Pemuda Magelang Harus Peduli Politik

Kesbang1

BICARA POLITIK. Dr Rukma Setyabudi MM dalam acara ‘Penguatan Sistem dan Implementasi Politik Pemerintah’, yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jateng di Rumah Makan Kebon Tebu Kota Magelang, Jumat (5/4/2019). (foto rahmat yasir widayat) 

MAGELANG – Sebagai pemuda hendaknya tidak acuh tak acuh terhadap politik. Sebab, disadari atau tidak, banyak hal dalam kehidupan kita ditentukan oleh proses politik. 

Demikian disampaikan Ketua DPRD Jateng Dr Rukma Setyabudi MM dalam acara ‘Penguatan Sistem dan Implementasi Politik Pemerintah’, yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jateng di Rumah Makan Kebon Tebu Kota Magelang, Jumat (5/4/2019). â€śUntuk menentukan besaran uang sekolah, harga-harga sembako misalnya, itu butuh proses politik. Sehingga, penting kiranya memahami politik tidak hanya pada saat tahun politik seperti sekarang tapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Legislator PDI Perjuangan itu.

Ia menambahkan politik bukan semata-mata mengenai cara mendapatkan suara untuk memenangkan kandidat ataupun cara-cara yang harus dilakukan untuk mencapai kekuasaan. Terlebih, politik merupakan cara berinteraksi dan berpartisipasi dalam berbagai sisi kehidupan yang seharusnya digunakan untuk mencapai kepentingan masyarakat.

Namun demikian, didepan ratusan Pemuda Magelang yang hadir dalam pertemuan yang bertema ‘Peningkatan Budaya Politik dalam Kerangka Wasbang dan Ideologi Negara bagi Pemuda’ itu, doktor di bidang administrasi publik itu tetap mewanti-wanti agar tidak golput. Pasalnya, meski tidak memilih itu merupakan hak, namun hal itu tidak bertanggungjawab. Boleh berbeda pilihan tapi tetap wajib menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Sebagai pemuda, sebagai generasi milenial yang bertanggung jawab, tetap datang ke Tempat Pemilihan Suara (TPS) pada 17 April nanti. Pilihlah yang terbaik sesuai logika, akal sehat, dan hati nurani. Karena, itu kewajiban yang harus ditunaikan sebagai warga negara yang baik,” tutupnya. (rahmat/ariel)

Info Lainnya

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.

  • Pilkades Serentak 2026, Komisi A Pantau Kesiapan Sukoharjo

    SUKOHARJO – Menghadapi Pilkades Serentak 2026, Komisi A DPRD Provinsi Jateng memonitor kesiapan beberapa kabupaten, salah satunya Sukoharjo. Saat berdiskusi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa (DPMD) Kabupaten Sukoharjo di Mal Pelayanan Publik (MPP), Senin (13/7/2026), Komisi A menyoroti aspek administrasi, tahapan pelaksanaan, hingga pembiayaannya.