiarkan Trijaya MNC FM di Hotel Gets Kota Semarang, Selasa (2/4/2019). 

“Ini kesempatan kita untuk membuktikan bahwa masyarakat Jateng itu memiliki toleransi yang tinggi. Kita jaga situasi yang sudah ada ini. Kita buat itu benar-benar menjadi pesta demokrasi rakyat,” terang Politikus PDI Perjuangan.

TOPIK PEMILU. Rukma Setyabudi saat membahas penyelenggaraan Pemilu 2019 dalam acara Prime Topic di Hotel Gets, Kota Semarang, Selasa (2/4/2019). (foto rahmat yasir widayat)

Ia juga mengingatkan pemilu yang diadakan 5 tahun sekali itu patut dijaga keharmonisan dan kerukunan masyarakatnya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan bersikap dewasa dalam berdemokrasi, menjunjung tinggi toleransi, tidak ada ancaman, paksaan, politik uang, dan informasi hoaks.

“Itu kesepakatan kita bersama untuk menjaga Jateng. Pemilu cuma beberapa menit tapi setelah itu kitakan kembali lagi di tengah masyarakat. Jangan korbankan persahabatan, kekeluargaan yang telah terjalin bertahun-tahun hanya karena beda pilihan,” katanya.

Senada, Dosen Fisip Undip Semarang Yuwanto menilai proses Pemilu 2019 saat ini tampak luarnya damai. Karena, hampir tidak ditemui konflik frontal yang berarti bagi kondusifitas masyarakat Jateng.

“Tapi, saya khawatir tentang segi kualitas demokrasi kepemiluannya terancam dengan permasalahan pendidikan politik di tengah masyarakat yang cenderung pragmatis. Pendidikan politik itu tidak hanya menjadi tugas KPU dan Bawaslu saja, itu juga tugas dari kontestan politik,” jelas Yuwanto.

Ia menggambarkan perkembangan demokratisasi kepemiluan semakin berkurang kualitasnya karena kontestan politik sebagian hanya menjadikan pemilu sebagai ajang pemilihan semata. Padahal seharusnya, parpol dan calon anggota legislatif bisa menjadi penyelenggara pendidikan politik untuk masyarakat. (azam/ariel)

Info Lainnya

  • Masyarakat Perlu Bangun Komunikasi Publik yang Berdampak

    SEMARANG – Arus digitalisasi yang bergerak cepat dinilai telah mengubah wajah komunikasi publik pemerintahan. Di tengah derasnya perkembangan media sosial, teknologi digital hingga kecerdasan buatan, humas pemerintah dituntut tidak lagi sekadar menyampaikan informasi formal tapi mampu membangun komunikasi yang cepat, akurat dan berdampak bagi masyarakat.

  • Agung Hariyadi Jabat Posisi Sekwan Jateng

    GUBERNURAN – Gubernur Jateng Ahmad Luthfi melantik dan mengambil sumpah 27 Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama serta Pejabat Fungsional Ahli Utama di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jateng. Pelantikan berlangsung di Gradhika Bakti Praja, Senin (27/4/2026).

  • Sumpah Jabatan, 14 Pejabat di Setwan Jateng

    GUBERNURAN – Sebanyak 14 nama pejabat di lingkungan Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Jateng telah diambil sumpah jabatan oleh Gubernur Ahmad Luthfi, Kamis (15/1/2026). Para pejabat tersebut menjadi bagian dari 1.049 pejabat di lingkungan Pemprov Jateng di Gedung Grhadika Bhakti Praja.

  • Setwan Jateng Raih KIP Award 5 Kali Berturut-turut

    SEMARANG – Dalam perhelatan bergengsi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Award 2025, Selasa malam (16/12/2025), Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Jateng kembali mengukuhkan posisinya sebagai lembaga yang transparan dan akuntabel dengan meraih predikat ‘Informatif.’ Pencapaian itu menjadi catatan sejarah istimewa karena Setwan Provinsi Jateng berhasil mempertahankan prestasi tersebut selama 5 tahun berturut-turut.

  • FGD WARTAWAN: Media di Era Disrupsi

    SEMARANG – Perubahan model bisnis kini telah mempengaruhi sejumlah aspek, tidak terkecuali bisnis media massa. Hal itu menjadi sorotan Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Jateng dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ‘Media di Era Disrupsi.’