Komisi E Gali Data Ketenagakerjaan di Provinsi DIY

WhatsApp Image 2019 08 29 at 13.30.19

GELAR PERTEMUAN. Sekretaris Komisi E DPRD Jateng Abdul Hamid memimpin pertemuan di Kantor Disnakertrans DIY, Rabu (28/8/2019).(Foto: Priskilla Tyas)

YOGYAKARTA – Komisi E DPRD Jateng melakukan kunjungan kerja ke Kantor Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Disnakertrans)) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (28/8/2019). Kunjungan itu dilakukan untuk mencari data masukan terkait pengawasan kesejahteraan tenaga kerja yang ada di DIY.

Komisi E di Kantor Disnakertrans DIY

Rombongan Komisi E diterima oleh Sekretaris Disnakertrans Sriyanti. Saat pertemuan, Sekretaris Komisi E Abdul Hamid mengatakan, kesejahteraan masyarakat Indonesia menjadi tanggung jawab antara pemerintah dan masyarakat Indonesia itu sendiri.
terkait pengawasan dan penempatan tempat kerja yang tersedia bersamaan dengan para lulusan – lulusan misalnya dalam hal ini adalah perguruan tinggi yang tersebar di berbagai wilayah.

Anggota Komisi E lainnya, Karsono mengatakan, peran investor sangat penting guna membuka lapangan kerja. Menurut dia dengan pendirian perusahaan legal, investor adalah hal yang bisa membantu mengurangi prosentasi pengangguran.

“apakah antara kabupaten dan kota saling bekerjasama dalam menarik para ivestor untuk investasi di DIY?,” kata Karsono.

Menanggapi hal itu, Sriyanti mengatakan dalam data DIY terkait pengangguran yakni, pengangguran terbuka 2,86%, sedangkan untuk setengah penganggur 14,4%. Ia juga mengatakan dalam program pemerintah DIY sudah melakukan pengawasan terkait kesejahteraan yang didapat oleh tenaga kerja dilihat dari pemberian peringatan bagi perusahaan yang tidak melakukan regulasi terkait kesejahteraan karyawannya, terkait pengangguran yang terjadi, DIY sudah melakukan banyak jobfair bagi setiap kalangan, bahkan didalam jobfair sudah terdapat lowongan kerja bagi masyarakat disabilitas.

“pengawasan dan kerjasma bersama kabupaten kota sudah sering dilakukan bersama pak gubernur sendiri, tinggal bagaimana solusi dalam menarik minat investor untuk memasuki Yogyakarta,” kata Sriyanti.(Tyas)

Info Lainnya

  • Hadapi Kekeringan, Stok Air Bendungan Masih Aman

    JEPARA – DPRD Provinsi Jateng meminta pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Nur Saadah menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menjamin kebutuhan air masyarakat, termasuk memastikan distribusi bantuan air bersih dilakukan tanpa membebani warga terdampak.

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran.