Perlu Ada Keberlanjutan Program Penanganan Kemiskinan, Stunting, RTLH

WhatsApp Image 2024 05 03 at 13.35.28 (3)

CENDERA MATA : Jajaran Pansus X menyerahkan cendera mata kepada Pj Sekda Karanganyar Zulfikar Hadidh.(foto: sonidinata)

KARANGANYAR – Pansus X DPRD Jateng menginginkan Pemkab Karanganyar dapat memberi masukan/evaluasi pencapaian program APBD 2023. Masukan tersebut sangat penting guna menjadi bahan evaluasi  dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur.

Penegasan itu disampaikan Wakil Ketua Pansus X, M Yunus saat memimpin rombongan dihadapan jajaran OPD Karanganyar, Jumat (3/5/2024). Penjabat Sekda Karanganyar Zulfikar Hadidh hadir langsung pada kesempatan itu.

“Evaluasi kinerja Gubernur pada APBD 2023 sangat penting. Tidak hanya capaian yang telah dirasakan Karanganyar, melainkan juga ketidatercapaian program patut disampaikan untuk bahan evaluasi,” ucap dia.

Sebagaimana diketahui ada empat poin belum tercapainya program kerja Pemprov Jateng yakni kemiskinan ekstrem, kasus stunting, pengangguran terbuka, dan berkurangnya lahan sawah lestari.

Pada kesempatan itu pula, sejumlah anggota Pansus menyampaikan sejumlah catatan. Anton Lami Suhadi menyoroti seputar sawah lestari, mengingat Karanganyar masuk salah satu daerah penyangga ketahanan pangan. Demikian juga disorot mengenai sinkronisasi di kawasan Solo raya bila Kota Surakarta bakal menjadi kota metropolitan.

Yunus turut menambahkan pada RPJMD Karanganyar disinggung capaian pembangunan manusia. Tentu ketersediaan lapangan kerja menjadi penting.

“Bagaimana kontribusi dari Pemprov pada penyiapan lapangan kerja di daerah. Apakah sudah terasa atau belum,” katanya.

Zulfikar selanjutnya menjelaskan, perhatian Pemprov Jateng untuk daerahnya terbilang cukup memberi andil dalam program pembangunan daerah. Hanya saja, program itu untuk selanjutnya tidak saja berhenti pada 2023 semata, namun terus berkelanjutan.

Disebutkan untuk penanganan stunting saat ini masih menyisakan 2.105 kasus, kemiskinan ekstrem masih 9,79 persen. Selain itu indeks pembangunan manusia (IPM) meningkat 7 persen.

“Untuk bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), kami harapkan bisa terus ada. Bila ditopang murni dengan APBD kami, tidak bisa mengcover secara keseluruhan,” kata dia.

Juga dikemukakan pula, untuk infrastruktur jalan terutama masuk kategori jalan provinsi, Pemkab Karanganyar meminta supaya lampu penerangan jalan umum diperbanyak. Mengingat kekurangan JPU banyak berada di daerah perbukitan.

“Masalah tersebut yang bisa kami utarakan kepada Pansus X. Besar harapan program dari provinsi masih ada untuk Karanganyar,” kata dia.

Anggota Pansus Joni Setiawan menyoroti soal pemilahan antara program provinsi dengan kabupaten yang menjadi indikator keberhasilan pembangunan di Karanganyar.

Zulfikar menyebutkan sejauh ini untuk indikator keberhasilan pembangunan tidak bisa diukur dari pembagian wewenang.

“Kami belum pernah menyatakan keberhasilan ini dari program provinsi atau kabupaten. Karena sudah menjadi satu kesatuan program, maka semestinya sudah menjadi milik bersama,” kata dia.(soni/priyanto)

Info Lainnya

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Laporan Bulanan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak, mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah, periode data 1-28 Juni 2026. Ringkasan Eksekutif – DPRD Jawa Tengah Pada periode 1–28 Juni 2026, pemberitaan mengenai DPRD…

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 29 June 2026 – 5 July 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 29 Juni 2026 – 5 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.