UPPD Cilacap Kejar Target PAD

IMG 20211129 WA0020

BAHAS PAJAK. Komisi C DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan UPPD Kabupaten Cilacap, Senin (29/11/2021), membahas pengelolaan pajak. (foto anonius george reynaldi)

CILACAP – Luasnya wilayah Kabupaten Cilacap tidak menyurutkan niat Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPP) setempat mengejar target pendapatan asli daerah (PAD). Seperti disampaikan Kepala UPPD Kabupaten Cilacap Alimin Suprayitno, saat berdiskusi dengan Komisi C DPRD Provinsi Jateng, Senin (29/11/2021), pihaknya terus berupaya memenuhi target PAD dari Pajak Daerah, Retribusi Daerah, dan PAD lainnya.

Data UPPD Kabupaten Cilacap menyebutkan, jenis pungutan tersebut diantaranya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Pajak Air Permukaan (PAP), Pajak Rokok, dan Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Dari pungutan itu, target PAD 2019 sekitar Rp 312,61 miliar dengan realisasi Rp 325,80 miliar atau 104%, target PAD 2020 sebesar Rp 314,19 miliar dengan realisasi Rp 276,30 miliar atau 87,94%, dan target PAD pada 2021 sebesar Rp 335,19 miliar dengan realisasi hingga November Rp 270,86 miliar atau 80,81%.

“Potensi obyek kendaraan bermotor dalam PKB cukup besar yakni sebanyak 1 juta unit kendaraan roda dua, tiga, dan empat,” katanya.

Dikatakan, ada beberapa langkah dalam optimalisasi penerimaan PAD. Diantaranya sinergi dengan kepolisian, pemerintah daerah, & stakeholder, sosialisasi pelayanan & pembukaan kembali layanan samsat malam, peningkatan kepatuhan pembayaran PKB, membentuk collection center untuk penagihan tunggakan PKB, dialog interaktif bersama DPRD, dan kanal informasi & pengaduan melalui medsos.

“Dari langkah itu, kami juga punya permasalahan dan kendala seperti sarana/ prasarana yang kurang memadai yakni ruang pelayanan dan ruang arsip berkas over capacity, serta alokasi anggaran belum mencukupi,” jelasnya.

Menanggapinya, Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Bambang Haryanto mengaku apresiatif dengan upaya yang dilakukan UPPD Kabupaten Cilacap tersebut. Dalam hal ini, Komisi C tetap mendorong penerimaan selain PKB yakni PAP.

“Di Cilacap sini kan banyak industri, PAP nya diharap bisa digenjot lagi,” kata Bambang.

Sementara, Wakil Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Sriyanto Saputro juga mengaku apresiatif, mengingat di tengah keterbatasan UPPD tetap bekerja keras mengejar target PAD. Ia berharap pada akhir tahun nanti target itu bisa tercapai.

“Yang kami sesalkan, pihak bapenda (badan pendapatan daerah) sepertinya tidak melihat upaya keras UPPD tersebut. Ke depan, kita perlu memanggilnya untuk membahas persoalan tunggakan pajak,” ucap Sriyanto. (ariel/priyanto)

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Collaborative Government

    SUKOHARJO – DPRD Provinsi Jateng mendukung prinsip pemerintahan kolaboratif (collaborative government) dalam pembangunan daerah. Prinsip itu disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jateng periode 2025-2030 di Hotel Grand Mercure, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (5/9/2026)

  • RAPAT PARIPURNA: Rumuskan Renja, Pokir DPRD 2027, & Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (3/9/2026), DPRD Provinsi Jateng membahas beberapa agenda. Diantaranya persetujuan rencana kerja (renja) DPRD 2027, persetujuan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD 2027, dan Penutupan Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025/2026 & Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027

  • Komisi E Bahas KB Pascapersalinan di Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal

    TEGAL — Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal, Rabu (2/9/2026), untuk memperoleh data dan informasi terkait penguatan kebijakan serta komitmen pemerintah daerah guna peningkatan Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP). Berdasarkan paparan Pemerintah Kabupaten Tegal, jumlah ibu bersalin hingga Juli 2026 mencapai 9.887 orang, dengan estimasi persalinan sepanjang tahun sebanyak 19.344 orang

  • Rehabilitasi Berkelanjutan untuk Menangani Lahan Kritis

    SURAKARTA – Luas lahan kritis di Provinsi Jateng selama 3 tahun terakhir berkurang sekitar 75 ribu hektare. Capaian itu menjadi modal penting pemerintah daerah untuk terus memperkuat rehabilitasi hutan dan lahan, sekaligus mencegah munculnya kawasan kritis baru yang berpotensi memicu bencana

  • Aliansi Jateng Guyub Sampaikan Aspirasi ke DPRD & Pemprov Jateng

    GUBERNURAN – DPRD Provinsi Jateng membuka ruang dialog untuk mengawal tuntutan yang disampaikan Aliansi Jateng Guyub kepada Pemerintah Provinsi. Sejumlah aspirasi warga dari berbagai daerah itu pun mulai ditindaklanjuti, mulai dari persoalan penyediaan truk angkutan tebu hingga peninjauan aktivitas tambang Galian C

  • Balai Tahura Karanganyar Butuh Pembenahan

    KARANGANYAR – Komisi D DPRD Provinsi Jateng menaruh perhatian serius terhadap masih terbatasnya sarana dan prasarana di Balai Taman Hutan Raya (Tahura) KGPAA Mangkunagoro I. Sejumlah fasilitas dinilai perlu segera dibenahi dan dilengkapi agar kawasan hutan seluas 2.549 hektare itu semakin optimal menjalankan fungsi konservasi, edukasi, mitigasi bencana hingga wisata alam