Program Transmigrasi Dinilai Masih Layak Dikembangkan

WhatsApp Image 2024 02 05 at 11.30.38 (1)

KUNJUNGAN KERJA: Komisi E melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BBPPMD) DIY.(foto: azhar alhadi)

YOGYAKARTA – Komisi E melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BBPPMD) DIY untuk Mengomparasikan program transmigrasi di Jawa tengah serta relevansi dari program tersebut .

Pada kunjungan Jumat (2/2/2024), rombongan diterima dr.Ir. Widarjanto MM, selaku Kepala Balai. Pada kesempatan itu dihadiri pula Kepala Dinas. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Aziz , Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Keluarga Berencana Kepemudaan dan Olahraga Woro Boedisayekti.

Ketua Komisi E Abdul Hamid menegaskan program transmigrasi masih dibutuhkan. Hanya saja untuk relevansi atau katan dengan pembangunan nasional.

“Secara signifikasi harus diukur bagaimana kondisi di daerah transmigrasi. Bagaimana situasi desa tertinggal yang hampir sudah tidak ada, bagaimana memberikan kesempatan pada para transmigran supaya dapat mengelola, merencanakan dan mendapatkan situasi yang berbeda di lahan baru,” jelasnya.

Sementara beberapa program yang dikomparasikan yang meliputi pelatihan untuk kemandirian, keterampilan atau ilmu yang dapat melatih mereka. Turut disinggung pula mengenai indikator dari konsep Desa Membangun / Kemandirian Desa apakah sudah sesuai dengan potensi sumber daya alam, BUMDES dan pelatihan yang didapatkan.

Sejumlah anggota Komisi E pun mengajukan pertanyaan seputar transmigrasi. Joko Haryanto menyampaikan bagamana cara mengukur indeks tingkat perkembangan desa. Ahmad Ridwan lebih menyampaikan Untuk desa tertinggal harus mendapatkan pelatihan supaya tenaga kerja dapat dihasikan dari desa guna komputerisasi desa.

Anggota Komisi E Drs. Anton Lami Suhadi mengutarakan tentang informasi tindak lanjut atas aset-aset yang ada keterkaitannya dengan berbagai objek di pedesaan  seperti apa.

Widarjanto secara menyeluruh menjelaskan, bahwa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi memiliki Indeks Desa Membangun untuk mengukur status desa termasuk golongan desa maju, berkembang ataupun desa tertinggal.

“Ada indeks Ketahanan Ekonomi, Ketahanan Sosial dan Indeks Ketahanan Masyarakat yang pelaksanaannya dibantu oleh pendamping desa baik tingkat kecamatan dan tingkat kabupaten. Sedangkan pembangunan masyarakat berkelanjutan atau SDGs sebagai kerangka komitmen dan pengarusutamaan untuk pembangunan yang menjaga peningkatan kesejakteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan ini sebagai role model kegiatan berkelanjutan,” jabarnya.  

Sementara Ahmad Aziz menyampaikan terimakasih atas relasi dan koordinasi dengan Jawa tengah sehingga Program Transmigrasi masih terlaksana dengan baik. Disebutkan pada 2023 dilaporkan ada 21 kepala keluarga menjadi transmigran dan Tahun 2024 masih 11 kepala keluarga.(dian/priyanto)

Info Lainnya

  • Laporan Bulanan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak, mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah, periode data 1-28 Juni 2026. Ringkasan Eksekutif – DPRD Jawa Tengah Pada periode 1–28 Juni 2026, pemberitaan mengenai DPRD…

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 29 June 2026 – 5 July 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 29 Juni 2026 – 5 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Laporan…

  • Komisi D Dorong Perluasan PLTS untuk Ponpes

    SOAL PLTS. Komisi D DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pemanfaatan PLTS di Ponpes Alqur’an Roudlotul Huffadh Almalikiyah, Kelurahan Banyuurip Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin (13/7/2026). (foto dwi nugrahini) KAJEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong perluasan program Pembangkit Listrik Tenaga…

  • Potensial, Industri Garam di Pati

    PATI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau pengelolaan Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), di Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan itu, Komisi C menyoroti capaian kinerja keuangan PT SPJT yang menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi sekitar Rp 48,1 miliar pada 2025.