Flyover Bawen & Jalur Selatan Dikonsultasikan

IMG 20200226

KONSULTASI PEMBANGUNAN. Komisi D DPRD Provinsi Jateng saat berkonsultasi soal pembangunan Flyover Bawen Kabupaten Semarang dan progres pembangunan Jalur Selatan Selatan Ruas Purworejo-Cilacap di ruang rapat Dit. Jembatan Ditjen Bina Marga Kemen PUPR, Jl. Patimura Kota Jakarta Selatan Provinsi DKI Jakarta, Selasa (26/2/2020). (foto ariel noviandri)

JAKARTA – Ada 2 hal yang menjadi fokus Komisi D DPRD Provinsi Jateng saat berkonsultasi ke Direktorat (Dit) Jembatan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), Selasa (26/2/2020), di Jakarta. Yakni, usulan pembangunan Flyover Bawen Kabupaten Semarang dan progres pembangunan Jalur Selatan Selatan Ruas Purworejo-Cilacap.

Alwin Basri. (foto ariel noviandri)

Pada kesempatan itu, Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Alwin Basri menilai kedua pembangunan tersebut perlu dilaksanakan mengingat semakin padatnya jumlah kendaraan sekarang. Dampaknya, sering terjadi kemacetan arus sehingga lalulintas menjadi terhambat.

“Kami disini menanyakan soal jadwal pengerjaannya karena itu salah satu program pembangunan dari pusat,” kata Politikus PDI Perjuangan itu.

Hadi Santoso. (foto ariel noviandri)

Senada, Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Hadi Santoso juga menilai pembangunan Flyover Bawen itu perlu segera dikerjakan karena posisinya nanti berdekatan dengan Exit Toll. Hal serupa yang juga harus dibangun yakni Jalur Selatan Selatan di Ruas Purworejo-Cilacap.

“Soal Flyover Bawen, dekat dengan exit toll, perlu dikerjakan mengingat padatnya lalulintas. Yang jelas, exitnya sampai ketemu jalan nasional. Untuk Jalur Selatan, harapannya, jika ter-connecting, maka akses Cilacap-Jogja bisa lancar. Dalam hal ini, tugas pemerintah daerah adalah pembebasan tanah di sekitar pembangunan. Maka, saat ada pembebasan, yang kami tanyakan adalah kejelasan jadwal pembangunannya,” kata Legislator dari Fraksi PKS itu.

Samirun. (foto ariel noviandri)

Sementara, Samirun selaku Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jateng memberikan pendapatnya soal progres Jalur Selatan Selatan. Ia menilai sampai sekarang proyek yang melintasi Jalan Nasional itu belum dikerjakan sehingga program pembebasan tanah di sekitar proyek juga belum dapat dilakukan.

Untuk itu, ia meminta Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPU Binmarcipka) Provinsi Jateng yang memahami proyek nasional di wilayah Jateng segera memberikan data/ informasi ke DPRD. Dengan begitu, ada kejelasan jadwal/ perencanaan pembangunan sehingga anggaran pembebasan tanah pun bisa segera dialokasikan.

“Pengerjaan fisik Jalur Selatan Selatan sampai kapan? Karena, hingga kini belum ada jadwal dari nasional. Jika molor, pembebasan jalannya juga semakin lama. Untuk itu, saya meminta dinas membuat data, jalan mana saja yang akan dikerjakan dan yang belum dilaksanakan,” tegas Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu.

Komisi D DPRD Provinsi Jateng bersama Dit. Jembatan dan DPU Binmarcipka Provinsi Jateng.
(foto ariel noviandri)

Belum Fokus

Dikatakannya, selama ini konsentrasi pemprov dan pemkab juga belum fokus program pembebasan tanah. Terbukti, tiap tahun tidak menganggarkan sehingga sampai sekarang proyek tersebut berjalan secara parsial/ sepotong-sepotong.

“Kami mohon gubernur melalui dinas teknis terkait bisa menganggarkannya sehingga cepat selesai,” katanya kepada Kepala DPU Binmarcipka Provinsi Jateng AR. Hanung T. yang juga hadir dalam pertemuan di ruang rapat Dit. Jembatan Ditjen Bina Marga Kemen PUPR, Jl. Patimura Kota Jakarta Selatan Provinsi DKI Jakarta.

Iwan Zarkasi. (foto ariel noviandri)

Mendengar antusiasme anggota dewan dalam pembangunan Jateng itu, Direktur Dit. Jembatan Ditjen Bina Marga Kemen PUPR Iwan Zarkasi mengaku tidak dapat berkata panjang lebar. Pasalnya, proyek nasional di wilayah Jateng tersebut juga masih menunggu keputusan ‘yang diatasnya’. Yang jelas, kata dia, proyek Jalur Selatan Selatan tetap dilanjutkan dengan kewenangan pemerintah pusat menangani fisik pembangunan dan pemerintah daerah untuk pembebasan jalannya.

“Saya tidak bisa jawab secara pasti tapi kondisi Selatan Selatan tetap diperhatikan setiap tahunnya,” kata Iwan singkat. (ariel/priyanto)

Info Lainnya

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.

  • Pilkades Serentak 2026, Komisi A Pantau Kesiapan Sukoharjo

    SUKOHARJO – Menghadapi Pilkades Serentak 2026, Komisi A DPRD Provinsi Jateng memonitor kesiapan beberapa kabupaten, salah satunya Sukoharjo. Saat berdiskusi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa (DPMD) Kabupaten Sukoharjo di Mal Pelayanan Publik (MPP), Senin (13/7/2026), Komisi A menyoroti aspek administrasi, tahapan pelaksanaan, hingga pembiayaannya.

  • Hadapi Kekeringan, Stok Air Bendungan Masih Aman

    JEPARA – DPRD Provinsi Jateng meminta pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Nur Saadah menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menjamin kebutuhan air masyarakat, termasuk memastikan distribusi bantuan air bersih dilakukan tanpa membebani warga terdampak.

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.