Ketenagakerjaan di Kendal Disorot

WhatsApp Image 2022 10 14 at 22.35.02 (1)

SOAL PEKERJA. Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi bersama Pemkab Kendal, Kamis (13/10/2022), membahas persoalan ketenagakerjaan. (foto mentari amanda)

KENDAL – Kabupaten Kendal merupakan salah satu daerah pencetak banyak tenaga kerja. Untuk itu, Komisi E DPRD Provinsi Jateng tertarik membahas ketenagakerjaan di kabupaten tetangga Kota Semarang tersebut.

Dalam diskusi bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal Moh. Toha dan Kepala Disnakertrans Kabupaten Kendal Cici Sulastri, Kamis (13/10/2022), dipaparkan bahwa jumlah pencari kerja pada 2022 ini cukup besar yakni 5.300 orang. Sedangkan pengangguran sebanyak 40.298 orang. 

Cici juga mengatakan, dalam hal pengawasan terkait kesejahteraan yang didapat oleh tenaga kerja, selama ini tenaga kerja yang dicover BPJS Ketenagakerjaan masih 3,2%. Apabila dibandingkan BPJS Kesehatan yang bisa mengcover kesehatan tenaga kerja sebantak 8,2%. 

“Maka dari itu, kita harus mencari solusi bagaimana bisa menciptakan kesejahteraan karyawannya, selain dari BPJS Ketenagakerjaan,” kata Cici. 

Dikatakannya, di Kabupaten Kendal baru-baru ini mencetus gerakan ‘ASN Peduli Pekerja Rentan’ yang artinya setiap Pegawai ASN wajib membayar iuran 50.000 setiap bulannya untuk membantu teman sejawat yang notabene bukan pegawai tetap. Terkait pengangguran yang terjadi di Kabupaten Kendal, pihaknya sudah mempunyai cara penanganan program pengangguran diantaranya melakukan banyak jobfair di kampus-kampus bagi setiap kalangan, termasuk masyarakat disabilitas, bisa mengakses aplikasi ‘Kendal Karier,’ dan Program Skill Development Center.

“Di Kabupaten Kendal akan membangun Kawasan Industri Kendal atau KIK yang kedua dengan luas 1.000 hektare terdiri dari 24 perusahaan besar dan 16 perusahaan kecil,” katanya.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi E Ahmad Ridwan mengatakan peran investor sangat penting guna membuka lapangan kerja. Menurut dia, dengan pendirian perusahaan legal, investor merupakan pihak yang bisa membantu mengurangi persentasi pengangguran.

“Kolaborasi dan kerjasama antara Pemkab Kendal, Kemenperin, dan KIK diperlukan untuk mewujudkan SDM Kendal yang terampil, handal, kompeten, dan berdaya saing,” kata Politikus PDI Perjuangan itu. (mentari/ariel)

Info Lainnya

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.

  • Pilkades Serentak 2026, Komisi A Pantau Kesiapan Sukoharjo

    SUKOHARJO – Menghadapi Pilkades Serentak 2026, Komisi A DPRD Provinsi Jateng memonitor kesiapan beberapa kabupaten, salah satunya Sukoharjo. Saat berdiskusi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa (DPMD) Kabupaten Sukoharjo di Mal Pelayanan Publik (MPP), Senin (13/7/2026), Komisi A menyoroti aspek administrasi, tahapan pelaksanaan, hingga pembiayaannya.

  • Hadapi Kekeringan, Stok Air Bendungan Masih Aman

    JEPARA – DPRD Provinsi Jateng meminta pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Nur Saadah menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menjamin kebutuhan air masyarakat, termasuk memastikan distribusi bantuan air bersih dilakukan tanpa membebani warga terdampak.

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.