WORKSHOP DPRD: Studi Analisis RAPBD 2020

IMG 20201002 WA0021

Bambang Kusriyanto. (foto rahmat yasir widayat)

KARANGANYAR – DPRD Provinsi Jateng menggelar workshop dengan tema ‘Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2021: Studi Analisis atas RAPBD 2020’ di Alana Hotel Karanganyar, Jumat (18/9/2020). Kegiatan itu dilaksanakan dengan mematuhi Protokol Kesehatan, salah satunya mempersilakan Anggota Dewan menjalani rapid test terlebih dahulu dan menggelar 2 kelas.

“Dengan dibahasnya, dibedah RAPBD dengan Workshop Bimtek, maka kami bisa secepatnya menyelesaikan pembahasan anggaran murni maupun perubahan sesuai dengan waktu yang sudah di-deadline-kan Kemendagri. Sehingga, hubungan kami selama ini dengan Pemerintah Daerah, karena kami menjadi bagiannya, maka pelaksanaannya akan dilakukan komunikasi bersama,” kata Bambang Kusriyanto, Ketua DPRD Provinsi Jateng, saat memberikan sambutan.

Sementara, Kepala BPSDM Kemendagri Teguh Setyabudi mengaku apresiatif dengan digelarnya workshop tersebut. Karena, Anggota Dewan dapat teris meningkatkan kapasitasnya dalam pembahasan anggaran antara legislatif dan eksekutif, terlebih di masa New Normal (adapatasi kebiasaan baru) ini.

“Saya apresiasi dan memberikan penghargaan. Ditengah pandemi ini, DPRD Jateng terus meningkatan kapasitasnya. Ini adalah masukan bagi kami bahwa workshop bisa langsung bekerja sehingga mempercepat pekerjaan bapak dan ibu di DPRD. Jadi, nanti akan kami kembangkan, apalagi tadi disebutkan ada TAPD pihak eksekutif. Ini inspirasi dari DPRD Jawa Tengah,” kata Teguh bangga. (humas/ariel)

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Collaborative Government

    SUKOHARJO – DPRD Provinsi Jateng mendukung prinsip pemerintahan kolaboratif (collaborative government) dalam pembangunan daerah. Prinsip itu disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jateng periode 2025-2030 di Hotel Grand Mercure, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (5/9/2026)

  • RAPAT PARIPURNA: Rumuskan Renja, Pokir DPRD 2027, & Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (3/9/2026), DPRD Provinsi Jateng membahas beberapa agenda. Diantaranya persetujuan rencana kerja (renja) DPRD 2027, persetujuan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD 2027, dan Penutupan Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025/2026 & Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027

  • Komisi E Bahas KB Pascapersalinan di Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal

    TEGAL — Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal, Rabu (2/9/2026), untuk memperoleh data dan informasi terkait penguatan kebijakan serta komitmen pemerintah daerah guna peningkatan Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP). Berdasarkan paparan Pemerintah Kabupaten Tegal, jumlah ibu bersalin hingga Juli 2026 mencapai 9.887 orang, dengan estimasi persalinan sepanjang tahun sebanyak 19.344 orang

  • Rehabilitasi Berkelanjutan untuk Menangani Lahan Kritis

    SURAKARTA – Luas lahan kritis di Provinsi Jateng selama 3 tahun terakhir berkurang sekitar 75 ribu hektare. Capaian itu menjadi modal penting pemerintah daerah untuk terus memperkuat rehabilitasi hutan dan lahan, sekaligus mencegah munculnya kawasan kritis baru yang berpotensi memicu bencana

  • Aliansi Jateng Guyub Sampaikan Aspirasi ke DPRD & Pemprov Jateng

    GUBERNURAN – DPRD Provinsi Jateng membuka ruang dialog untuk mengawal tuntutan yang disampaikan Aliansi Jateng Guyub kepada Pemerintah Provinsi. Sejumlah aspirasi warga dari berbagai daerah itu pun mulai ditindaklanjuti, mulai dari persoalan penyediaan truk angkutan tebu hingga peninjauan aktivitas tambang Galian C

  • Balai Tahura Karanganyar Butuh Pembenahan

    KARANGANYAR – Komisi D DPRD Provinsi Jateng menaruh perhatian serius terhadap masih terbatasnya sarana dan prasarana di Balai Taman Hutan Raya (Tahura) KGPAA Mangkunagoro I. Sejumlah fasilitas dinilai perlu segera dibenahi dan dilengkapi agar kawasan hutan seluas 2.549 hektare itu semakin optimal menjalankan fungsi konservasi, edukasi, mitigasi bencana hingga wisata alam