Proyek Jalan Blora Harus Perhatikan Penataan Drainase

IMG

PANTAU JALAN. Komisi D DPRD Jateng saat memantau Proyek Jalan Purwodadi-Blora di Kabupaten Blora, (2/5/2019). (foto teguh prasetyo)

BLORA – Dalam proyek peningkatan jalan, semua pekerjaan harus memperhatikan penataan drainase. Penegasan itu disampaikan Hadi Santoso, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, saat memimpin rombongannya dalam pantauan proyek jalan provinsi di Kabupaten Blora, Kamis (2/5/2019).

Ia mengatakan hal tersebut sudah menjadi kesepakatan bersama bahwa setiap ada peningkatan jalan, maka harus mengacu pada konsep standardisasi jalan provinsi. Dimana, di dalamnya harus ada perkerasan jalan dan penataan sistem drainase.

“Di sini, kami memantau ruas Jalan Kunduran-Ngawen, Blora, Paket 1 Tahun 2018 sepanjang 1 km. Kondisi jalan ini merupakan jalan utama, jalur tengah kalau untuk di Pantura Timur. Memang, kondisi riil jalannya sangat padat. Hal tersebut sudah kami sampaikan ke dinas dan ada satu catatan evaluasi bahwa setiap ada peningkatan selalu menggunakan konsep standarisasi jalan provinsi,” tegas Politikus PKS itu.

Komisi D saat memantau proyek peningkatan jalan di Blora. (foto teguh prasetyo)

Dari pantauannya, Ruas Jalan Purwodadi hingga Blora banyak terjadi peningkatan jalan yang tidak diikuti dengan penataan drainase. Kondisi itu menjadi catatan bagi dinas terkait, yang nantinya akan terus dikontrol .

“Kami akan kontrol terus dari pelaksanaan hingga evaluasi nanti. Nanti, kami sampaikan bahwa mumpung ada peningkatan harus mengacu pada standarisasi jalan provinsi,” tegasnya lagi.

Selain memantau peningkatan jalan, Komisi D DPRD Jateng juga meninjau pelebaran Jembatan Cangkring di perbatasan Kabupaten Purwodadi dan Kabupaten Blora. Dalam hal ini, Sekretaris Komisi D DPRD Jateng Jayus mengatakan pelebaran jembatan 2 meter kanan dan kiri jalan sudah berjalan baik. Namun, di sisi jembatan ada pembuangan sampah liar yang perlu ditertibkan agar tidak menjadi penyendatan aliran sungai.

Komisi D saat berbincang dengan dinas teknis dalam proyek jalan di Blora.
(foto teguh prasetyo)

Mengenai Proyek Jalan Purwodadi-Blora, kata dia, masih ada 10 km jalan yang belum dilakukan peningkatan. Kekurangan tersebut nantinya diupayakan masuk dalam program pada 2020. Dikatakannya, dengan skala prioritas anggaran, semua infrastruktur yang ada di Jateng termasuk Jalur Purwodadi-Blora akan diprioritaskan.

“RKPD (rencana kerja perangkat daerah)-nya kan sudah dibuat. Kondisi itu ploting-ploting dan cluster yang ada akan kita prioritaskan,” jelas Anggota Fraksi PAN DPRD Jateng itu. (teguh/ariel)

Info Lainnya

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.

  • Pilkades Serentak 2026, Komisi A Pantau Kesiapan Sukoharjo

    SUKOHARJO – Menghadapi Pilkades Serentak 2026, Komisi A DPRD Provinsi Jateng memonitor kesiapan beberapa kabupaten, salah satunya Sukoharjo. Saat berdiskusi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa (DPMD) Kabupaten Sukoharjo di Mal Pelayanan Publik (MPP), Senin (13/7/2026), Komisi A menyoroti aspek administrasi, tahapan pelaksanaan, hingga pembiayaannya.

  • Hadapi Kekeringan, Stok Air Bendungan Masih Aman

    JEPARA – DPRD Provinsi Jateng meminta pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Nur Saadah menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menjamin kebutuhan air masyarakat, termasuk memastikan distribusi bantuan air bersih dilakukan tanpa membebani warga terdampak.

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.