DPRD Inginkan Kesejahteraan Nelayan Ditingkatkan

A Nelayan

ACARA NELAYAN: Anggota DPRD Jateng menghadiri acara rembug nelayan di Tambak Rejo, Kota Semarang.(foto: azam addin)

SEMARANG – Nelayan di pesisir Kota Semarang, Demak dan Kabupaten Pekalongan, Rabu (7/9/2022) menggelar Rembug Nelayan di Kampung Nelayan Huntara, Tambak Rejo, Semarang dengan mengambil tema “Subsidi BBM Tepat, Nelayan Bangkit Lebih Cepat”. Acara diinisiasi oleh Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Jateng itu turut dihadiri Anggota DPRD Jateng yakni Riyono (Komisi C dan anggota Pansus Nelayan) dan Andang Wahyu Triyanto (Komisi B) beserta sejumlah instansi pemerintah lainnya.

Masalah pengurangan subsidi BBM turut menjadi topik pembahasan dalam acara itu. Mengingat nelayan tradisional sangat menggantungkan pada solar. Selain itu permasalahan lain mulai dari rob, harga jual ikan, kesejahteraan nelayan yang kurang juga mengemuka. Ketua DWP KNTI Jateng Ari Nugroho dalam sambutannya berharap dengan adanya acara rembug nelayan maka perwakilan instansi dapat menyerap aspirasi tersebut untuk kemudian bisa menjadi program kebijakan pemerintah.

“Permasalahan apa dan kendalanya apa. Jadi kita berkumpul di sini berbagi masukan supaya anggaran dari pemerintah bisa tepat sasaran,” ucap Ari.

Tak kalah pentingnya, kata Ari, adalah masalah asuransi bagi nelayan. Sekarang ini nelayan perlu sebuah jaminan keselamatan mengingat saat melaut banyak kendala yang dihadapi termasuk ancaman keselamatan jiwa.

“Pesisir di Kota Semarang dan Demak memiliki sedikit jumlah bangunan pemecah gelombang. Tidak sedikit nelayan mempertaruhkan nyawanya supaya bisa melaut. Tak hanya itu, sedikit bangunan pemecah gelombang turut menjadikan rob masuk ke permukiman warga pesisir,” katanya.

Sebagai anggota Pansus dari DPRD, Riyono mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan KNTI. Kegiatan tersebut bentuk dari upaya bersama supaya nelayan dapat sejahtera. Tidak hanya menyerap aspirasi nelayan, Riyono juga turut menyerap aspirasi dari Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) mengenai pemberdayaan ekonomi perempuan warga pesisir pantai.

“Harapannya kita menginisiasi untuk asuransi berkelanjutan bagi teman-teman nelayan, subsidi BBM yang sudah saya perjuangkan sejak 3 tahun yang lalu dan sedikit banyaknya juga berhasil, serta pemberdayaan ekonomi ibu-ibu nelayan. Permasalahan yang mengemuka kita tampung dan kita anggarkan ke APBD supaya nelayan kita betul-betul mendapat perhatian,” ungkap Riyono.

Di akhir acara, Anggota komisi B Andang Wahyu Triyanto membahas persoalan kartu Kusuka (kartu usaha kelautan dan perikanan) yang diterbitkan oleh Kementerian Perikanan dan Kelautan Indonesia. Ia mengimbau untuk para nelayan untuk mendaftarkan diri supaya mendapatkan kartu tersebut mengingat banyak manfaat. Seperti memudahkan nelayan mengakses transaksi online, memudahkan akses pembiayaan kredit usaha rakyat (KUR) serta pengajuan asuransi nelayan.

“Setidaknya ada kemajuan bagi nelayan. Untuk Kusuka, anggotanya harus di tingkatkan dengan mendaftarkan terlebih dahulu ke dinas terkait, harus adanya semangat untuk mendaftarkan diri karena banyak sekali manfaat yang di dapat bagi para nelayan,” ungkapnya.(azhar/priyanto)

Info Lainnya

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Laporan Bulanan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak, mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah, periode data 1-28 Juni 2026. Ringkasan Eksekutif – DPRD Jawa Tengah Pada periode 1–28 Juni 2026, pemberitaan mengenai DPRD…

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 29 June 2026 – 5 July 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 29 Juni 2026 – 5 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.