Sarpras SMAN 2 Salatiga Belum Memadai

IMG

KUNJUNGI SEKOLAH. Komisi E DPRD Jateng saat berkunjung ke SMAN 2 Kota Salatiga, Senin (12/8/2019), membahas soal perkembangan sarpras sekolah. (foto priskilla candra cahyaningtyas)

SALATIGA – Komisi E DPRD Jateng berkunjung ke SMA Negeri 2 Kota Salatiga, Senin (12/8/2019), untuk melihat perkembangan sarana/ prasarana (sarpras) sekolah pasca alih status kewenangan dari pemkab/ pemkot ke pemprov. Dalam pantauan itu, Anggota Komisi E Sumarsono mengatakan pengajuan proposal kebutuhan sapras sekolah tetap diseleksi.

Dalam penyeleksiannya, kata dia, akan dilihat skala prioritas masing-masing sekolah. Menurut dia hal tersebut dilakukan agar sekolah yang mempunyai keadaan lebih memprihatinkan bisa mendapatkan perhatian khusus terlebih dahulu dan masuk dalam skala prioritas tersebut.

“Maka dari itu, tidak ada salahnya mengirimkan proposal pengajuan yang ditembusi oleh Komisi E karena kami akan membahasnya dalam rapat dan menentukan skala prioritas yang ada,” katanya.

Anggota Komisi E DPRD Jateng Jamaludin menimpali, dengan adanya pemenuhan sarpras yang memadai, sekolah-sekolah di Provinsi Jateng harus maju dengan prestasi-prestasi yang diperoleh. Tujuan lainnya, SMA/ SMK negeri mempunyai daya saing tinggi bersama sekolah-sekolah lainnya di Jateng.

“Dalam segi pengajuan bantuan guna sarana dan prasarana sekolah dapat dimasukan ke proposal dan diberikan oleh cabang dinas atau ditembusi kepada Komisi E DPRD Jateng,” tutur Jamal.

Menanggapi hal itu, Kepala SMAN 2 Kota Salatiga Muhammad Sahri mengatakan, dari total 900an siswa yang ada, ada yang sudah mencapai beberapa prestasi menggembirakan dan membanggakan. Meski begitu, ada beberapa fasilitas yang menjadi perhatian penting guna menunjang kegiatan belajar dan mengajar serta prestasi siswa tersebut. Misalnya pendirian ruang kelas baru dan mushola, mengingat jumlah siswa yang bertambah setiap tahunnya.

“Jika ingin ibadah bersama di mushola sudah tidak cukup untuk menampung semua murid sehingga harus dibagi menjadi dua ruangan, laki-laki ada di mushola dan putri beribadah di aula,” tutur Sahri. (tyas/ariel)

Info Lainnya

  • Hadapi Kekeringan, Stok Air Bendungan Masih Aman

    JEPARA – DPRD Provinsi Jateng meminta pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Nur Saadah menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menjamin kebutuhan air masyarakat, termasuk memastikan distribusi bantuan air bersih dilakukan tanpa membebani warga terdampak.

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran.