Warga Lereng Lawu Tanam Pohon Demi Air

AJAK WARGA. Sumanto mengajak warga Desa Seloromo Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar, Sabtu (16/5/2026), untuk serentak menanam bibit pohon. (teguh prasetyo)
KARANGANYAR – ‘Aja nyen ana bencana, baru kita bertindak.’ Demikian penegasan Ketua DPRD Jateng Sumanto kepada warga dan sukarelawan ‘Jogo Kali’ Desa Seloromo Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar, Sabtu (16/5/2026).
Langit mendung menggantung di kawasan lereng Gunung Lawu saat puluhan warga berkumpul di sepanjang aliran Sungai Sejati. Udara dingin khas pegunungan menyelimuti kawasan hulu sungai itu ketika satu per satu bibit pohon mulai ditanam di tepian sungai. Di tengah suasana yang teduh, pesan mengenai ancaman kerusakan lingkungan dan krisis air disampaikan dengan nada serius.
Ungkapan tersebut bukan tanpa alasan. Sumanto menilai kesadaran masyarakat terhadap lingkungan kerap muncul setelah terjadi bencana. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya langkah pencegahan sejak dini melalui penghijauan dan perawatan kawasan tangkapan air.

Ia mengajak masyarakat menanam pohon-pohon yang memiliki kemampuan menyimpan cadangan air seperti beringin dan preh. Menurut dia penanaman pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi lingkungan jangka panjang bagi generasi mendatang.
“Kita menanam sekarang, setidaknya 5 sampai 10 tahun ke depan hasilnya dapat dirasakan oleh anak cucu kita. Sungai-sungai ada kawasan tangkapan air. Pohon-pohon yang kita tanam ini nantinya berfungsi menyimpan air. Air yang disimpan ini dapat menghindarkan kita dari krisis lingkungan,” ujarnya di hadapan warga Seloromo.
Ia menuturkan ancaman krisis air kini semakin nyata apabila kawasan hulu terus kehilangan vegetasi. Berkurangnya pepohonan membuat kemampuan tanah menyerap air menurun sehingga saat musim hujan rawan terjadi limpasan dan longsor, sedangkan pada musim kemarau debit air perlahan menyusut.

Kondisi itu sangat berbahaya bagi daerah-daerah yang menggantungkan kebutuhan air dari kawasan pegunungan. Apalagi, Desa Seloromo berada di daerah tinggi di lereng Gunung Lawu dan menjadi bagian penting dari hulu Sungai Sejati.
Keberadaan kawasan hulu tersebut memiliki fungsi vital menjaga keseimbangan ekosistem sungai hingga ke wilayah hilir. Jika kawasan tangkapan air rusak akibat minim penghijauan, maka dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat sekitar hulu tapi juga daerah di bawahnya yang berpotensi menghadapi kekeringan maupun bencana banjir.
Dalam kegiatan itu, sebanyak 100 bibit pohon ditanam di sepanjang aliran Sungai Sejati di wilayah Desa Seloromo. Kepala Desa Seloromo, Mono, menyambut baik gerakan penghijauan tersebut sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan desa.
Sumanto, selanjutnya, mengingatkan warga agar penanaman pohon tidak berhenti sebatas kegiatan simbolis. Ia meminta masyarakat secara berkala merawat bibit yang sudah ditanam, mulai dari pemupukan hingga memastikan tanaman tetap tumbuh baik.
“Jangan habis ditanam terus dibiarkan saja. Yakinlah, apa yang sampeyan lakukan sekarang ini akan bermanfaat untuk anak cucu sampeyan,” tandasnya. (boy/red.)







