Gubernur-DPRD Teken KUPA-PPAS 2019

Kua4

FOTO BARENG. Ketua DPRD Rukma Setyabudi bersama para wakil dan Gubernur Ganjar Pranowo berfoto bareng usai penandatanganan KUPA-PPAS 2019 di Gedung Berlian DPRD, Selasa (6/8/2019).(Foto: Rahmat YW)

GEDUNG BERLIAN – Gubernur Ganjar Pranowo bersama DPRD Jateng telah menandatangani nota kesepakatan tentang Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) dan Prioritas Plafon anggaran Sementara Perubahan (PPAS-P) 2019 di Gedung Berlian, Selasa (6/8/2019). Dalam kesempatan itu jajaran pimpinan DPRD hadir, yakni Ketua Rukma Setyabudi, beserta para jajaran wakil ketua Sukirman, Ahmadi, Heri Pudyatmoko dan Ferri Wawan Cahyono.

Gubernur Ganjar Pranowo beserta para Pimpinan DPRD

Dalam sambutannya, Rukma menekankan ada beberapa fokus penajaman pada anggaran perubahan 2019. Yakni sektor perbaikan ekonomi, pembukaan lapangan usaha yang masih bertumpu pada sektor pertanian, perkebunan. Karena itulah DPRD mendukung pengalokasian pada anggaran perubaha ini.

Sementara Gubernur Ganjar Pranowo memaparkan beberapa poin yakni percepatan pembangunan, alokasi belanja bagi hasil kepada kabupaten/kota, termasuk penyesuaian bantuan keuangan kepada partai politik karena meningkatnya angka partisipasi Pileg 2019.

Selain itu ada beberapa penyesuaian pada belanja langsung. Pada infrastruktur pengadaan lahan untuk jalan layang (flyover) perlintasan kereta api di Jalan Raya Semarang-Purwodadi tepatnya di sekitar Pasar Ganefo, Kecamatan Mranggen.

Ketua DPRD Rukma Setyabudi menandatangani nota kesepakatan KUPA-PPAS

Selain itu pengadaan tanah untuk pendirian Masjid Agung di Kabupaten Magelang. Adanya masjid tersebut untuk mendorong kawasan Borobudur. Bahkan, lanjut Gubernur, masalah itu turut menjadi perhatian serius Presiden Joko Widodo.

“Presiden sampai memangil saya dua kali untuk kita Intens membangun pariwisata dan Borobudur kita optimalkan juga kerja sama dengan Jogja ada candinya besar ada gereja cukup lengkap keindonesiaan Binneka Tunggal Ika,” jelas dia.

Pengadaan tanah yang didorong lewat di APBD perubahan ini adalah penanganan longsor Sungai Bodri di Kendal.Gubernur meminta dukungan dari DPRD Jateng supaya tercipta sinergitas dalam pembahasan anggaran.(ervan/priyanto)

Info Lainnya

  • Masyarakat Perlu Bangun Komunikasi Publik yang Berdampak

    SEMARANG – Arus digitalisasi yang bergerak cepat dinilai telah mengubah wajah komunikasi publik pemerintahan. Di tengah derasnya perkembangan media sosial, teknologi digital hingga kecerdasan buatan, humas pemerintah dituntut tidak lagi sekadar menyampaikan informasi formal tapi mampu membangun komunikasi yang cepat, akurat dan berdampak bagi masyarakat.

  • Agung Hariyadi Jabat Posisi Sekwan Jateng

    GUBERNURAN – Gubernur Jateng Ahmad Luthfi melantik dan mengambil sumpah 27 Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama serta Pejabat Fungsional Ahli Utama di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jateng. Pelantikan berlangsung di Gradhika Bakti Praja, Senin (27/4/2026).

  • Sumpah Jabatan, 14 Pejabat di Setwan Jateng

    GUBERNURAN – Sebanyak 14 nama pejabat di lingkungan Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Jateng telah diambil sumpah jabatan oleh Gubernur Ahmad Luthfi, Kamis (15/1/2026). Para pejabat tersebut menjadi bagian dari 1.049 pejabat di lingkungan Pemprov Jateng di Gedung Grhadika Bhakti Praja.

  • Setwan Jateng Raih KIP Award 5 Kali Berturut-turut

    SEMARANG – Dalam perhelatan bergengsi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Award 2025, Selasa malam (16/12/2025), Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Jateng kembali mengukuhkan posisinya sebagai lembaga yang transparan dan akuntabel dengan meraih predikat ‘Informatif.’ Pencapaian itu menjadi catatan sejarah istimewa karena Setwan Provinsi Jateng berhasil mempertahankan prestasi tersebut selama 5 tahun berturut-turut.

  • FGD WARTAWAN: Media di Era Disrupsi

    SEMARANG – Perubahan model bisnis kini telah mempengaruhi sejumlah aspek, tidak terkecuali bisnis media massa. Hal itu menjadi sorotan Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Jateng dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ‘Media di Era Disrupsi.’