Pendapatan Sektor Pariwisata Jateng Disorot

20240104120938 IMG

SOAL PENDAPATAN. Pimpinan DPRD dan Komisi C DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pendapatan sektor pariwisata dengan Badan Penghubung dan Disporapar di Anjungan Jateng, TMII, Kota Jakarta, Kamis (3/1/2024). (foto ariel noviandri)

JAKARTA – Penerimaan pendapatan dari sektor pariwisata mendapat sorotan Komisi C DPRD Provinsi Jateng. Hal itu terlihat saat diskusi bersama Badan Penghubung dan Disporapar Provinsi Jateng, Kamis (3/1/2024), di Anjungan Jateng Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kota Jakarta.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Ferry Wawan Cahyono menilai pengelolaan Anjungan Jateng sudah baik. Ia menyarankan Badan Penghubung dapat membuat program untuk meningkatkan penerimaan PAD dari kunjungan wisatawan.

“Mungkin, Badan Penghubung bisa saja membuat program kegiatan di luar anjungan, sepanjang itu mampu meningkatkan angka kunjungan wisata guna penerimaan PAD,” kata Ferry.

Disarankannya pula, Badan Penghubung dapat terus mempromosikan sektor pariwisata agar wisatawan mancanegara banyak berkunjung ke Provinsi Jateng. Dengan begitu, penerimaan PAD tidak hanya dari wisatawan lokal tapi juga dari mancanegara.

“Pemasukan pendapatan dari sektor pariwisata memang bukan prioritas tapi tetap harus diperhatikan agar mampu menunjang PAD,” sarannya.

Sementara, Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng Abang Baginda Muhammad Mahfuz menyoroti mengenai anggaran yang dimiliki Badan Penghubung dan Disporapar. Ia mengakui anggaran yang dimiliki kedua OPD itu masih minim tapi diharapkan kinerjanya tetap optimal.

“Kegiatan promosi maupun event wisata perlu diperhatikan agar lebih fokus dalam penerimaan pendapatannya,” kata Baginda, sapaannya.

Menanggapi hal itu, Kepala Disporapar Provinsi Jateng Agung Hariyadi mengucapkan terima kasih atas saran dari DPRD. Pihaknya siap bekerjasama dengan Badan Penghubung dalam hal peningkatan penerimaan PAD dari sektor pariwisata.

“Target kami 60 juta wisatawan masuk ke Jateng pada tahun ini. Soal program, nanti kami bersama Badan Penghubung akan mengikuti kegiatan Jakarta Travel Fair untuk meningkatkan kunjungan wisata. Sekarang di Jateng juga ramai dalam kegiatan wisata ziarah,” kata Agung.

Sementara itu, dihadapan Komisi C, Kepala Badan Penghubung Jateng Sarido Maksudi mengaku sangat apresiatif dengan perhatian Komisi C terhadap Badan Penghubung selama ini. Ia mengaku kinerja belum terlalu optimal dalam penerimaan PAD karena ada beberapa kendala yang dihadapi Badan Penghubung.

“Banyaknya persaingan untuk hotel low budget, perlunya perbaikan sarana dan prasarana Wisma Jateng, serta lainnya. Kami berterima kasih atas arahan dari Bapak-Ibu Komisi C,” ungkapnya. (ariel/priyanto)

Info Lainnya

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Laporan Bulanan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak, mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah, periode data 1-28 Juni 2026. Ringkasan Eksekutif – DPRD Jawa Tengah Pada periode 1–28 Juni 2026, pemberitaan mengenai DPRD…

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 29 June 2026 – 5 July 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 29 Juni 2026 – 5 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.