Komisi D Minta Pemkab Karanganyar Tak Leha-leha

WhatsApp Image 2025 01 17 at 13.55.42

KOMITMEN BERSAMA : Komisi D beserta Pj Bupati Timothius Suryadi saat kunjungan kerja untuk komitmen bersama tanggulangi kemiskinan di Jateng.(foto: ervan ramayudha)

KARANGANYAR – Pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten kota perlu bersinergi dalam penanggulangan kemiskinan. Melalui program-program pemberdayaan serta anggaran penguatan bisa mempercepat penurunan angka kemiskinan.

Wakil Ketua Komisi D Joko Purnomo menyatakan, peran DPRD adalah mendorong pemerintah untuk menjalankan komitmen itu. Melalui fungsi penganggaran, DPRD turut mengesahkan anggaran untuk penanggulangan dan pengurangan kemiskinan. Hal itu diungkapkannya saat bersama Komisi D melakukan kunjungan kerja ke Pemkab Karanganyar, Kamis (16/1/2025).

“Diskusi ini diharapkan dapat menghasilkan langkah konkret dan berkelanjutan dalam upaya memajukan Kabupaten Karanganyar, dengan menitikberatkan pada program-program penanggulangan kemiskinan dan pengembangan ekonomi yang inklusif,” ucapnya.

Pj Bupati Karanganyar, Timotius Suryadi, menyambut hangat kunjungan kerja Komisi D di Kabupaten Karanganyar. Timotius Suryadi mengucapkan terima kasih atas kunjungan ini dan menekankan pentingnya diskusi terkait upaya penanggulangan kemiskinan di daerah tersebut.

Mengenai masalah kemiskinan di Karanganyar dengan memiliki 17 kecamatan dan jumlah penduduk sekitar 955.000 jiwa, telah menunjukkan penurunan angka kemiskinan dari 10,28% pada tahun 2020 menjadi 9,59% pada tahun 2024. Meski demikian, tantangan masih ada, terutama dalam menanggulangi kemiskinan ekstrim yang saat ini berada pada angka 0,31%.

Timotius juga menyoroti pentingnya peran UMKM dalam menekan angka pengangguran yang turun dari 5,7% di tahun 2022 menjadi 3,7% di tahun 2024, meskipun sektor industri sedang menghadapi berbagai tantangan.

Selain itu, Pj. Bupati menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi, seperti sulitnya pengembangan ekonomi di wilayah yang masuk dalam kawasan cagar budaya. Ia berharap ada solusi yang memungkinkan pemanfaatan lahan cagar budaya untuk aktivitas ekonomi tanpa melanggar aturan yang ada.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah Harso Susilo dan beberapa pejabat dari OPD terkait juga turut hadir untuk membahas langkah-langkah strategis dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan, termasuk perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), penanganan daerah kumuh, dan pengembangan pasar sebagai pusat ekonomi lokal.(azhar/priyanto)

Info Lainnya

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Laporan Bulanan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak, mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah, periode data 1-28 Juni 2026. Ringkasan Eksekutif – DPRD Jawa Tengah Pada periode 1–28 Juni 2026, pemberitaan mengenai DPRD…

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 29 June 2026 – 5 July 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 29 Juni 2026 – 5 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.