Kepadatan Arus Balik di Terminal Tidar Berkurang

1 amgl

DENGARKAN PAPARAN. Jajaran Komisi D mendengarkan paparan dari Kepala Terminal Tidar Magelang BPTD Wilayah 10 Jateng-DIY Eko Priyono, Rabu (12/5/2019).(Foto: Setyo Herlambang)

MAGELANG – Sampai Rabu (12/6/2019), intensitas arus balik dari jalur selatan mulai menurun. Hal tersebut terlihat dari mulai berkurangnya penumpang bus di Terminal Tidar, Kota Magelang.

Demikian kesimpulan Komisi D DPRD Jateng setelah meninjau terminal tersebut. Ketua Komisi D Alwi Basri juga turut memberikan apresiasi yang sangat besar kepada petugas dari Dinas Perhubungan yang siap siaga 24 jam termasuk dalam melaksanakan tugas pemantauan mudik-balik Lebaran 2019. Selain itu juga tidak ada keterlambatan yang cukup parah saat bus yang hilir mudik melalui Terminal Tidar.

“Walaupun ada penurun jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan umum karena beralih kendaraan pridadi. Kami berikan apresiasi para petugas bekerja dengan baik. Kondisi macet tidak sampai berdampak mempengaruhi keterlambatan bus yang masuk ke Terminal Tidar Magelang. Terlebih lagi banyak masyarakat lebih menggunakan kendaraan pribadi, sehingga penggunaan kendaraan umum menurun,” jelas legislator PDI Perjuangan itu.

Turut menambahkan, Wakil Ketua Komisi D Hadi Santoso mengharapkan jajaran Dinas Perhubungan untuk lebih menyosialisasikan penggunaan transportasi umum. “Kami harap untuk jajaran dinas untuk lebih meningkatan penggunaan transportasi publik untuk bepergian,” tambah dia.

Menanggapi hal itu, Kepala Terminal Tidar Magelang BPTD Wilayah 10 Jateng DIY, Eko Priyono menjelaskan penurunan armada bus berbanding dengan menurunnya jumlah pemudik yang menggunakan kendaran umum. Namun, jumlah kedatangan bus AKAP dan AKDP paling tinggi H-3. Tercatat ada 503 bus yang datang dengan 3.759 penumpang, sedangkan untuk keberangkatan ada 680 bus dengan 3.549 penumpang.

“Menurunnya jumlah pemudik menggunakan kendaraan umum karena lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat. Sosialisasi sudah dilakukan di antaranya mendorong pemudik untuk lebih memakai kendaraan umum,” jelasnya.(tyo/priyanto)

Info Lainnya

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.

  • Pilkades Serentak 2026, Komisi A Pantau Kesiapan Sukoharjo

    SUKOHARJO – Menghadapi Pilkades Serentak 2026, Komisi A DPRD Provinsi Jateng memonitor kesiapan beberapa kabupaten, salah satunya Sukoharjo. Saat berdiskusi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa (DPMD) Kabupaten Sukoharjo di Mal Pelayanan Publik (MPP), Senin (13/7/2026), Komisi A menyoroti aspek administrasi, tahapan pelaksanaan, hingga pembiayaannya.