WORKSHOP DPRD: Peran DPRD dalam Pembahasan LKPj Kepala Daerah

Screenshot 20220423

SOAL LKPj. Sukirman memberikan sambutan dalam kegiatan bintek ‘Workshop DPRD Provinsi Jateng’ dengan tema ‘Peran DPRD dalam Pembahasan LKPj Kepala Daerah’ di Hotel Royal Ambarukmo Yogyakarta, Jumat (22/04/2022). (foto con dinata)

YOGYAKARTA – Siklus pembangunan selalu dimulai dari evaluasi atas apa yang telah dilakukan, menemukan permasalahan, yang kemudian menjadi feedback untuk ditindaklanjuti dalam dokumen perencanaan pembangunan. Hal tersebut menjadi sorotan utama dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) gubernur setiap tahunnya.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman, mewakili Ketua DPRD Bambang Kusriyanto, dalam sambutan kegiatan bimbingan teknis (bintek) ‘Workshop DPRD Provinsi Jateng’ dengan tema ‘Peran DPRD dalam Pembahasan LKPj Kepala Daerah’ di Hotel Royal Ambarukmo Yogyakarta, Jumat (22/04/2022). Acara itu dihadiri Sekda Provinsi Jateng Sumarno beserta jajarannya.

“Mustahil membangun atau menentukan langkah ke depan tanpa berpijak pada pengalaman yang telah lewat. Harus ada pijakannya, ada kajian-kajian ilmiahnya secara obyektif agar arah pembangunan kita tepat pada sasaran,” katanya.

Dalam workshop itu, ia berharap semakin mempertajam dan meningkatkan peran DPRD menjalankan tugas dan fungsi utamanya dalam pengawasan pelaksanaan pembangunan. Dengan begitu, dapat terus berjalan mewujudkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Jateng.

“Workshop memang tidak mengambil satu keputusan politik dan kebijakan apapun tapi workshop mempunyai peran untuk memberikan penilaian kritis dan catatan khusus agar dapat kita bawa dalam rapat-rapat yang akan menghasilkan keputusan-keputusan politik,” ujarnya.

Ia juga menyinggung mengenai pembentukan Badan Riset Daerah (Brida). Ia menilai adanya Badan itu penting untuk semakin mempertajam arah pembangunan di Jateng.

“Kami (DPRD) mendorong optimalisasi Brida itu. Tentu, harapannya dapat membantu menentukan arah pembangunan berdasarkan data yang valid berdasar kajian obyektif,” tandasnya. (hos/ariel)

Info Lainnya

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 29 Juni 2026 – 5 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.

  • Pilkades Serentak 2026, Komisi A Pantau Kesiapan Sukoharjo

    SUKOHARJO – Menghadapi Pilkades Serentak 2026, Komisi A DPRD Provinsi Jateng memonitor kesiapan beberapa kabupaten, salah satunya Sukoharjo. Saat berdiskusi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa (DPMD) Kabupaten Sukoharjo di Mal Pelayanan Publik (MPP), Senin (13/7/2026), Komisi A menyoroti aspek administrasi, tahapan pelaksanaan, hingga pembiayaannya.

  • Hadapi Kekeringan, Stok Air Bendungan Masih Aman

    JEPARA – DPRD Provinsi Jateng meminta pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Nur Saadah menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menjamin kebutuhan air masyarakat, termasuk memastikan distribusi bantuan air bersih dilakukan tanpa membebani warga terdampak.