Sumanto Minta Wartawan Harus Beradaptasi Hadapi Era Digital

1738227659535

FOTO BERSAMA : Ketua DPRD Jateng Sumanto berfoto bersama dengan wartawan di wilayah eks Karesidenan Surakarta.(foto: teguh prasetyo)

KARANGANYAR – Ketua DPRD Jateng Sumanto mengajak kalangan wartawan untuk meningkatkan keprofesionalitasan dalam berkarier. Perubahan paradigma dalam bermedia telah menjadikan profesi wartawan harus bisa beradaptasi.

“Perkembangan teknologi informasi menjadikan informasi masuk di mana-mana. Wartawan untuk sekarang ini bila tidak bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi maka dia akan tertinggal. Maka sedari sekarang wartawan harus berubah,” ucapnya saat menjadi keynote speaker dalam Silaturahmi Media “Menuju Terciptanya Sinergitas Wartawan dan DPRD Jateng” di RM Omah Joglo, Kamis (30/1/2025).

Baginya, wartawan merupakan sebuah pilihan profesi yang terlatih dan terukur. Dengan demikian, dengan perkembangan informasi ini sebenarnya seorang wartawan harus bisa menjadi pihak yang dapat menjelaskan dari sebuah informasi supaya tidak merugikan masyarakat.

“Sekarang ini siapa saja bisa membuat informasi. Wong macul ae isa gawe informasi, namun apakah informasi itu layak diakui. Maka dari ini peran wartawan inilah yang harus hadir dan ditingkatkan integritas dan profesionalannya,” kata dia. Turut hadir menjadi narasumber yakni Irfan Salafudin (wartawan Suara Merdeka), Anas Syahrul Alim (Ketua PWI Surakarta), Tri Rahaya (Radar Solo).

Dalam paparannya Irfan Salafudin memaparkan “Peran Media dalam Mendukung Kinerja Legislatif”.  Media merupakan sarana untuk pengawasan, pendidikan politik, bahkan sebagai forum debat publik.

“Kami yang bergelut dengan informasi mengakui sekarang ini informasi keluar masuk dengan mudah. Tidak ada saring. Belum bisa diketahui apakah informasi itu benar atau salah. Lembaga legislatif pun juga demikian maka penguatan informasi harus dilakukan sekarang ini,” ucapnya.

Tri Rahayu memberikan penjelasan bahwa perusahaan media sekarang ini harus melengkapi isu yang muncul.

Anas memberikan penjelasan menarik, dengan banyaknya media online orang semakin mudah mengaku sebagai wartawan. Punya media online lebih dari satu. Peran Dewan Pers pun harus bisa menertibkan orang-orang yang mengaku “wartawan”.

“Wartawan yang tercatat di Dewan Pers itu sebenarnya yang memiliki integritas. Permasalahannya publik apa tahu soal itu (integritas). Ini kendala buat kita semua,” ucapnya.

Pada akhir dialog Sumanto menegaskan lagi sebuah lembaga terutama DPRD masih tetap menggantungkan pada media sebagai sarana untuk penyebaran informasi. Saat sesi tanya jawab, ada penanya dari wartawan asal Karanganyar yang ingin mengetahui proses pembahasan di Badan Anggaran apakah bisa untuk dipublikasikan. Sumanto menjelaskan, secara prinsip pembahasan di lembaga DPRD boleh dipublikasikan kepada umum. Hanya saja setiap proses pembahasan itu ada informasi yang tentu saja tidak bisa dipublikasikan.

“Pembahasan anggaran itu yang dipublikasikan itu adalah yang disahkan melalui rapat paripurna. Kami pun membuka diri kepada wartawan untuk meliput rapat paripurna. Sementara pembahasan anggaran di Badan Anggaran secara normatif belum bisa dipublikasikan,” kata dia.(soni/priyanto)

Berita Terkait

  • Komisi E Memperkaya Informasi soal Kepemudaan di Purbalingga

    PURBALINGGA – Komisi E DPRD Provinsi Jateng meminta masukan dan informasi kepada Pemkab Purbalingga, terkait penyusunan Raperda tentang Pengembangan & Pembangunan Kepemudaan, Senin (12/10/2020). Saat berdialog, Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Purbalingga Sarwa Pramana mengakui saat ini masih ada organisasi pemuda yang belum terkoordinasi secara menyeluruh organisasinya terlihat surut bahkan tidak terlalu terlihat di Kabupaten Purbalingga pada khususnya.

  • Sumanto Berharap Kajati Bawa Perbaikan Penegakan Hukum

    SEMARANG – Ketua DPRD Jateng Sumanto menghadiri acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jateng di Hotel Padma, Kota Semarang, Selasa (10/6/2025). Dalam sambutannya, ia menyatakan, selama bermitra dengan Ponco Hartanto saat menjabat Kajati Jateng jalinan koordinasi antarlembaga sangat baik, khususnya dalam bantuan dan pertimbangan hukum. Kepada Hendro Dewanto, ia berharap bisa membawa penegakan hukum semakin baik.

  • Geliat Pariwisata Jateng di Tengah Pandemi

    SURAKARTA – Industri pariwisata di Tanah Air khususnya di Jateng selama 2020 sangat tidak menguntungkan. Mulai dari perhotelan, objek wisata, agen perjalanan semua merosot tajam. Ketua Komisi B DPRD Jateng Sumanto mengungkapkan hal itu saat menjadi narasumber dalam dialog Aspirasi Jawa Tengah yang di siarkan langsung TATV pada Senin (12/4/2021), dengan mengangkat tema “Geliat Pariwisata Jateng di Tengah Pandemi Covid-19”.