Penegakan Protokol Kesehatan Harus Masif

Satpol pp (5)

BERI SOSIALISASI. Anggota DPRD Jateng Siti Ambar Fathonah sedang memberikan sosialisasi kepada warga yang terjaring operasi gabungan di Banyubiru, Kabupaten Semarang. (foto: choirul amin)

UNGARAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng mendukung penuh upaya penegakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Semua unsur pemerintahan mulai dari provinsi sampai kabupaten/kota dan elemen masyarakat untuk tidak jenuh menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak).

Penegasan tersebut disampaikan Ketua DPRD Provinsi Jateng Bambang Kusriyanto di sela-sela memantau pelaksanaan operasi gabungan penegakan protokol kesehatan (Opsgab Gakprotkes) pencegahan Covid-19 di jalur Kabupaten Semarang-Salatiga via Banyubiru, Selasa (13/10/2020). Turut bersama Bambang, sejumlah anggota DPRD seperti Siti Ambar Fathonah, Dyah Kartika Permanasari, dan Ida Nurul Farida. Ada dua lokasi operasi gabungan, pertama di objek Bukit Cinta selanjutnya di depan objek Kampoeng Banyumili.

“Protokol kesehatan sudah diundangkan. Dalam penerapan penegakan protokol kesehatan tidak serta merta tidak mengenakan masker langsung ditindak. Kalau tidak mengenakan masker ya harus dikasih masker untuk segera dikenakan. Edukasi mengenai 3M itu harus benar-benar menyeluruh sampai ke masyarakat,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu pula Siti Ambar Fathonah mendatangi langsung warga yang terjaring operasi gabungan. Dia melihat banyak warga yang mengendarai sepeda motor harus terjaring petugas gabungan yang terdiri atas Satpol PP, kepolisian, dan TNI (Koramil Banyubiru).

Menurut Ambar, untuk menyadarkan masyarakat menggunakan masker menjadi pekerjaan tidak mudah. Seperti masyarakat yang terjaring operasi itu kebanyakan bertani. Ada warga yang sedang mengangkut jerami lupa mengenakan masker. Ada juga yang bawa masker namun enggan mengenakannya dengan alasan takut masker kotor.

“Ini menjadi PR kita. Saya pun saat kunjungan daerah pemilihan selalu mewanti-wanti masyarakat untuk mengenakan masker, jaga jarak dan cuci tangan. Cara itu sederhana mengatasi penyebaran Covid-19 namun kerap dilalaikan. Masker harus dipakai. Anggap saja diri kita atau teman kita itu terkena (Covid 19). Jadi harus waspada dan saling melindungi,” ungkapnya.

Dalam penindakannya, warga yang terjaring operasi tersebut terlebih dulu diberikan sosialisasi. Mengenai sanksi boleh memilih menyanyikan lagu Indonesia Raya, melafalkan Pancasila, dan bagi mereka yang muda dan sehat bisa push up semampunya.

DPRD memantau Opsgab Gakprotkes
Covid-19 di jalur Kabupaten
Semarang-Salatiga via Banyubiru.

Kepala Satpol PP Jateng Budiyanto EP menyatakan, dalam operasi gabungan periode 24 Agustus sampai 12 Oktober telah terjaring 96.039 orang. Jenis pelanggaran terbanyak adalah tak mengenakan masker saat berada di lokasi yang berpotensi terjadi kerumunan. Usia pelanggar paling banyak adalah 20-39 tahun. Jika dilihat dari profesi, paling banyak adalah pegawai swasta, pelajar/mahasiswa kemudian PNS dan TNI/Polri.

Budiyanto mengungkapkan titik operasi gabungan ini adalah semua lokasi yang berpotensi terjadi kerumuman orang. Seperti di jalan, tempat wisata, pabrik, hingga pasar tradisional. Memang terjadi pergeseran, jika pada awal-awla dulu menyasar perkotaan maka kini lebih ke pinggiran dan masuk ke wilayah kecamatan. Sesuai rencana, operasi gabungan ini dilakukan hingga akhir November atau awal Desember. (amin/priyanto)

Info Lainnya

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.

  • Pilkades Serentak 2026, Komisi A Pantau Kesiapan Sukoharjo

    SUKOHARJO – Menghadapi Pilkades Serentak 2026, Komisi A DPRD Provinsi Jateng memonitor kesiapan beberapa kabupaten, salah satunya Sukoharjo. Saat berdiskusi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa (DPMD) Kabupaten Sukoharjo di Mal Pelayanan Publik (MPP), Senin (13/7/2026), Komisi A menyoroti aspek administrasi, tahapan pelaksanaan, hingga pembiayaannya.

  • Hadapi Kekeringan, Stok Air Bendungan Masih Aman

    JEPARA – DPRD Provinsi Jateng meminta pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Nur Saadah menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menjamin kebutuhan air masyarakat, termasuk memastikan distribusi bantuan air bersih dilakukan tanpa membebani warga terdampak.

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.