FPKB Ajak Mahasiswa Jadi Legislator Andal

IMG 20190924 WA0021

BERI PAPARAN. Ketua Fraksi PKB Sarif Abdillah memberikan paparan terkait tugas dan fungsi kedewanan di hadapan mahasiswa Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Selasa (24/9).(Foto: Dewi Sekarayu)

GEDUNG BERLIAN – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Jawa Tengah mengajak kalangan mahasiswa untuk bisa mengenal tugas dan fungsi kedewanan.

Komitmen itulah yang membuat FPKB DPRD Jateng, kembali menggelar Sekolah Legislator dengan peserta kalangan mahasiswa dari berbagai kampus di provinsi ini.

Sekolah Legislator di ruang Fraksi PKB

Pada Selasa (24/9), Sekolah Legislator diikuti oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang.

“Harapannya, para mahasiswa saat ini, bisa menjadi anggota legislatif yang handal di masa mendatang,” ujar ketua FPKB DPRD Jateng Sarif Abdillah.

Sarif menjelaskan, “Sekolah Legislator” kembali diadakan guna membangun nilai pemahaman terhadap fungsi-fungsi kerja anggota dewan yang sebenarnya. Dalam forum tersebut diakui tak akan cukup untuk mempelajari seluruh dinamika yang ada, maupun tentang politik seutuhnya. Namun setidaknya mahasiswa memahami alur kerja anggota dewan yang sebenarnya dan mampu memotovasi semangat teman-teman mahasiswa untuk menjadi legislator yang andal.

Sarif menambahkan, setidaknya ada empat pesan utama bagi mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini. Antara lain, mahasiswa perlu mengetahui apa yang di sebut dengan key performance indicator.

“Kader parpol secara ideal haruslah memiliki komitmen kebangsaan yang tulus, serta pengetahuan sejarah yang utuh,” sebutnya.

Selain itu, lanjut Sarif, kader harus memiliki mental kesabaran dan revolusioner. Unggul dalam Iptek secara teori sosial maupun praktis. Tak kalah penting, tentunya memiliki skill komunikasi yang baik dan kemampuan membangun relasi yang baik.

Sarif sendiri menegaskan, kegiatan ini akan di gelar secara rutin. Sebagai partai politik, PKB juga punya tanggung jawab memberikan pendidikan politik kepada generasi penerusnya,” tegasnya.

Dekan FISIP Universitas Wahid Hasyim Agus Riyanto merasa berterima kasih karena mahasiswanya telah diberikan kesempatan belajar secara langsung perihal politik.(ayu/priyanto)

Info Lainnya

  • Masyarakat Perlu Bangun Komunikasi Publik yang Berdampak

    SEMARANG – Arus digitalisasi yang bergerak cepat dinilai telah mengubah wajah komunikasi publik pemerintahan. Di tengah derasnya perkembangan media sosial, teknologi digital hingga kecerdasan buatan, humas pemerintah dituntut tidak lagi sekadar menyampaikan informasi formal tapi mampu membangun komunikasi yang cepat, akurat dan berdampak bagi masyarakat.

  • Agung Hariyadi Jabat Posisi Sekwan Jateng

    GUBERNURAN – Gubernur Jateng Ahmad Luthfi melantik dan mengambil sumpah 27 Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama serta Pejabat Fungsional Ahli Utama di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jateng. Pelantikan berlangsung di Gradhika Bakti Praja, Senin (27/4/2026).

  • Sumpah Jabatan, 14 Pejabat di Setwan Jateng

    GUBERNURAN – Sebanyak 14 nama pejabat di lingkungan Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Jateng telah diambil sumpah jabatan oleh Gubernur Ahmad Luthfi, Kamis (15/1/2026). Para pejabat tersebut menjadi bagian dari 1.049 pejabat di lingkungan Pemprov Jateng di Gedung Grhadika Bhakti Praja.

  • Setwan Jateng Raih KIP Award 5 Kali Berturut-turut

    SEMARANG – Dalam perhelatan bergengsi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Award 2025, Selasa malam (16/12/2025), Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Jateng kembali mengukuhkan posisinya sebagai lembaga yang transparan dan akuntabel dengan meraih predikat ‘Informatif.’ Pencapaian itu menjadi catatan sejarah istimewa karena Setwan Provinsi Jateng berhasil mempertahankan prestasi tersebut selama 5 tahun berturut-turut.

  • FGD WARTAWAN: Media di Era Disrupsi

    SEMARANG – Perubahan model bisnis kini telah mempengaruhi sejumlah aspek, tidak terkecuali bisnis media massa. Hal itu menjadi sorotan Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Jateng dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ‘Media di Era Disrupsi.’