Pentingnya Kualitas Jalan Provinsi

PANTAU JALAN. Komisi D DPRD Provinsi Jateng memantau kondisi Jalan Provinsi di ruas Jalan Wonotunggal-Surjo, Jumat (12/6/2026). (foto ayuandani dwi purnama sari)
BATANG – Guna mendapatkan data dan informasi untuk penyusunan Naskah Akademik (NA) dan draft Raperda tentang Penyelenggaraan Standardisasi Jalan Provinsi, Komisi D DPRD Provinsi Jateng meninjau 2 ruas jalan milik provinsi. Pertama di ruas Jalan Wonotunggal-Surjo di Kabupaten Batang dan kedua di ruas Jalan Wiradesa-Kajen Kabupaten Pekalongan, Jumat (12/6/2026).
Saat meninjau ruas Wonotunggal-Surjo, Komisi D didampingi oleh Kabid Bina Marga Dinas PU BMCK Provinsi Jateng Temmy Purboyono dan Badan Pengelola Jalan (BPJ) Batang. Ruas jalan Wonotunggal-Surjo itu memiliki panjang jalan 920 meter. Dengan adanya pantauan itu, diketahui kondisi jalan di ruas Wonotunggal-Surjo Kabupaten Batang dengan keadaan baik.
Komisi D kemudian melanjutkan monitoring ke lokasi kedua di ruas jalan Wiradesa-Kajen dengan panjang jalan 1,6 km dengan lebar jalan hingga 7 meter setelah ada pelebaran jalan. Nur Sa’adah selaku Ketua Komisi D ingin memastikan keadaan jalan provinsi di sekitar Pantura sudah baik.

“Kami dapat laporan jalan mantapnya sudah 85 persen, dari pengerjaan pada 2025. Makanya kami ke sini, dan kondisi jalan ini memang baik,” ujarnya.
Anggota Komisi D, Andang Wahyu Triyanto, juga menggarisbawahi mengenai buruknya kondisi jalan di daerah Brebes. “Sepertinya posisi jalan jelek ada di arah Kajen ya, dan wilayah Brebes jelek semua. Ini harus diperhatikan jalan jeleknya, karena concern kita itu. Ini yang jadi masalah yang menyebabkan Brebes kepengen misah karena ini. Karena jalannya tidak segera diperbaiki, pilihannya mending misah aja pengen berdiri sendiri. Makanya, harus diperhatikan jalannya juga harus segera diperbaiki,” tegasnya.
Nur Sa’adah menambahkan prioritas Komisi D adalah masalah menurunnya kualitas jalan yang harus menjadi perhatian. “Kami berharap Dinas PU memperhatikan selalu kualitas jalan di Provinsi ya. Jangan sampai jadi ada anggapan pemerintah tidak perhatian dengan perbatasan. Jadi, banyak masyarakat komplain. Wah, ini dari Jawa Barat jalannya bagus, begitu masuk Jawa Tengah jalannya jadi keriting. Jadi, usulan teman-teman diperhatikan juga untuk jalan yang perbatasan,” tutup Ida. (nta/red.)







