Perkaya Data, Pansus Dialog dengan ExxonMobil

Screenshot 20191202 111921

BICARA BUMD. Sriyanto Saputro (berdiri) saat berdialog dengan Jajaran Managemen EMCL, Senin (2/12/2019), membahas soal pendirian BUMD migas. (foto ariel noviandri)

BLORA – Pansus Pendirian PT (Perseroda) Jateng Petro Energi saat ini masih mencari masukan data dan informasi untuk menyusun raperda. Salah satunya berkunjung ke Lapangan Banyu Urip yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Blok Cepu, Senin (2/12/2019).

Pansus saat berdialog dengan jajaran EMCL.
(foto ariel noviandri)

Saat berdiskusi dengan jajaran direksi EMCL, Ketua Pansus Sriyanto Saputro mengatakan masukan data dan informasi itu sangat penting agar Raperda Pendirian Perseroda dapat bermanfaat untuk Provinsi Jateng, terutama masyarakatnya. Diharapkan, EMCL bisa memberikan masukan positif dalam penyusunan raperda tersebut.

“Kami di sini untuk berdialog seputar usaha migas sehingga kami mendapat masukan saat menyusun raperda mengenai pendirian BUMD atau perseroda,” kata Legislator Gerindra itu, yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng.

A. Baginda Muhammad Mahfuz H.
(foto ariel noviandri)

Sementara, Anggota Pansus Baginda Muhammad menambahkan BUMD yang akan dibentuk nantinya dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar. Untuk itu, pihaknya ingin mengetahui sejauh mana ExxonMobil dapat bekerjasama dengan BUMD.

“Jika kami ingin bikin perusahaan (BUMD), kira-kira apa yang bisa dikerjasamakan dengan ExxonMobil? Karena, selama ini kekayaan alam di daerah banyak yang dikeruk/ dieksplor. Mungkin saja ada unit-unit dari ExxonMobil yang bisa bekerja sama dengan BUMD kita nantinya,” jelas Anggota Komisi C dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jateng itu.

Haryono.
(foto ariel noviandri)

Menanggapi hal itu, Haryono selaku perwakilan asset manager EMCL menjelaskan bahwa selama melakukan eksplorasi di Banyu Urip pihaknya menemukan banyak kandungan minyak. Dalam hal pengelolaannya, pemerintah pusat sudah meminta pemerintah daerah untuk ikut terlibat dengan pembagian 10% dari operator (ExxonMobil).

“Jadi, awal kerjasama dengan pemerintah pusat bentuknya adalah production sharing contract. Porsi pembagiannya adalah 85 persen langsung kami setorkan ke Menkeu, 15 persen untuk operator (EMCL), dan sekitar 1 persenan untuk pemerintah daerah. Untuk BUMD Jateng yang baru itu, bisa ikut dalam proses lelang penyediaan produksi bersama dengan kontraktor lainnya,” kata Haryono.

(kiri-kanan). Padmasari Mestikajati bersama Sriyanto Saputro menyerahkan plakat kepada Haryono sebagai cenderamata.
(foto ariel noviandri)

Dalam hal ini, pemerintah daerah yang masuk dalam Blok Cepu meliputi 4 daerah. Yakni Pemkab Blora, Pemkab Bojonegoro, Pemprov Jatim, dan Pemprov Jateng. 

“Kami berharap Lapangan Banyu Urip tetap menghasilkan sumber daya alamnya sehingga bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara ini,” tambahnya. 

Pansus saat melihat lokasi pengilangan minyak di Lapangan Banyu Urip. (foto ariel noviandri)

Data EMCL menyebutkan, produksi minyak di Lapangan Banyu Urip mampu menghasilkan 220 ribu barrel/hari. Awal produksi sekitar 165 ribu barrel per harinya.

Dari luasan wilayah lamparan minyak, sekitar 4,4% di Kabupaten Bojonegoro dan 2,18% di Kabupaten Blora. Saat ini tercatat ada 45 sumur minyak di Lapangan Banyu Urip. (cahyo/ariel)

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Collaborative Government

    SUKOHARJO – DPRD Provinsi Jateng mendukung prinsip pemerintahan kolaboratif (collaborative government) dalam pembangunan daerah. Prinsip itu disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jateng periode 2025-2030 di Hotel Grand Mercure, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (5/9/2026)

  • RAPAT PARIPURNA: Rumuskan Renja, Pokir DPRD 2027, & Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (3/9/2026), DPRD Provinsi Jateng membahas beberapa agenda. Diantaranya persetujuan rencana kerja (renja) DPRD 2027, persetujuan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD 2027, dan Penutupan Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025/2026 & Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027

  • Komisi E Bahas KB Pascapersalinan di Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal

    TEGAL — Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal, Rabu (2/9/2026), untuk memperoleh data dan informasi terkait penguatan kebijakan serta komitmen pemerintah daerah guna peningkatan Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP). Berdasarkan paparan Pemerintah Kabupaten Tegal, jumlah ibu bersalin hingga Juli 2026 mencapai 9.887 orang, dengan estimasi persalinan sepanjang tahun sebanyak 19.344 orang

  • Rehabilitasi Berkelanjutan untuk Menangani Lahan Kritis

    SURAKARTA – Luas lahan kritis di Provinsi Jateng selama 3 tahun terakhir berkurang sekitar 75 ribu hektare. Capaian itu menjadi modal penting pemerintah daerah untuk terus memperkuat rehabilitasi hutan dan lahan, sekaligus mencegah munculnya kawasan kritis baru yang berpotensi memicu bencana

  • Aliansi Jateng Guyub Sampaikan Aspirasi ke DPRD & Pemprov Jateng

    GUBERNURAN – DPRD Provinsi Jateng membuka ruang dialog untuk mengawal tuntutan yang disampaikan Aliansi Jateng Guyub kepada Pemerintah Provinsi. Sejumlah aspirasi warga dari berbagai daerah itu pun mulai ditindaklanjuti, mulai dari persoalan penyediaan truk angkutan tebu hingga peninjauan aktivitas tambang Galian C

  • Balai Tahura Karanganyar Butuh Pembenahan

    KARANGANYAR – Komisi D DPRD Provinsi Jateng menaruh perhatian serius terhadap masih terbatasnya sarana dan prasarana di Balai Taman Hutan Raya (Tahura) KGPAA Mangkunagoro I. Sejumlah fasilitas dinilai perlu segera dibenahi dan dilengkapi agar kawasan hutan seluas 2.549 hektare itu semakin optimal menjalankan fungsi konservasi, edukasi, mitigasi bencana hingga wisata alam