FOCUS GROUP DISCUSSION: Strategi UMKM Solo Tembus Pasar Internasional

WhatsApp Image 2022 07 26 at 18.27.28(1)

BERWIRAUSAHA: Wakil Ketua DPRD Quatly Abdulkadir Alkatiri menyemangati para pelaku UMKM di Solo supaya pantang mundur dalam berwirausaha.(foto: prianto)

SURAKARTA – Banyak cara untuk bisa menembus pasar internasional. Digital pemasaran masih menjadi cara ampuh untuk menjaring pembeli, sepanjang produk yang dijual memiliki nilai kekhasan.

Inilah yang diutarakan Aziz Bahtiar dan Wahyu Liz Sundoro selaku pelaku UMKM yang bisa menembus pasar internasional. Aziz mengaku produk aksesorisnya sekarang ini bisa masuk ke sejumlah negara di Eropa. Demikian pula dengan Wahyu Liz selaku pendiri Adaideaja, boneka kostum mampu menembus pangsa pasar Asia. Bahkan di Thailand dan Malaysia, Wahyu memiliki kantor cabang.     

‘’Usaha yang prospektif, adalah usaha yang unik dan berbeda. Usaha yang orang lain nggak kepikiran,’’ ujar owner Adaideaja Corp, asal Yogyakarta itu saat berbicara dalama cara Focus Group Discussion (FGD) “Strategi UMKM Solo Tembus Pasar Internasional”, Senin (25/7/2022). Wakil Ketua DPRD Jateng Quatly Abdulkadir Alkatiri turut menjadi pembicara dalam acara itu.

Aziz tak membayangkan produk aksesorisnya diminati oleh orang Eropa. Sebagai pedagang di Pasar Kliwon, semula saat pandemi Covid-19 mendera dunia mulai kelimpungan untuk menjualnya. Melalui jaringan bisnisnya dan kemudahaan mengakses informasi mulai ada pemesan dari luar negeri. Sampai sekarang ini pun pemesanan terus mengalir, terutama aksesoris-aksesoris tradisional. Ia pun mengaku tak hanya membuat aksesoris lokal Jawa saja. Sejumlah pelaku UMKM di sejumlah provinsi dia ajak berkolaborasi.

“Alhamdulillah, saya bisa mengajak pelaku UMKM dari Sumatera, Kalimantan,”ucapnya.

Wahyu pun demikian. Boneka kostum dan kaus yang dijualnya banyak peminatnya. Ia tidak memiliki rumus apa pun dalam dunia pemasaran. Semua dijalani dengan apa adanya. Di era digital sekarang ini, lanjut dia, untuk selalu mem-posting produk.

Quatly mengapresiasi langkah kedua pengusaha mikro yang mampu menembus pasar internasional. Pelaku UMKM perlu memiliki kreasi, inovasi. Pemerintah selalu mendorong masyarakat untuk berwiraswasta. Pun demikian, pemerintah diminta tidak mempersulit proses perizinan.

“Tidak sedikit pelaku UMKM mampu menembus pasar internasional. Ada keunikan dan kekhasan produk supaya bisa diterima pasar,”ucapnya.(cahyo/priyanto)    

Info Lainnya

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Laporan Bulanan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak, mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah, periode data 1-28 Juni 2026. Ringkasan Eksekutif – DPRD Jawa Tengah Pada periode 1–28 Juni 2026, pemberitaan mengenai DPRD…

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 29 June 2026 – 5 July 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 29 Juni 2026 – 5 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.