Kesenian Ebeg Banyumasan Jangan Pudar

IMG

TERIMA EBEG: Anggota DPRD Jateng Jasiman Lc menerima ebeg dari seninam Cilacap.(foto: azam adin)

CILACAP – Nguri-uri kebudayaan tradisional tampaknya sudah mulai pudar di zaman sekarang. Anggota DPRD Jateng Jasiman Lc mengingatkan akan pentingnya pelestarian budaya daerah. Hal itu diungkapkannya saat pergelaran pentas seni Ebeg Banyumasan di Dusun Nusa Indah, Desa Menganti, Kesugihan, Cilacap, Minggu (18/12/2022).

Dalam sambutannya Jasiman sangat mendukung kegiatan yang sifatnya nguri-uri kebudayaan.  Dukungan tidak hanya secara moril, melainkan secara anggaran. Jasiman juga menceritakan semasa kecil sangat senang sekali bermain ebeg-ebegan. Dibuat dari janur atau blarak dibentuk menyerupai ebeg.

“Adek-adek yang cilikane pada dolanan ebeg tak dongakna, muga-muga nek wis gedhe kaya nyong dadi anggota DPRD. Angger anggota DPR kuwe siki tumpakane mobil udu jaranan, soale jangkauane jauh, angger numpak kaya kiye ora gutul-gutul,” ucap anggota Komisi E.

Ia menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada Dusun Nusa Indah yang menjadikan tempatnya menjadi sentra sayuran.

Sebagai wakil rakyat, Jasiman Lc menyampakain agar tiap desa ada produk unggulan (one village one product), yang dengan produk unggulan itu maka desa ini akan menjadi “jujugan” atau didatangi orang dari mana saja.

Jadi ketika punya produk unggulan orang berdatangan untuk membeli sayuran atau orderan misalnya ke Dusun Nusa Indah sehingga dengan begitu akan berdampak pada meningkatnya ekonomi dan kesejahteraan.

Agus Widodo selaku Kasi Trantib Kecamatan Kesugihan berterimakasih pada panitia, terutama Mbah Rosidi karena sudah 30 tahun telah nguri-uri kebudayaan melestarikan ebeg Banyumasan. ia berharap kebudayaan ini akan selalu lestari.

“Apabila dibarengi dengan inovasi nanti paguyuban ini akan selalu ramai tentunya dengan tidak meninggalkan pakem.” Ujarnya.

Rianto Kepala Dusun Nusa Indah menyampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada Jasiman Lc karena telah mendengakan keluh kesah kami. “Alhamdulillah pada kesempatan ini telah terealisasi bantuan anggaran dari provinsi untuk kelompok ebeg Banyumasan Nusa indah.” tuturnya.(azam/priyanto)

Berita Terkait

  • DPRD DIY akan Tiru Kundapil

    GEDUNG BERLIAN – DPRD Provinsi Jateng menerima kunjungan kerja Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Provinsi DIY dalam rangka mengetahui penjadwalan kegiatan DPRD selama masa pandemi Covis-19. Pada kesempatan itu, Anggota Banmus DPRD Provinsi Jateng Sucipto mengatakan penjadwalan selama masa pandemi berjalan seperti biasa.

  • Karantina Hasil Pertanian Perlu Mekanisme Ketat

    YOGYAKARTA – Sekretaris Komisi B DPRD Jawa Tengah Muhammad Ngainirichard menginginkan ada mekanisme karantina serta pendataan secara baik setiap produk pertanian, perikanan, peternakan hingga hewan peliharaan yang masuk di Provinsi Jawa Tengah. Dengan mekanisme secara ketat, segala jenis produk yang keluar masuk daerah dapat teridentifikasi jelas. Dengan demikian bila ada yang membawa bakteri penyakit bisa segera teratasi

  • Komisi B Gelar Pemantauan Harga Sembako di Pasar Bandarharjo

    UNGARAN – Harga kedelai di pasaran masih tinggi. Sebagai bahan baku utama tempe tahu, harga kedelai masih Rp 14.000 per kg. Pengrajin maupun pedagang tempe tahu pun dilema antara menaikkan harga atau mengurangi takaran kedelainya. Keluhan tersebut dilontarkan sejumlah pedagang Pasar Bringharjo, Ungaran, kepada Komisi B DPRD Jateng saat berkunjung ke pasar tersebut, Selasa (15/11/2022).

  • Pimpinan DPRD Cek Logistik Posko Covid-19

    SEMARANG – Jajaran Pimpinan DPRD Jateng, Rabu (17/6/2020), mengecek ketersediaan logistik di Posko Gugus Tugas Covid-19 yang berada di kompleks Wisma Perdamaian, Kota Semarang. Dalam kesempatan itu mereka diterima petugas Posko Gugus Tugas Covid-19 Eri Prasetya.