FOCUS GROUP DISCUSSION: Peran Keluarga Cegah Tindak Perundungan

IMG 20220625 WA0039

Quatly Abdulkadir Alkatiri. (foto cahya dwi prabowo)

SURAKARTA – Perundungan atau bullying masih sering terjadi di tengah masyarakat, terlebih di kalangan remaja. Untuk itu, semua pihak perlu mencermati dan menangani serius laporan kasus bullying remaja tersebut.

Karena, kasus itu menjadi tanggungjawab bersama, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. Persoalan bullying menjadi topik dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) DPRD Provinsi Jateng dengan tema ‘Fenomena Bullying di Kalangan Remaja, Tanggung Jawab Siapa?,” yang digelar di Kota Surakarta, Sabtu (25/6/2022).

Quatly Alkatiri, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng, menerangkan keluarga  berperan penting menjadi filter pendidikan anak dalam pergaulan, sebelum kemudian di lingkungan sekolah. Berbagai faktor pengajaran anak di lingkungan keluarga dapat menjadi kebiasaan baik atau buruk sehingga berdampak dalam tabiat anak.

“Pengajaran anak dimulai dari keluarga, apa yang ada dalam pengajaran di lingkungan keluarga akan membentuk karakter anak. Oleh karena itu, sudah menjadi hal yang wajib anak diberikan pendidikan yang baik dalam pergaulan dengan memberikan pemahaman akan menghargai dan menghormati hak-hak orang lain,” terang Politikus PKS itu dihadapan peserta FGD yang terdiri dari pelajar sekolah dan santri beberapa pondok pesantren di Kota Surakarta.

“Banyaknya bullying remaja itu terjadi di sekolah. Pihak sekolah harus menerapkan perhatian yang serius, jika ada bullying, ditanya apa sebabnya, apa yang menjadi akar permasalahan bullying. Itu menjadi tanggungjawab kita semua. Segala bentuk bullying terhadap remaja harus kita cegah. Dari keluarga, kita tanamkan mental yang kokoh supaya dalam pergaulan di sekolah anak-anak kita ini punya keberanian untuk melawan perundungan di kalangan remaja,” jelasnya.

Senada dengan Quatly, Psikolog Budhy Lestari juga mengatakan kejadian perundungan di kalangan remaja memang lebih banyak terjadi di sekolah karena di lingkungan inilah anak-anak bergaul dengan teman sepantaran ataupun dengan seniornya. Dikatakan, emosi remaja yang masih labil terkadang menjadi pemicu terjadinya bullying meskipun masih banyak faktor lain yang bisa menjadi pemicunya. Namun, apa yang terjadi di sekolah bisa dicegah melalui pembelajaran awal di lingkungan keluarga. 

“Keluarga menjadi faktor utama pembelajaran. Dalam keluarga, orang tua memberikan contoh dalam pergaulan, membentuk karakter anak, memiliki mental yang baik, dan menghormati orang lain. Itulah, mengapa keluarga memiliki peran penting dalam pencegahan bullying di kemudian hari,” jelas psikolog. (cahyo/ariel)

Info Lainnya

  • Laporan Bulanan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak, mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah, periode data 1-28 Juni 2026. Ringkasan Eksekutif – DPRD Jawa Tengah Pada periode 1–28 Juni 2026, pemberitaan mengenai DPRD…

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 29 June 2026 – 5 July 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 29 Juni 2026 – 5 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.