Penting, Perbaikan RTLH di Wilayah Bencana Rob

Screenshot 20220531

PANTAU RUMAH. Sukirman memantau perbaikan RTLH di Kecamatan Krapyak Kota Pekalongan, Minggu (29/5/2022). (foto teguh prasetyo)

PEKALONGAN – Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman mendorong peningkatan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah terdampak bencana rob. Hal itu disampaikannya usai meninjau perbaikan RTLH di Kecamatan Krapyak Kota Pekalongan, baru-baru ini.

“Kita sampai sekarang masih cukup prihatin dengan keadaan rob yang ada di Pekalongan, apalagi secara alami BMKG masih memprakirakan sampai Juni/ Juli. Ya, semoga saja perkiraan ini tidak tepat. Artinya, rob bisa turun kemudian tidak ada bencana rob,” ungkap Anggota Fraksi PKB DPRD Provinsi Jateng itu.

Selain penanganan jangka pendek, ia juga meminta program pengentasan kemiskinan seperti program RTLH dan program lainnya bisa masuk ke dalam wilayah yang terdampak bencana rob. ”RTLH  di wilayah bencana perlu didorong. Itu sangat penting, khususnya di wilayah bencana rob sangat penting untuk dilakukan,” tandasnya.

Ia menilai program RTLH yang telah dilakukan sudah cukup bagus seperti di Kecamatan Krapyak Kota Pekalongan. Karena, yang awalnya tidak punya rumah sama sekali, telah dibangunkan rumah. Namun, dalam pembangunannya masih di wilayah terdampak rob, jadi tetap saja tergenang rumahnya. 

“Nah, kita berharap, kalau kemudian ada program RTLH lanjutan untuk warga terdampak rob dan sudah tidak bisa terselamatkan, disediakan lahan yang bersih dari rob. Lahan itu bisa masyarakat sendiri atau bisa dicarikan pemerintah, entah bagaimana caranya lah nanti tinggal dibangunkan rumah,” pungkasnya.

Dalam kesempatan lain, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan melalui Kasi Pencegahan & Kesiapsiagaan Dimas Arga Yudha menjelaskan air laut yang masuk ke muara sungai di Kota Pekalongan yakni Sungai Meduri, Loji, Banger, dan Gabus. Air laut di sisi barat Sungai Loji menyebabkan banjir di beberapa wilayah diantaranya Kelurahan Panjang Wetan dan Bugisan, Klego, Kauman serta sebagian Kelurahan Krapyak.

“Sedangkan melalui aliran Sungai Meduri, limpasan berdampak pada wilayah Kelurahan Pasirkratonkramat dan Kelurahan Tirto. Ditambah dengan rusaknya tanggul/ shetpel di Gang 12 Tirto sepanjang 13 meter,” terang Dimas.

Ditambahkan, limpasan rob di Sungai Banger maupun Gabus berdampak pada pemukiman warga di wilayah Kelurahan Degayu dan Gamer. Limpasan rob juga menimbulkan banjir di wilayah yang berbatasan langsung dengan pesisir pantai yakni Kelurahan Panjang Baru dan krematorium. (teguh/ariel)

Info Lainnya

  • Laporan Bulanan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak, mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah, periode data 1-28 Juni 2026. Ringkasan Eksekutif – DPRD Jawa Tengah Pada periode 1–28 Juni 2026, pemberitaan mengenai DPRD…

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 29 June 2026 – 5 July 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 29 Juni 2026 – 5 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.