Berdayakan Ormas secara Persuasif & Komunikatif

1636451939627

BAHAS ORMAS. Bapemperda DPRD Provinsi Jateng membahas soal pemberdayaan ormas bersama DPRD Provinsi DIY, Selasa (9/11/2021). (foto teguh prasetyo)

YOGYAKARTA – Dalam rangka penyusunan Raperda tentang Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Provinsi Jateng melakukan kegiatan pengayaan data dan informasi ke DPRD Provinsi DIY, Selasa (9/11/2021). Saat berdiskusi dengan Dewan setempat, Ketua Bapemperda DPRD Provinsi jateng Iskandar Zulkarnain mengatakan ada beberapa hal yang bisa dipelajari dengan DPRD DIY yakni dalam pemberdayaan ormas perlu mengedepankan pendekatan persuasif dan komunikatif.

“Kedua terkait fasilitasi penganggaran ormas. Dengan mendorong penguatan anggaran melalui eksekutif maupun pokir (pokok-pokok pikiran) Anggota Dewan,” kata Anggota Fraksi Gerindra itu.

Ia mengatakan raperda inisiatif tersebut merupakan tindak lanjut dari Undang Undang Nomor 16 Tahun 2017 tentang Ormas. “Dengan banyaknya ormas-ormas yang bermunculan, diperlukan regulasi untuk melakukan pemberdayaan,” ucapnya.

Menanggapinya, Wakil Ketua DPRD Provinsi DIY Huda Tri Yuliana menyampaikan bahwa selama ini DIY merupakan miniatur Indonesia karena hampir semua suku ada di DIY dan masing-masing memiliki ormas. Bahkan, salah satu ormas nasional yaitu Muhammadiyah berpusat di Provinsi DIY.

“Jadi, kami punya kepentingan untuk menjaga komunikasi dengan rekan-rekan ormas DIY. Karena kondisi itu, kami menjalankan komunikasi yang rutin dan baik dengan ormas yang ada, baik secara formal maupun non-formal,” kata Yuda.

Kemudian, berkaitan dengan fasilitasi kepada ormas, diberikan melalui pemerintah dan pokir DPRD Provinsi DIY. Bantuan itu diberikan satu persatu kepada ormas, khususnya yang merupakan representasi DIY.

“Peran ormas dalam bidang pembangunan, peningkatan sumber daya manusia, dan stabilitas keamanan, sangat besar. DIY itu guyub karena temen-temen ormasnya guyub. Bahkan, saat pandemi tercatat ratusan ambulans dan ribuan relawan dari ormas ikut bergotong royong bersama pemerintah membantu masyarakat,” tambahnya. (teguh/ariel)

Info Lainnya

  • Hadapi Kekeringan, Stok Air Bendungan Masih Aman

    JEPARA – DPRD Provinsi Jateng meminta pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Nur Saadah menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menjamin kebutuhan air masyarakat, termasuk memastikan distribusi bantuan air bersih dilakukan tanpa membebani warga terdampak.

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran.