Dewan Harus Bisa Serap Aspirasi dan Beri Solusi

WhatsApp Image 2022 09 25 at 14.49.54

KUMPUL WARGA : Wakil Ketua DPRD Ferry Wawan Cahyono berkumpul dalam acara Temu Kades dan Kadus se-Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara.(foto: sonidinata raharja)

BANJARNEGARA – Serap aspirasi dan beri solusi. Bagi Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono, kedua upaya itu harus dilakukan saat kunjungan ke daerah pemilihan. Dengan demikian, sebagai wakil rakyat, dirinya memberikan bukti nyata kepada masyarakat yang memilih.

Penegasan itu disampaikannya dalam acara Temu Kades dan Kadus se-Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, Minggu (25/9/2022). Menyerap aspirasi, berarti seorang wakil rakyat mendengar langsung apa yang dibutuhkan masyarakat. Dengan memberi solusi, wakil rakyat langsung memberikan jawaban dari harapan masyarakat. Selain itu, lanjut Ferry, setiap anggota DPRD harus bersedia turun ke bawah.

Kegiatan yang dikemas santai dengan membaur masyarakat dusun Suwidak, Desa Wanayasa, Kecamatan Karangkobar itu, Ferry menyambangi kegiatan pengobatan massal dan mengadakan sarasehan dengan warga setempat.

“Saya sampaikan setidaknya saya harus turun ke bawah melakukan penyerapan dan pengecekan apa saja yang telah kita perjuangkan bersama demi kesejahteraan masyarakat khususnya Banjarnegara yang merupakan tak lain saudara keluarga saya” tutur politikus Golkar itu.

Dikatakannya, dengan kegiatan seperti ini,  ia dapat memahami keinginan dan kebutuhan masyarakat terlebih saat ini dihadapkan dengan situasi imbas kenaikan harga BBM. Selain itu, sebagai wakil rakyat harus bisa mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya peningkatan kualitas kesejahteraan dan pembangunan daerah.

“Selanjutnya, saya hadir di tengah masyarakat ini untuk mencari solusi yang terbaik untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan mulai dari pembangunan daerah, pembangunan kelompok ternak, petani dan UMKM agar secara keseluruhan di Jateng, khususnya di Banjarnegara dengan inflasi tetap terjaga dan dapat dikendalikan,” tandasnya.(ariel/priyanto)

Info Lainnya

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

  • Laporan Bulanan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak, mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah, periode data 1-28 Juni 2026. Ringkasan Eksekutif – DPRD Jawa Tengah Pada periode 1–28 Juni 2026, pemberitaan mengenai DPRD…

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 29 June 2026 – 5 July 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 29 Juni 2026 – 5 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.