MEDIA TRADISIONAL: Jaga & Lestarikan Seni Tek Tek

WhatsApp Image 2022 10 27 at 11.12.13 (1)

BAHAS KESENIAN: Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Wakhid Jumali bersama narsumber di di Pondok Pesanten Al Fatah, Banjarnegara.(foto: mentaripagi)

BANJARNEGARA – Beberapa seni tradisional seperti Kesenian Tek Tek dan Hadroh dipentaskan di Pondok Pesanten Al Fatah baru baru ini. Pementasan itu merupakan bagian dari acara Media Tradisional dengan tema”Nguri Uri Budaya Lokal Pentas Seni Tek Tek dan Hadroh”. Dalam dialog ini turut hadir Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Wakhid Jumali sebagai narasumber.

Seni Tek Tek merupakan seni lokal khas Kabupaten Banjarnegara. Seni musik perpaduan menyanyi dan alat musik menggunakan 11 kentongan bambu dan bas. Dimana bas tersebut dibuat dari susunan paralon dan bagian lubangnya dibalut dengan ban dalam. Selain itu, kesenian hadrah merupakan kesenian tradisional yang bernafaskan islami yang memadukan tabuhan, shalawatan dan tari.

Wakhid menegaskan bahwa santri harus tumbuh dengan menjaga kebudayaan. Ia juga mengapresiasi kepada para santri yang terus menjaga budaya lokal agar tidak tergerus dengan budaya asing.

“Dalam kegiatan ini khusunya saya berharap santri harus bisa menjaga kelestarian budaya lokal khusunya Tari Tek Tek dan Hadrah. Banyak budaya yang harus kita jaga sehingga tidak kalah dengan budaya asing yang sudah mulai masuk ke negara kita” ucap Wakhid

Senada, Nurul Huda selaku tokoh masyarakat mengatakan bahwa santri tetap bisa melestarikan kesenian dan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi. “Kesenian tek tek adalah bentuk untuk mengembangkan dakwah dari kita sendiri. Sehingga dakwah tidak hanya dari kitab suci dan hadits”, tegas Huda sapaan akrabnya. (rafdan/priyanto)

Info Lainnya

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran. 

  • Bahas Panti Sosial, Risiko Penularan TBC Disorot

    SURABAYA — Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendesak Pemerintah Provinsi segera membenahi standard operating procedure (SOP) dari pengelolaan panti rehabilitasi sosial. Pasalnya, penataan penanganan pasien dengan penyakit menular dinilai masih sangat longgar dan mengancam keselamatan penghuni panti lainnya.

  • Pengelolaan Aset Jalan Dapat Berkontribusi PAD

    YOGYAKARTA — Penyusunan Raperda tentang Standardisasi Penyelenggaraan Jalan Provinsi tidak hanya mengatur aspek teknis pembangunan dan pemeliharaan jalan tapi juga pemanfaatan aset jalan secara optimal. Komisi D DPRD Provinsi Jateng menilai pengaturan tersebut dapat menjadi instrumen baru untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

  • Temui Menteri Koperasi, Komisi B Dorong Tata Kelola Koperasi Berbasis Digital

    JAKARTA – Digitalisasi koperasi dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan tata kelola yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel. Sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ekosistem perkoperasian, Komisi B DPRD Provinsi Jateng menggali arah kebijakan Kementerian Koperasi terkait transformasi digital dan pengembangan Koperasi Desa/ Kelurahan (Kopdeskel), Selasa (30/6/2026).

  • DPRD Jateng Siapkan Tahapan Pemekaran Brebes

    BANDUNG — Komisi A DPRD Provinsi Jateng mulai menyiapkan langkah politik dan administratif untuk mengawal usulan pemekaran Kabupaten Brebes. Salah satu upaya yang dilakukan yakni mempelajari pengalaman Provinsi Jabar saat mengusulkan pembentukan daerah otonom baru (DOB), melalui diskusi ke Komisi I DPRD Provinsi Jabar di Kota Bandung, Selasa (30/6/2026)