• Beranda
  • Profil
    • Selayang Pandang
    • Tugas dan Wewenang
    • Visi & Misi
    • Kewajiban Anggota
  • Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
    • Fraksi Demokrat
    • Fraksi Gerindra
    • Fraksi Golkar
    • Fraksi Amanat Nasdem Solidaritas
    • Fraksi PDI Perjuangan
    • Fraksi PKB
    • Fraksi PKS
    • Fraksi PPP
  • Kelengkapan Dewan
    • Komisi A
    • Komisi B
    • Komisi C
    • Komisi D
    • Komisi E
    • Badan Kehormatan
    • Badan Musyawarah
    • Badan Pembentukan Peraturan Daerah
    • Badan Anggaran
  • Setwan
    • Tentang Setwan
    • Bagian Umum
    • Bagian Persidangan
    • Bagian Keuangan
    • Bagian Humas
    • Jabatan Fungsional
  • SIPELAWAN
  • PPID
    • SOP Pengaduan
  • JDIH
  • Survey
  • BERITA
    • Berita Pimpinan
    • Berita Komisi A
    • Berita Komisi B
    • Berita Komisi C
    • Berita Komisi D
    • Berita Komisi E
    • Berita Pansus
    • Berita Badan Anggaran
    • Berita Badan Kehormatan
    • Berita Badan Musyawarah
    • Berita Bapemperda
Rabu, 25 Februari 2026
No Result
View All Result
DPRD JATENG
No Result
View All Result
DPRD JATENG
No Result
View All Result
Home BERITA

Tata Kelola Pendapatan Daerah Kepri Perlu Ditiru

14/10/2019
in BERITA, KOMISI C
Tata Kelola Pendapatan Daerah Kepri Perlu Ditiru

BAHAS PENDAPATAN. Komisi C bersama Biro Umum dan BPPD Jateng studi banding di Pemprov Kepulauan Riau, Senin (14/10/2019).(Foto: Sunu AP)

TANJUNG PINANG – Komisi C DPRD Jateng studi banding tentang optimalisasi aset daerah, terutama di Biro Umum untuk meningkatkan pendapatan daerah ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin (14/10/2019).

Komisi C di Setda Provinsi Kepri.(foto sunu ap)

Rombongan Komisi C didampingi Kepala Biro Umum Setda Provinsi Jateng Edi Supriyatna dan Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Tavip Supriyanto diterima Staf Ahli Gubernur Kepri Bidang Pemerintahan dan Hukum Maryani Eko dan Kepala Biro Umum Kepri Maezanul.

Ketua Komisi C Asfirla Harisanto mengatakan, Biro Umum Setda Jateng selama ini belum pernah mencapai target, meskipun targetnya diturunkan. Termasuk aset ruang VIP di Bandara Ahmad Yani.

“Belum lama ini muncul diskusi apakah retribusi lounge VIP di bandara perlu ditarik apa tidak,” ujar politikus PDI Perjuangan itu.

Demikian pula, Bogi – sapaan akrab Ketua Komisi C itu melanjutkan, Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Jateng, pekerjaannya sangat berat, bahkan tidak mengenal hari libur. Sabtu dan Minggu selalu ada yang bekerja menjemput pembayar pajak kendaraan bermotor di lokasi-lokasi tertentu seperti car free day maupun mal samsat.

“Bagaimana di Provinsi Kepri?” tanyanya.

Menanggapi hal itu, Maryani Eko mengatakan kegiatan Badan Pengelola Pajak dan Retribusi (BP2RD) hampir sama. Mereka membentuk Unit-unit Pelaksana Teknis hingga ke Mall menjemput pembayar pajak juga menggencarkan sosialisasi lewat pameran-pameran pembangunan.

“Hanya saja karena sistemnya close list sesuai UU Perpajakan, kita tidak bisa seperti dulu boleh berkreasi dalam memungut pajak untuk menambah Pendapatan Asia Daerah (PAD),” tuturnya.

Sedang untuk VIP Bandara, lanjut Maryani, selain tidak dipungut retribusi, Biro Umum sebaliknya menyubsidi berupa konsumsi untuk tamu-tamu VIP.

Anggota Komisi C dari F-PKS Riyono menanyakan penanganan atas aset-aset idle (tidak jelas statusnya) dan tax amnesty yang diberikan kepada penunggak pajak kendaraan bermotor, apakah diskon pajak, pembebasan denda atau pemutihan.

Menurut Maryani aset-aset Pemprov Kepri termasuk jaringan PDAM semuanya warisan provinsi induk (Riau) dan saat ini penyelesaiannya masih berproses. Banyak yang tidak memiliki legalitas, sehingga untuk optimalisasi aset belum bisa. Sedang tax amnesty kepada penunggak pajak diberikan diskon pajak (sampai 40%) juga pembebasan denda.

Pernyataan Maryani terkait diskon pajak langsung didalami oleh anggota Komisi C dari F-PDI Perjuangan Baginda Muhammad Mahfuz.

“Seberapa efektif kebijakan pemotongan pajak tersebut terhadap kenaikan pendapatan dari sektor pajak itu? Mengingat strategi meningkatkan pajak dengan memotong pajak?” ujarnya.

Kemudian anggota Komisi C MH Zainudin menanyakan pendapatan primadona Kepri itu apa dan seberapa besar ketergantungan Kepri terhadap dana perimbangan dari Pusat.

“Kalau di Jateng 50 sampai 55 persen dari pendapatan sendiri,” kata politikus yang juga dari PDI Perjuangan itu.

Hasilnya efektif, tutur Maryani, pendapatan sektor pajak faktanya meningkat (tanpa menyebut angkanya). Hal itu dikarenakan kondisi Kepri yang wilayahnya 94 persen lautan. Banyak masyarakat yang kemudian mau membayar pajak yang tertunggak.

“Padahal sebelumnya mereka sembunyi,” simpulnya.

Mengenai pendapatan primadona Kepri, Maryani menyebut pariwisata dan pajak. Meski sesuai wilayah kepulauan yang daratannya hanya 6% seharusnya perikanan. Dia juga mengakui ketergantungan terhadap dana perimbangan sangat tinggi.

“Ya karena PAD Kepri masih rendah, kami sangat tergantung, sampai di atas 70 persen,“ akunya.(sunu/priyanto)

Previous Post

Dewan Dorong Distribusi Bibit Berkualitas bagi Masyarakat

Next Post

Harga Murah, Fasilitas Pemprov Jateng di Jakarta Layak Jadi Pilihan

Staf Admin

Staf Admin

Related Posts

Inovasi untuk Optimalisasi Pelayanan Publik
BERITA

Inovasi untuk Optimalisasi Pelayanan Publik

25/02/2026
Pentingnya Pembaruan Aturan Sempadan Sungai
ALAT KELENGKAPAN DEWAN

Pentingnya Pembaruan Aturan Sempadan Sungai

24/02/2026
Ingin Berkebun? Agro Edukasi Alpukat Magelang Layak Dikunjungi
BERITA

Ingin Berkebun? Agro Edukasi Alpukat Magelang Layak Dikunjungi

24/02/2026
Perguruan Tinggi Berperan dalam Peningkatan SDM & Riset Daerah
BERITA

Perguruan Tinggi Berperan dalam Peningkatan SDM & Riset Daerah

20/02/2026
Sektor Industri & Pariwisata Mampu Jadi Kunci Ekonomi Jateng
BERITA

Sektor Industri & Pariwisata Mampu Jadi Kunci Ekonomi Jateng

20/02/2026
Komisi C & BPKA DIY Diskusikan Pengembangan BUMD
BERITA

Komisi C & BPKA DIY Diskusikan Pengembangan BUMD

07/02/2026
Next Post
Harga Murah, Fasilitas Pemprov Jateng di Jakarta Layak Jadi Pilihan

Harga Murah, Fasilitas Pemprov Jateng di Jakarta Layak Jadi Pilihan

Tol Semarang–Demak Akan Segera Dibangun

Tol Semarang–Demak Akan Segera Dibangun

  • Beranda
  • Profil
  • Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
  • Kelengkapan Dewan
  • Setwan
  • SIPELAWAN
  • PPID
  • JDIH
  • Survey
  • BERITA

© 2025 · DPRD Provinsi Jawa Tengah

No Result
View All Result
  • # AKD (Mobile View)
  • # Fraksi (Mobile View)
  • # Kelengkapan (Mobile View)
  • # Profil (Mobile View)
  • # SIPELAWAN (Mobile View)
  • Berita Badan Anggaran
  • Berita Badan Kehormatan
  • Berita Badan Musyawarah
  • Berita Bapemperda
  • Berita Komisi A
  • Berita Komisi B
  • Berita Komisi C
  • Berita Komisi D
  • Berita Komisi E
  • Berita Pansus
  • Berita Pimpinan
  • Dapil
  • Fraksi
    • Fraksi Amanat Nasdem Solidaritas
    • Fraksi Demokrat
    • Fraksi Gerindra
    • Fraksi Golkar
    • Fraksi PDI Perjuangan
    • Fraksi PKB
    • Fraksi PKS
    • Fraksi PPP
  • Home DPRD Provinsi Jawa Tengah
  • Jabatan Fungsional
  • Kelengkapan Dewan
    • Badan Anggaran
    • Badan Kehormatan
    • Badan Musyawarah
    • Badan Pembentukan Peraturan Daerah
    • Komisi
      • Komisi A
      • Komisi B
      • Komisi C
      • Komisi D
      • Komisi E
      • Tentang Komisi
  • KOMISI A
  • Kontak Kami
  • Legislasi
  • Majalah
  • New Home 2025
  • News (Mobile View)
  • Pengaduan Masyarakat
  • Pimpinan
  • PIMWAN
  • PIMWAN
  • Profil
    • Kewajiban Anggota
    • Selayang Pandang
    • Tugas dan Wewenang
    • Visi & Misi
  • Setwan
    • Bagian Humas
    • Bagian Keuangan
    • Bagian Persidangan
    • Bagian Umum
    • Tentang Setwan
  • Simpelawan (Mobile View)
  • Visi dan Misi

© 2025 · DPRD Provinsi Jawa Tengah