Data Kajian Komprehensif dalam Strategi PAD Perlu Diperhatikan

IMG 20220111 WA0026

BICARA PENDAPATAN. Komisi C DPRD Provinsi Jateng Sriyanto Saputro dalam diskusi tentang optimalisasi pengelolaan keuangan bersama Komisi B DPRD Provinsi DIY, Senin (10/1/2022). (foto azam hanif adin)

YOGYAKARTA – Penyusunan target pendapatan dan strategi perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) perlu menggunakan data kajian yang komprehensif. Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Sriyanto Saputro dalam diskusi tentang optimalisasi pengelolaan keuangan bersama Komisi B DPRD Provinsi DIY, Senin (10/1/2022).

“Kajian komprehensif sangat perlu dilakukan, terutama kajian dari pihak ketiga. Sehingga, bisa memberikan sudut pandang yang berbeda dari kajian OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan Kajian DPRD. Kajian itu penting untuk pembahasan penyusunan pengelolaan keuangan, APBD, hingga RPJMD,” kata Politisi Gerindra itu.

Dikatakan, pembahasan mengenai kajian perlu dilakukan secara periodik. Oleh karenanya, kajian secara berkala itu perlu untuk dilakukan mulai dari kajian tentang potensi PAD, potensi ekonomi Jateng, Kajian BUMD, dan lain sebagainya.

“Kajian-kajian itu untuk mengukur bagaimana kondisi Jateng. Kajian tersebut tidak selalu harus dilaksanakan tiap tahun, bisa dibuat secara visioner untuk melihat kondisi beberapa waktu ke depan. Sehingga, bisa menjadi acuan lain dalam mengambil kebijakan,” ujarnya.

Sepakat dengan yang disampaikan Sriyanto, Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng Padmasari Mestikajati berharap Pemerintah Provinsi mengalokasikan kajian dari pihak ketiga, khususnya kampus. Menurut dia, dengan adanya pandangan baru dari segi keilmuan, mampu menambah pilihan dalam pengambilan keputusan.

“Penting sekali kajian itu. Kalau kita DPRD melihat menggunakan kacamata pengawasan dan peraturan, eksekutif kacamata pelaksana lapangan, kampus bisa memberikan aspek data dan keilmuannya,” jelas Legislator Golkar itu.

Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng Riyono juga menyampaikan perlunya data sebagai basis pengambilan keputusan. Khususnya berkaitan dengan optimalisasi pengelolaan keuangan Pemerintah Provinsi Jateng. Menurut dia, dimulai dengan kerjasama pengelolaan pajak dengan fintech, hal tersebut dilakukan selain untuk mempermudah juga memperoleh data yang tersimpan secara digital.

“Sekarang teknologi luar biasa. Kita dapat data bisa untuk diolah menjadi banyak hal. Termasuk pandangan ketika akan mengambil sebuah putusan, menjadi kacamata lain dalam setiap pembahasan pembuatan perda. Bahkan, saat kita melakukan pengawasan,” tutur politikus dari Fraksi PKS itu. (azam/ariel)

Info Lainnya

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 29 June 2026 – 5 July 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 29 Juni 2026 – 5 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.

  • Pilkades Serentak 2026, Komisi A Pantau Kesiapan Sukoharjo

    SUKOHARJO – Menghadapi Pilkades Serentak 2026, Komisi A DPRD Provinsi Jateng memonitor kesiapan beberapa kabupaten, salah satunya Sukoharjo. Saat berdiskusi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa (DPMD) Kabupaten Sukoharjo di Mal Pelayanan Publik (MPP), Senin (13/7/2026), Komisi A menyoroti aspek administrasi, tahapan pelaksanaan, hingga pembiayaannya.