Tol Laut, Ekosistem Harus Terjaga

IMG

DENGARKAN PAPARAN. Wakil Ketua Komisi D Hadi Santoso mendengarkan paparan dari Kasubit Pelaksana dan Pengendalian Direktorat Jalan Bebas Hambatan dan Perkotaan Kementerian PUPR RI Hardy Pangihutan Siahaan.(Foto: Teguh P)

JAKARTA – Proyek pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak segera dimulai. Secara konstruksi, jalan sepanjang 27 kM itu juga akan berfungsi sebagai tanggul laut.

Wakil Ketua Komisi D Hadi Santoso.(foto teguh p)

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso menjelaskan, kurang lebih sepanjang 10,69 km konstruksi bangunan berupa tanggul laut yang membentang dari Kaligawe (Kota Semarang) sampai Morosari, Kecamatan Sayung (Demak).

“Kami menyambut baik, ini (tol Semarang-Demak) harapan masyarakat agar segera terbebas dari rob, ekosistem dan daya dukung lingkungan tetap harus jadi prioritas,” terangnya

Wakil Ketua Komisi D Hadi Santoso berdiskusi dengan Sekretaris M Chamim Irfani

Menurut anggota Fraksi PKS tersebut, daerah yang ditanggul merupakan kawasan hilir Kali Babon dan Kali Sringin dan juga titik terparah abrasi. Karena itulah perlu penanganan dan perhatian khusus.

“Limpahan air sungai, sedimentasi, perubahan arus air laut, dan tentunya ekosistem flora, fauna perlu benar-benar diperhatikan, jangan sampai niat baik, berujung kerusakan karena kurang matangnya perencanaan,” lanjutnya

Berdasarkan detail engginering design (DED) selain tanggul laut juga akan dilengkapi oleh dua kolam retensi seluas 240 hektare dan 45 hektare sebagai lokasi penampungan drainase di kawasan yang kerap rob. Permasalahannya di kawasan pesisir itu banyak tumbuh spesies mangrove yang khas dan banyak biota laut dan sungai. Lanjut Hadi, pemerintah perlu mencarikan solusi tidak merusak ekosistem di tempat itu.

Proyek tol Semarang-Demak direncanakan menghabiskan biaya Rp 12,24 triliun dengan membutuhkan lahan seluas 5.352.216 M2 setara dengan 1.523 bidang tanah. Sampai sekarang ini lahan sudah dibebaskan seluas 446.426 M2 (8,34%).

Ada 21 Kelurahan/desa yang terlewati yang tersebar di lima kecamatan yaitu di Kota Semarang yakni Kecamatan Genuk, sementara di Demak yakni Kecamatan Sayung, Karangtengah, Wonosalam, Demak Kota. Pembangunannya akan dikelola oleh Badan Usaha Jalan Tol PT Pembangunan Perumahan (PP) Semarang-Demak yang merupakan konsorsium PT PP, WIKA, MMM akan selesai tahun 2024.(teguh/priyanto)

Info Lainnya

  • Hadapi Kekeringan, Stok Air Bendungan Masih Aman

    JEPARA – DPRD Provinsi Jateng meminta pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Nur Saadah menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menjamin kebutuhan air masyarakat, termasuk memastikan distribusi bantuan air bersih dilakukan tanpa membebani warga terdampak.

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran.