Komisi E Dukung PGRI Tuntaskan Nasib Guru Honorer

WhatsApp Image 2023 06 19 at 19.57.29

PENAMBAHAN GURU : Ketua PGRI Jateng Muhdi menyerahkan laporan kepada Ketua Komisi E Abdul Hamid dalam audensi di ruang rapat.(foto: ganang faisol)

GEDUNG BERLIAN – Komisi E menerima audensi dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jateng, Senin (19/6/2023), di ruang rapat. Pertemuan itu menindaklanjuti rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng untuk mengusulkan penambahan guru honorer. PGRI berpendapat sampai saat ini pemprov belum memberikan keterangan terkait rencana penambahan guru honorer.

Dalam pertemuan dipimpin Ketua Komisi E Abdul Hamid, Ketua PGRI Jateng Dr Muhdi menjelaskan, Jateng mendapatkan alokasi pengangkatan 110 ribu guru. Pada tahap pertama sudah ada 50-60 ribu guru yang menerima, disusul sedang menunggu proses pengumuman sekitar 29 ribu guru.

Dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 212/2022, Jateng mendapatkan alokasi 48  ribu guru dari anggaran yang sudah disediakan. Harapannya anggaran itu bisa dimanfaatkan secara maksimal.

PGRI, lanjut Muhdi, sudah berkirim surat kepada Gubernur, serta berkomunikasi dengan dinas serta pemerintah kabupaten/kota. Keinginan besar PGRI, pemerintah daerah segera mengusulkan kembali guru honorer diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

“Pertemuan dengan DPRD ini diharapkan ada dukungan supaya ada kejelasan usulan pengangkatan tersebut. Hasil komunikasi kami dengan pemprov itu masih menunggu finalisasi pengusulan guru honorer. Ini sudah Juni dari yang dijanjikan pada April lalu. Berapa sebenarnya masing-masing kabupaten/kota dan provinsi mengajukan,” ucapnya.

Abdul Hamid memastikan pihaknya akan segera bersurat kepada pihak-pihak yang bersangkutan untuk menyampaika aspirasi dari PGRI. Dalam audensi itu, sejumlah anggota Komisi E berharap ada terobosan dari pemerintah provinsi untuk menjawab usulan pengangkatan guru honorer.

Jasiman menyatakan, perlu ada audensi dengan melibatkan semua pihak. Komisi E perlu bertemu dengan Kemendikbud, Kementerian PANRB, Kementerian Keuangan maupun pihak-pihak lainnya.

Muh Zen pun menambahkan DPR RI pun harus turut dilibatkan terutama Komisi II dan X. Langkah politik sangat perlu diambil supaya masalah pengangkata guru honorer tidak lagi berlarut-larut.

Hadir dalam pertemuan itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Jateng Uswatun Hasanah, Badan Kepegawaian Daerah (BKD), dan Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BKAD).(alexryo/priyanto)

Info Lainnya

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Laporan Bulanan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak, mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah, periode data 1-28 Juni 2026. Ringkasan Eksekutif – DPRD Jawa Tengah Pada periode 1–28 Juni 2026, pemberitaan mengenai DPRD…

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 29 June 2026 – 5 July 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 29 Juni 2026 – 5 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.