Komisi B Berharap PT INKA Rekrut Usaha Kecil di Jateng

1 ka1

LIHAT GERBONG : Ketua Komisi B Sumanto beserta rombongan tengah melihat gerbong produksi dari PT INKA di Madiun.(foto: ervan ramayudha)

MADIUN – Industri Kereta Api (INKA) Persero sebagai salah satu BUMN mampu berinovasi dalam hal pengembangan teknologi transportasi. Perusahaan pembuat kereta api ini tengah melirik pengembangan usaha yakni mobil listrik dengan menyusun sebuah purwarupa atau prototipe terutama untuk moda transportasi massal sebuah mikrobus yakni E-Inobus 8M dan E-Inobus 12M.

Komisi B berharap pengembangan usaha dilakukan PT INKA bisa menggaet pemerintah daerah terutama Jateng supaya UKM yang dibina bisa menjadi penyalur bahan baku di perusahaan negara itu.

Ketua Komisi B Sumanto menyatakan, sekarang ini saja usaha pendampingan milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng terutama banyak yang berkembang baik di usaha metal, bahan mentah dan lainnya.

“Kalau ada yang bisa dikerjasamakan justru bagus. Dengan merangkul usaha maupun industri kecil untuk penyuplai di PT INKA,” ucapnya saat bersama rombongan mendatangi kantor yang berpusat di Jalan Yos Sudarso, Madiun, Kamis (13/1/2022). Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Jateng Quatly Abdulkadir Alkatiri turut hadir bersama Komisi B dengan didampingi Kasi Pengendalian dan Informasi Industri Non Agro Dinas Perindustrian (Disperindag) Jawa Tengah Iwan Indrawan.

General Manager PT INKA Junaidi memaparkan, secara visi merupakan perusahaan manufaktur dan bisnis terkait yang memberikan solusi terpadu untuk sistem transportasi darat yang berkelanjutan. Menciptakan solusi transportasi terpadu dalam sistem transportasi massal angkutan barang dan Komuditas.

Mengenai mobil listrik, lanjut dia, PT INKA juga telah memproduksi cable car atau kereta gantung.

Wakil Ketua Komisi B Sri Marnyuni menanyakan terkait pengembangan mobil listrik yang suatu saat bisa dimiliki oleh perorangan dan atau mungkin bisa dipergunakan di daerah pariwisata. Anggota Komisi B Imam Teguh Purnomo menanyakan soal apakah ada yang dikerjasamakan dengan UMKM seperti pembuatan roda dan lain sebagainya yang telah telah dikerja sama kan oleh PT. INKA Harapan kedepannya nanti industri kecil yang ada di Jawa Tengah nanti mampu dan bisa menjadi penyalur di PT INKA ini.

Di akhir acara Wakil Ketua DPRD Quatly Abdulkadir Alkatiri memberikan apresiasi atas produk yang telah dihasilkan oleh PT. INKA Persero. Diakuinya perusahaan milik negara (BUMN) ini telah mendapatkan pengakuan dari luar negeri.(ervan/anif)

Berita Terkait

  • Saatnya DAS Bengawan Solo Ditata Lagi

    MADIUN – Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah beserta rombongan berkunjung ke Kantor Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) di Kabupaten Madiun. Dipimpin Ketua Komisi Alwin Basri pada Kamis (13/1/2022), guna pengayaan kebijakan pengelolaan sumber daya air dan penanganan banjir.

  • Pentingnya Evaluasi Target Pendapatan 2027 yang Realistis

    SURAKARTA – Rapat Koordinasi Pendapatan Tahun 2027 yang diselenggarakan Bapenda Provinsi Jateng di Kota Surakarta, Selasa (7/4/2026), menjadi ajang penting bagi pemerintah daerah untuk membahas langkah strategis meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Acara itu dihadiri Pimpinan DPRD Jateng, Badan Anggaran, Gubernur & Wakil Gubernur, dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah.

  • Kebun Benih Ngawen Salatiga Dipantau

    SALATIGA – Komisi C DPRD Provinsi Jateng melaksanakan monitoring kinerja Kebun Pembenihan Ngawen Kota Salatiga, Jumat (9/10/2020). Disana, rombongan dewan bersama Kepala Balai Benih Tanaman Perkebunan Distanbun Jateng Indri Nurseptiorini membahas kinerja pada 2020 ini. Performa Kebun Pembenihan Ngawen Kota Salatiga di masa New Normal (adaptasi kebiasaan baru) memang kurang menggembirakan.

  • Terminal Purbalingga Perlu Pembenahan

    PURBALINGGA –  Komisi D DPRD Provinsi Jateng meninjau terminal tipe B di Kabupaten Purbalingga, Jumat (14/10/2022). Dalam pemantauan itu, Dewan melihat masih banyak kekurangan terutama pada sarana dan prasarana seperti banyak jalan berlubang, saluran air, ruang kantor, dan ada beberapa atap yang masih bocor.