Junjung Kearifan Lokal dalam Berlebaran

1 asukirman3

HALALBIHALAL : Gubernur Ganjar Pranowo, Wakil Ketua DPRD Sukirman mengikuti halalbihalal yang digelar secara virtual di Gradhika Bakti Praja.(foto: fais fuadi)

SEMARANG – KH. Ahmad Muwafiq atau yang kerap dipanggil dengan sapaan Gus Muwafiq meminta ibadah puasa bisa menjadi pelajaran supaya bisa diimplementasikan sesudah Lebaran ini. Penegasan tersebut disampaikannya secara virtual saat menjadi pembicara dalam Halalbihalal Virtual di Gradhika Bakti Praja, Senin (17/5/20210).

Hadir langsung dalam kesempatan itu Gubernur Ganjar Pranowo, Wagub Taj Yasi, Wakil Ketua DPRD Sukirman, Ketua MUI KH Ahmad Daroji dan pimpinan SKPD maupun BUMN. Dalam kesempatan itu pula seluruh bupati/wali kota se-Jateng hadir secara virtual dari daerahnya masing-masing.

Gus Muwafiq kemudian menerangkan, puasa dan Lebaran di Indonesia juga memiliki kekayaan nilai lokal yang tidak dimiliki negara lain. Budaya bersalaman saat Lebaran atau lebih lekat dikenal masyarakat dengan halalbihalal secara turun temurun telah dikenalkan ulama sejak lama. Selama tujuh hari, masyarakat tidak berhenti pada satu tempat. Mereka berpindah-pindah bersilaturahmi kepada yang tua, handai taulan, kerabat dan sebagainya. Nilai itulah yang jarang ada di negara-negara lain termasuk di Arab Saudi.

“Karena sekarang masih pandemi, orang jadi kaget tiba-tiba saja tidak boleh ke mana-mana, termasuk mudik. Mau bagaimana lagi lagi pagebluk, mobilitas orang harus dibatasi supaya tidak menular ke sana ke sini,” ucapnya dari kediamannya di Sleman, DIY.

Gubernur pun dalam pembukaannya turut memberikan apresiasi dengan kinerja bupati/wali kota yang mau bersusah-susah meminta warganya supaya tidak mudik. Bahkan ia dalam kesempatan itu dia turut meminta sejumlah laporan dari daerah-daerah perbatasan seperti Brebes, Cilacap, Rembang, Wonogiri perihal perkembangan dari penerapan tidak mudik.

“Secara keseluruhan data dari Dinas Perhubungan menyatakan ada sekitar 600 ribu an pemudik yang masuk ke Jateng. Kami pun menginstruksikan kepada bupati/wali kota untuk memantau perkembangan penanganan Covid-19,” ucapnya.(faiz/priyanto)

Info Lainnya

  • Hadapi Kekeringan, Stok Air Bendungan Masih Aman

    JEPARA – DPRD Provinsi Jateng meminta pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Nur Saadah menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menjamin kebutuhan air masyarakat, termasuk memastikan distribusi bantuan air bersih dilakukan tanpa membebani warga terdampak.

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran.