Pentingnya Evaluasi Target Pendapatan 2027 yang Realistis

0A6A8608 (1)

Sumanto. (foto teguh prasetyo)

SURAKARTA – Rapat Koordinasi Pendapatan Tahun 2027 yang diselenggarakan Bapenda Provinsi Jateng di Kota Surakarta, Selasa (7/4/2026), menjadi ajang penting bagi pemerintah daerah untuk membahas langkah strategis meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Acara itu dihadiri Pimpinan DPRD Jateng, Badan Anggaran, Gubernur & Wakil Gubernur, dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah.

Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto menekankan pentingnya evaluasi target pendapatan 2027 yang realistis namun tetap optimistis. “Kami mendorong agar setiap OPD penghasil, BLUD, dan BUMD tidak hanya sekadar menyodorkan angka konkret tapi juga intensifikasi tunggakan, optimalisasi retribusi dan kinerja BUMD,” ujarnya.

Harapannya, rapat koordinasi ini menghasilkan kesepakatan target pendapatan yang reliabel sehingga program prioritas pembangunan seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur tetap berjalan lancar demi kesejahteraan masyarakat Jateng. Kondisi ekonomi global yang bergejolak akibat kondisi geopolitik di Timur Tengah menyebabkan lonjakan inflasi sehingga pemerintah harus melakukan efisiensi.

Hal itu sangat dirasakan pemerintah daerah seiring berkurangnya anggaran transfer pusat sebesar Rp 1,52 triliun sehingga daerah harus betul-betul mandiri. Dengan demikian, lanjut Sumanto, evaluasi target pendapatan yang realistis menjadi kunci untuk meningkatkan PAD sekaligus mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Jateng. (agung/red.)

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Collaborative Government

    SUKOHARJO – DPRD Provinsi Jateng mendukung prinsip pemerintahan kolaboratif (collaborative government) dalam pembangunan daerah. Prinsip itu disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jateng periode 2025-2030 di Hotel Grand Mercure, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (5/9/2026)

  • RAPAT PARIPURNA: Rumuskan Renja, Pokir DPRD 2027, & Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (3/9/2026), DPRD Provinsi Jateng membahas beberapa agenda. Diantaranya persetujuan rencana kerja (renja) DPRD 2027, persetujuan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD 2027, dan Penutupan Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025/2026 & Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027

  • Komisi E Bahas KB Pascapersalinan di Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal

    TEGAL — Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal, Rabu (2/9/2026), untuk memperoleh data dan informasi terkait penguatan kebijakan serta komitmen pemerintah daerah guna peningkatan Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP). Berdasarkan paparan Pemerintah Kabupaten Tegal, jumlah ibu bersalin hingga Juli 2026 mencapai 9.887 orang, dengan estimasi persalinan sepanjang tahun sebanyak 19.344 orang

  • Rehabilitasi Berkelanjutan untuk Menangani Lahan Kritis

    SURAKARTA – Luas lahan kritis di Provinsi Jateng selama 3 tahun terakhir berkurang sekitar 75 ribu hektare. Capaian itu menjadi modal penting pemerintah daerah untuk terus memperkuat rehabilitasi hutan dan lahan, sekaligus mencegah munculnya kawasan kritis baru yang berpotensi memicu bencana

  • Aliansi Jateng Guyub Sampaikan Aspirasi ke DPRD & Pemprov Jateng

    GUBERNURAN – DPRD Provinsi Jateng membuka ruang dialog untuk mengawal tuntutan yang disampaikan Aliansi Jateng Guyub kepada Pemerintah Provinsi. Sejumlah aspirasi warga dari berbagai daerah itu pun mulai ditindaklanjuti, mulai dari persoalan penyediaan truk angkutan tebu hingga peninjauan aktivitas tambang Galian C

  • Balai Tahura Karanganyar Butuh Pembenahan

    KARANGANYAR – Komisi D DPRD Provinsi Jateng menaruh perhatian serius terhadap masih terbatasnya sarana dan prasarana di Balai Taman Hutan Raya (Tahura) KGPAA Mangkunagoro I. Sejumlah fasilitas dinilai perlu segera dibenahi dan dilengkapi agar kawasan hutan seluas 2.549 hektare itu semakin optimal menjalankan fungsi konservasi, edukasi, mitigasi bencana hingga wisata alam