Perlu, Tumbuhkan Kepercayaan Masyarakat terhadap BPR

20230327105348 IMG

DISKUSI BUMD. Komisi C DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan jajaran manajemen BPR BDE Yogyakarta, Senin (27/3/2023), soal pengelolaan BUMD bidang perbankan. (foto ariel noviandri)

YOGYAKARTA – Dalam rangka memaksimalkan perolehan PAD dari sejumlah BUMD bidang perbankan, Komisi C DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal perkembangan dan pengelolaan PT. BPR Bhakti Daya Ekonomi (BDE) di Kota Yogyakarta, Senin (27/3/2023). Saat paparan, Tribowo selaku Dirut PT. BPR Bhakti Daya Ekonomi menjelaskan selama ini pihaknya selalu mengutamakan prinsip kehat-hatian.

Dikatakan, hal itu diterapkan mengingat BPR BDE merupakan perusahaan swasta yang tidak memiliki regulasi khusus seperti BUMD perbankan ‘plat merah.’ Dengan prinsip kehati-hatian tersebut, rasio kredit macet (non-performing loans/NPL) masih terjaga.

Dari catatannya, rasio NPL masih aman di angka 2%-an pada 2022 lalu. Angka itu diraih karena BPR BDE masih bersikap hati-hati dalam penyaluran kredit.

“Jadi, secara porsi antara tabungan, kredit, dan deposito tidak terlalu jauh. Itu karena kami masih hati-hati dalam penyaluran kreditnya,” katanya.

Data kredit BPR BDE menyebutkan, penyaluran kredit (kredit pegawai & kredit umum) pada 31 Desember 2016 sebesar Rp 390,33 miliar dan pada 28 Februari 2023 sebesar Rp 421,70 miliar. Dalam penyaluran kredit UMKM, pada 31 Desember 2016 sebesar Rp 151,36 miliar dan pada 28 Februari 2023 sebesar Rp 379,03 miliar.

Mendengar paparan itu, Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Bambang Haryanto mengaku pentingnya prinsip kehati-hatian untuk menunjang kinerja BPR. Meski begitu, BUMD bidang perbankan tetap perlu berperan dalam peningkatan sektor UMKM.

“Kami sangat terkesan dengan kinerja BPR BDE karena, dengan prinsip kehati-hatian itu, tingkat kepercayaan nasabah masih terjaga. Terbukti, tingkat deposito dari masyarakat di BPR BDE cukup tinggi. Itu yang perlu ditiru, bagaimana cara meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BPR,” tandasnya. (ariel/priyanto)

Info Lainnya

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Laporan Bulanan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak, mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah, periode data 1-28 Juni 2026. Ringkasan Eksekutif – DPRD Jawa Tengah Pada periode 1–28 Juni 2026, pemberitaan mengenai DPRD…

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 29 June 2026 – 5 July 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 29 Juni 2026 – 5 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.