Kinerja Pendapatan Samsat Brebes Dipantau

20220609131548 IMG

BAHAS PAJAK. Komisi C DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Samsat Brebes, Kamis (9/6/2022), membahas penerimaan pajak daerah di Kabupaten Brebes. (foto ariel noviandri)

BREBES – Kinerja pendapatan Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD)/ Samsat Kabupaten Brebes pada tahun ini mulai membaik. Namun, ada beberapa catatan yang diberikan Komisi C DPRD Provinsi Jateng yakni persoalan aplikasi ‘New Sakpole’ dan piutang pajak.

Seperti disampaikan Ketua Komisi C, Bambang Haryanto, aplikasi ‘New Sakpole’ yang dikelola tiap UPPD masih belum optimal. Ia berharap, dengan adanya perubahan nama dari ‘Sakpole’ menjadi ‘New Sakpole, penerimaan pajak semakin meningkat.

“Kami berharap aplikasi itu bisa mendukung penerimaan pajak semakin naik,” kata Politikus PDI Perjuangan itu, saat diskusi bersama Plt. Kepala UPPD Kabupaten Brebes Kabid Retribusi & Pendapatan Lain Bapenda Provinsi Jateng Lilik Henry Ristanto di Aula UPPD Kabupaten Brebes, Kamis (9/6/2022).

Sementara, Wakil Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Sriyanto Saputro mengatakan persoalan piutang harus mendapat perhatian serius. Dalam hal ini, pihaknya apresiatif dengan upaya UPPD Kabupaten Brebes yang melaksanakan pola penagihan pajak secara door to door.

“Kami menilai upaya door to door cukup efektif karena bisa langsung ke target piutang,” kata legislator dari Fraksi Gerindra itu.

Anggota Komisi C, Agung Budi Margono, menambahkan soal aplikasi ‘New Sakpole.’ Menurut dia penerimaan pajak dari aplikasi ‘New Sakpole’ cukup fluktuatif. Namun, seharusnya penerimaan pajak itu cenderung meningkat.

“Jangan hanya iklannya gencar. Jadi, antara narasi dan realisasi harus baik,” tegas Ketua Fraksi PKS itu.

Soal piutang, ia juga menilai hal tersebut perlu diselesaikan karena nilainya masih tinggi. Jika tidak dipercepat, maka angka piutang masih tetap ada.

“Nggak akan selesai jika tidak segera. Untuk itu, perlu upaya-upaya yang cepat,” tandasnya.

Menanggapinya, Plt. Kepala UPPD Kabupaten Brebes Chairunnisa mengaku aplikasi ‘New Sakpole’ perkembangan sedikit lambat. Hal itu lebih dipengaruhi kebiasaan wajib pajak.

“Diakui, aplikasi yang sudah diperbarui itu agak sedikit rumit sehingga sekarang mulai banyak masyarakat yang memilih datang langsung ke samsat. Ditambah dengan kondisi pasca pandemi ini. Mengenai piutang, pola door to door cukup efektif. Didukung dengan mulai berjalan operasi yustisi di lapangan bersama aparat kepolisian,” kata Chairunnisa.

Data yang dimilikinya menyebutkan, target penerimaan pajak melalui samsat dan aplikasi ‘New Sakpole’ pada 2021 sekitar Rp 130,95 miliar dan realisasinya Rp 114,13 miliar atau 87,15%. Untuk penerimaan pajak hingga tanggal 8 Juni 2022, dari target Rp 154,11 miliar baru tercapai Rp 57,08 miliar atau 37,04%.

Untuk progres piutang Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), pada 2021 tercatat ada 73.396 objek pajak dengan nilai Rp 17,58 miliar. Dari angka itu, ada 17.868 objek pajak yang sudah membayar senilai Rp 5,09 miliar. Dengan upaya door to door hingga Mei 2022, ada 1.877 objek pajak dengan nilai Rp 1,51 miliar. (ariel/priyanto)

Info Lainnya

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.

  • Pilkades Serentak 2026, Komisi A Pantau Kesiapan Sukoharjo

    SUKOHARJO – Menghadapi Pilkades Serentak 2026, Komisi A DPRD Provinsi Jateng memonitor kesiapan beberapa kabupaten, salah satunya Sukoharjo. Saat berdiskusi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa (DPMD) Kabupaten Sukoharjo di Mal Pelayanan Publik (MPP), Senin (13/7/2026), Komisi A menyoroti aspek administrasi, tahapan pelaksanaan, hingga pembiayaannya.

  • Hadapi Kekeringan, Stok Air Bendungan Masih Aman

    JEPARA – DPRD Provinsi Jateng meminta pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Nur Saadah menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menjamin kebutuhan air masyarakat, termasuk memastikan distribusi bantuan air bersih dilakukan tanpa membebani warga terdampak.

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.