Anggaran DPRD Dirasionalisasi untuk Tangani Corona

IMG 20200316 WA0072

Sukirman. (foto setyo herlambang)

GEDUNG BERLIAN – DPRD Provinsi Jateng mendorong pemerintah provinsi untuk menyiapkan anggaran yang cukup untuk penanggulangan corona. Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman, Senin (16/3/2020). 

Ia mengatakan penanganan virus tersebut bisa difasilitasi melalui anggaran tak terduga yang sedang berjalan dan anggaran mendahului perubahan. “Diantaranya bisa digunakan untuk obat-obatan, ambulans, dan fasilitas rumah sakit yang memadai, serta pengobatan gratis. Nominalnya sedang disusun oleh Gubernur,” ujarnya.

Menurut penjelasan Sukirman, DPRD akan bersikap mendukung penuh kebijakan yang diambil pemerintah, temasuk dalam hal penganggaran. Dengan memperhatikan kondisi dan situasi serta penanganan penanggulanan Covid-19, maka berapa pun anggaran yang diminta pemerintah akan disetujui. 

“Ini merupakan bagian dari keputusan yang kami ambil dalam rapat pimpinan DPRD,” sebutnya.

Rapat pimpinan, kata dia, juga memutuskan untuk merasionalisasi anggaran belanja DPRD, termasuk anggaran perjalanan dinas. “Kami juga memutuskan untuk menghentikan semua kegiatan kunjungan kerja ke luar daerah sampai akhir Maret ini,” terang Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

MONITOR PELAYANAN KESEHATAN

Pimpinan, lanjut dia, juga menugaskan semua anggota DPRD ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing untuk memonitor serta pengawasan sampai ke tingkat desa. “Pengawasan menyangkut pelayanan kesehatan, pelaksanaan belajar di rumah, ketersediaan dan kebutuhan pokok,” katanya.

Seperti diberitakan, pasien positif Covid-19 atau Corona Virus Disease 2019 di Provinsi Jateng bertambah 2 orang. Masing-masing dirawat di RSUP dr Kariadi Kota Semarang dan RSUD Tidar Kota Magelang. Dua pasien lainnya di RSUD Moewardi Kota Surakarta sehingga total telah ditemukan 4 pasien positif yang terpapar virus tersebut. (priyanto/ariel)

Info Lainnya

  • Hadapi Kekeringan, Stok Air Bendungan Masih Aman

    JEPARA – DPRD Provinsi Jateng meminta pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Nur Saadah menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menjamin kebutuhan air masyarakat, termasuk memastikan distribusi bantuan air bersih dilakukan tanpa membebani warga terdampak.

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran. 

  • Bahas Panti Sosial, Risiko Penularan TBC Disorot

    SURABAYA — Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendesak Pemerintah Provinsi segera membenahi standard operating procedure (SOP) dari pengelolaan panti rehabilitasi sosial. Pasalnya, penataan penanganan pasien dengan penyakit menular dinilai masih sangat longgar dan mengancam keselamatan penghuni panti lainnya.

  • Pengelolaan Aset Jalan Dapat Berkontribusi PAD

    YOGYAKARTA — Penyusunan Raperda tentang Standardisasi Penyelenggaraan Jalan Provinsi tidak hanya mengatur aspek teknis pembangunan dan pemeliharaan jalan tapi juga pemanfaatan aset jalan secara optimal. Komisi D DPRD Provinsi Jateng menilai pengaturan tersebut dapat menjadi instrumen baru untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).