Kondisi Jalan Lasem-Sale Sudah Mulus

WhatsApp Image 2025 01 14 at 18.10.04(1)

BERSAMA BUPATI : Komisi D berfoto bersama Bupati Rembang Abdul Hafidz saat kunjungan kerja ke Rembang.(foto: ganang raito)

REMBANG – Komisi D DPRD Jateng berkesempatan meninjau pelaksanaan peningkatan jalan Lasem-Sale di Badan Pengelolaan Jalan (BPJ) di wilayah Pati, Senin (13/1/2025). Hasil monitoring menunjukkan kondisi jalan sepanjang 31,4 km itu tergolong sudah baik dengan tingkat kerusakan minimal.

Pada kesempatan itu, anggota Komisi D Provinsi Jawa Tengah Andang Wahyu Triyanto mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Rembang. Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2023 sebesar Rp 16 miliar. Berdasarkan pantauan, hingga awal 2025 kondisi jalan sudah mencapai 96% dan dinilai sudah cukup mantap.

“Masyarakat Rembang sudah mampu menjaga dan memilihara jalan dengan baik. Hanya kurang 1,1 kilometer yang dirasa belum mantap. Saya berharap kedepannya bisa menjadi semakin baik”, terang politikus PDIP itu.

Nurul Furqon, anggota Komisi D lainnya mengungkapkan bahwa program perbaikan jalan merupakan hal yang harus diperhatikan. Dengan adanya perbaikan jalan diharapkan roda perekonomian ikut bertumbuh melihat jalan tersebut merupakan perbatasan antar Provinsi.

“Karena perbaikan jalan merupakan program prioritas sehingga perlu adanya sinergitas antara Bupati dan DPRD,” tutupnya singkat.

Kepala BPJ wilayah Pati, Api D Prasetiyaji menyampaikan bahwa dari total panjang 31,4 kilometer hanya sekitar 3% atau 1.1 kilometer yang belum mantap. Perinciannya 1 kilometer mengalami kerusakan sedang, 100 meter mengalami kerusakan berat. 

“Kalau melewati jalan itu suka bergeronjal. Dikarenakan banyak jalan yang bolong, dari penilaian kami itu kerusakab berat”, tambahnya. 

Pada kesempatan itu Bupati Rembang Abdul Hafidz menyatakan bahwa kondisi jalan Sale-Lasem saat ini merupakan hasil perjuangan Pemkan Rembang dalam mengusulkan perbaikan jalan ke Provinsi. Jalan yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Timur dianggap salah satu yang harus di prioritaskan.

“Butuh waktu 10 tahun untuk memperbaiki jalan ini. Kami tidak bosan bosan terus menyampaikan kepada Bp. Gubernur Jawa Tengah untuk memprioritaskan jalan ini. Karena janjinya perbatasan adalah prioritas” ujar Bupati.(rafdan/priyanto)

Info Lainnya

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Laporan Bulanan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak, mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah, periode data 1-28 Juni 2026. Ringkasan Eksekutif – DPRD Jawa Tengah Pada periode 1–28 Juni 2026, pemberitaan mengenai DPRD…

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 29 June 2026 – 5 July 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 29 Juni 2026 – 5 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.