Upacara HUT RI ke-77 Berlangsung Khidmat

WhatsApp Image 2022 08 17 at 08.43.32

PIMPINAN DPRD: Jajaran Pimpinan DPRD Jateng usai mengikuti upacara bendera di Lapangan Pancasila.(foto: setyo herlambang)

SEMARANG – Upacara pengibaran bendera Merah Putih di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang, berlangsung khidmat dan lancar. Gubernur Ganjar Pranowo bertindak sebagai inspektur upacara dan Wakil Ketua DPRD Sukirman membacakan teks UUD 1945.

Tepat pukul 07.00, Rabu (17/8/2022), upacara bendera dimulai. Seluruh Forkopimda seperti Kapolda Irjen M Luthfi, Pangdam IV Diponegoro Mayjen Widi Prasetyono, pimpinan instansi vertikal, OPD, hadir pada kesempatan itu. Tidak ketinggalan para legiun veteran dengan sikap siap sempurna tetap hadir untuk memberi penghormatan kepada Merah Putih.

Jajaran DPRD Jateng pun ikut turut serta pada upacara tersebut. Selain Sukirman, ketiga Wakil Ketua DPRD juga turut hadir seperti Ferry Wawan Cahyono, Heri Pudyatmoko, dan Quatly Abdulkadir Alkatiri. Selain itu sejumlah perwakilan dari Komisi A, B, C, D, dan E turut menjadi tamu undangan.

Dari peserta upacara, selain dari unsur TNI, Polri, mahasiswa, PNS, linmas, ada yang menarik mengingat turut diikutsertakan para santriwan/santriwati serta sejumlah ormas. Keikutsertaan santri pada upacara kali ini menjadi perhatian dari Pemprov Jateng, sehingga masuk menjadi regu tersendiri.

Wakil Ketua DPRD Sukirman usai mengikuti upacara menyatakan, momentum 77 tahun usia kemerderkaan RI patut menjadi tonggak refleksi dari sikap kewarganegaraan. Arti merdeka harus diberi makna untuk berpikir ke depan, menjunjung tinggi hak asasi. Masyarakat diharapkan terlibat aktif mewujudkan kemerdekaan yang sempurna.  

Sementara pada sambutan upacara, Gubernur mengucapkan terima kasih kepada warga Jateng yang selama ini tetap guyub rukun, saling ngajeni (menghormati) dan handarbeni (memiliki). Menurutnya, tanpa rasa handarbeni, mustahil semua warga bisa senang dan hidup gayeng seperti ini.

“Maka sebarlah rasa itu ke mana saja dan kepada siapa saja. Agar kita meraih kemerdekaan yang sesungguhnya,” pintanya. Pada kesempatan itu pula, Gubernur menerima bendera Merah Putih dengan Panjang 200 meter dari buruh migran.(ervan/priyanto)

Berita Terkait

  • Komisi A Akan Segera Kumpulkan Desk Pemilu Jateng

    SALATIGA – Komisi A akan segera mengundang desk pemilu Jateng untuk mengetahui kendala yang dihadapi pemerintah daerah termasuk para penyelenggaranya (KPU, Bawaslu). Pentingnya pertemuan tersebut supaya ada kesepahaman bersama guna suksesnya keterselenggaraan pemilu serentak 2024.

  • PRIME TOPIC: Diperlukan Sinergi Tangani PMK

    SEMARANG – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) telah menjadi perhatian serius Pemprov Jateng. Karena itu diperlukan sinergi antara pemerintah, peternak, dan pihak-pihak terkait supaya penyakit yang disebabkan dari virus apthovirus bisa segera tertangani dan tidak menyebar. Penyakit ini menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kambing, kerbau, domba, dan babi.

  • Perlu Dioptimalkan, Potensi KBH Bandungan

    BANDUNGAN – Komisi C DPRD Jateng menilai potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Kebun Benih Hortikultura (KBH) Bandungan Kabupaten Semarang sebenarnya cukup besar. Namun, menurut Anggota Komisi C Maria Tri Mangesti, belum dioptimalkan.

  • Komisi D Pelajari Kebijakan Bali Terapkan Penggunaan Kendaraan Listrik

    DENPASAR – Sistem transportasi dan teknologi ramah lingkungan di Provinsi Bali menjadi perhatian khusus dari Komisi D DPRD Jawa Tengah. Sekarang ini Bali tengah menerapkan Pergub No 48/2019 tentang Penggunaan Kendaraan Listrik (EV), melalui penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) dalam mewujudkan Nagun Sat Kerthi Loka yaitu wujud Pulau Bali yang Bersih, Asri dan Harmonis melalui program Pengembangan Energi Bersih dan Transportasi Rendah Karbon.

  • DPRD Inisiasi Raperda Penanganan Konflik Sosial

    KARANGANYAR – Konflik sosial kerap menjadi pemicu permasalahan daerah. Ketidakadilan, kesenjangan sosial-ekonomi, maupun ketidakterkendalian dinamika kehidupan politik merupakan embrio dari cekcok, perselisihan, maupun pertentangan antarorang dan kelompok masyarakat.